JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF
Gender, Human Development, and EconomicsGender, Human Development, and EconomicsLatar belakang: Pengelolaan sampah rumah tangga di daerah transmigrasi masih kurang memadai, karena sampah umumnya dibuang, dibakar, atau diberikan kepada ternak. Praktik ini menimbulkan risiko lingkungan dan kesehatan masyarakat melalui polusi udara dan kontaminasi tanah dan sumber air. Meskipun pemerintah memainkan peran strategis melalui formulasi kebijakan dan penyediaan infrastruktur, komunitas transmigran juga memiliki peluang untuk mengembangkan inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan memanfaatkan lahan yang dialokasikan pemerintah dan sumber daya lokal. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, termasuk wawancara mendalam dengan pejabat pemerintah dan rumah tangga transmigran, analisis dokumen, dan observasi lapangan yang dilakukan di SP Motihelumo, Gorontalo, pada tahun 2023. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan dukungan awal yang kuat baik dari pemerintah setempat maupun masyarakat untuk mendirikan sistem pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat. Teridentifikasi pembagian peran berdasarkan gender yang jelas, di mana wanita terutama mengelola sampah organik dan pria menangani aspek teknis pengelolaan sampah anorganik. Namun, akses terbatas terhadap fasilitas dan infrastruktur sampah tetap menjadi tantangan utama karena lokasi yang terpencil. Kesimpulan: Pendirian komunitas pengelolaan sampah rumah tangga di SP Motihelumo layak dilakukan, asalkan ada dukungan kebijakan yang berkelanjutan, infrastruktur yang memadai, dan partisipasi aktif dari transmigran. Integrasi potensi lokal, peran gender, dan keterlibatan institusi sangat penting untuk menjamin keberlanjutan jangka panjang. Keunikan/Asli dari Artikel Ini: Penelitian ini menawarkan model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang peka gender yang disesuaikan dengan daerah transmigrasi, yang menekankan peran dukungan institusi melalui Usaha Ekonomi Desa (BUMDes) sebagai kerangka kerja yang dapat dikembangkan untuk pengelolaan sampah berkelanjutan dalam konteks serupa.
Pengelolaan sampah rumah tangga di SP Motihelumo memiliki potensi untuk dikembangkan melalui pendekatan berbasis masyarakat.Ketersediaan lahan pekarangan, antusiasme transmigran, dan dukungan awal dari pemerintah menjadi aset penting untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.Strategi distribusi peran berdasarkan gender telah terbukti efektif.Wanita dapat fokus pada pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga, sedangkan pria dapat fokus pada aspek teknis, seperti pengumpulan dan pengolahan sampah anorganik.Namun, strategi ini hanya akan berhasil, efektif, dan berkelanjutan jika pemerintah terlibat secara aktif.Pemerintah harus melakukan sosialisasi publik, menyediakan pelatihan, memastikan ketersediaan infrastruktur, dan bertindak sebagai fasilitator baik di antara transmigran maupun antara transmigran dan struktur masyarakat yang akan dikembangkan.Selain itu, membangun kembali kepercayaan publik terhadap BUMDes tetap menjadi tantangan utama, yang harus diatasi melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas.Kolaborasi yang kuat antara penduduk dan pemerintah adalah kunci keberhasilan pengelolaan sampah di daerah ini.
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . 1. Mengembangkan strategi komunikasi dan sosialisasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian dapat fokus pada pengembangan kampanye edukasi yang menarik dan inovatif, serta mengeksplorasi strategi komunikasi yang efektif untuk menjangkau berbagai kelompok masyarakat, termasuk perempuan dan laki-laki, dalam upaya meningkatkan kesadaran dan perilaku pengelolaan sampah yang berkelanjutan.. . 2. Menganalisis dan mengevaluasi peran serta manfaat ekonomi dari pendirian bank sampah di daerah transmigrasi. Penelitian dapat menyelidiki potensi ekonomi dari pengelolaan sampah anorganik, terutama melalui pendirian bank sampah yang dikelola oleh BUMDes. Dengan demikian, penelitian dapat mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mengintegrasikan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.. . 3. Meneliti dan mengembangkan model pengelolaan sampah yang inklusif dan berkelanjutan di daerah transmigrasi. Penelitian dapat fokus pada pengembangan model pengelolaan sampah yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, transmigran, dan institusi masyarakat. Model ini dapat menggabungkan aspek-aspek seperti pembagian peran berdasarkan gender, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan lahan pekarangan untuk pengolahan sampah. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan rekomendasi yang komprehensif untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan inklusif di daerah transmigrasi.
- A Comprehensive Study of the Impact of Waste Fires on the Environment and Health. study impact waste... doi.org/10.3390/su151914241A Comprehensive Study of the Impact of Waste Fires on the Environment and Health study impact waste doi 10 3390 su151914241
- "EXPLORING WOMEN'S INTERESTS IN HOUSEHOLD WASTE DISPOSAL AND MANAGEMENT" by Kemi Funlayo... doi.org/10.7454/jessd.v6i1.1152EXPLORING WOMENS INTERESTS IN HOUSEHOLD WASTE DISPOSAL AND MANAGEMENT by Kemi Funlayo doi 10 7454 jessd v6i1 1152
| File size | 662.7 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
BSIBSI Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi, seperti pengelolaan sampah organik, keterbatasan dalam pembuatanTujuan utama dari program ini adalah untuk mengatasi berbagai tantangan yang mereka hadapi, seperti pengelolaan sampah organik, keterbatasan dalam pembuatan
MAYADANIMAYADANI Sekarang ini, banyak siswa pergi sekolah mengendarai motor sendiri. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman keselamatan dalam berkendara.Sekarang ini, banyak siswa pergi sekolah mengendarai motor sendiri. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman keselamatan dalam berkendara.
MAYADANIMAYADANI Artikel ini memberikan gambaran dan penjelasan tentang program kerja pembuatan pupuk kompos, termasuk proses, tahapan hasil, dan manfaatnya. Proses pengomposanArtikel ini memberikan gambaran dan penjelasan tentang program kerja pembuatan pupuk kompos, termasuk proses, tahapan hasil, dan manfaatnya. Proses pengomposan
RISETPRESSRISETPRESS Practically, the findings highlight the importance of mentoring and character development in designing effective zakat-based empowerment programs. ThisPractically, the findings highlight the importance of mentoring and character development in designing effective zakat-based empowerment programs. This
UNJUNJ Sesar Ransiki merupakan sesar aktif dan menjadi salah satu faktor utama penentu kesesuaian lahan untuk TPA sampah berdasarkan aspek geologi. PertambahanSesar Ransiki merupakan sesar aktif dan menjadi salah satu faktor utama penentu kesesuaian lahan untuk TPA sampah berdasarkan aspek geologi. Pertambahan
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi perilaku ini, seperti keberatan untuk membayar iuran pengelolaan sampah dan ketersediaan lahan kosong yangSelain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi perilaku ini, seperti keberatan untuk membayar iuran pengelolaan sampah dan ketersediaan lahan kosong yang
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Sampah sisa makanan merupakan penyumbang terbesar di Indonesia yakni sekitar 40%, sampah kayu/ranting/daun sebesar 17%, plastik sebesar 16%, kertas sebesarSampah sisa makanan merupakan penyumbang terbesar di Indonesia yakni sekitar 40%, sampah kayu/ranting/daun sebesar 17%, plastik sebesar 16%, kertas sebesar
UNNESUNNES Menurut KLHK dan Kementrian Perindustrian (2016), jumlah timbunan sampah di Indonesia sudah mencapai 65,2 juta ton pertahun. Berbagai cara untuk mengurangiMenurut KLHK dan Kementrian Perindustrian (2016), jumlah timbunan sampah di Indonesia sudah mencapai 65,2 juta ton pertahun. Berbagai cara untuk mengurangi
Useful /
PERADABANPUBLISHINGPERADABANPUBLISHING Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter pada anak usia dini lebih efektif ketika bermain ditempatkan sebagai pengalaman belajar yang bermaknaPendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter pada anak usia dini lebih efektif ketika bermain ditempatkan sebagai pengalaman belajar yang bermakna
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Dalam meningkatkan pemahaman tentang penanggulangan bencana, BNPB menggunakan strategi komunikasi melalui pertunjukan wayang kulit berdasarkan lima unsurDalam meningkatkan pemahaman tentang penanggulangan bencana, BNPB menggunakan strategi komunikasi melalui pertunjukan wayang kulit berdasarkan lima unsur
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi, bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, media massa, media sosial, karikatur, sifat karikatur, kritik sosial,Penelitian ini menggunakan konsep komunikasi, bentuk komunikasi verbal dan nonverbal, media massa, media sosial, karikatur, sifat karikatur, kritik sosial,
UBHARAJAYAUBHARAJAYA Dalam setiap prosesi dan ritual terdapat aktivitas komunikasi didalamnya. Aktivitas komunikasi yang terjadi antara lain pada saat keponakan laki-laki memintaDalam setiap prosesi dan ritual terdapat aktivitas komunikasi didalamnya. Aktivitas komunikasi yang terjadi antara lain pada saat keponakan laki-laki meminta