MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Berkendara di jalan raya memiliki potensi bahaya tersendiri tanpa disadari. Potensi kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja tidak terkecuali siswa sekolah menengah atas. Usia pelajar termasuk salah satu kelompok usia tertinggi yang mengalami kecelakaan. Sekarang ini, banyak siswa pergi sekolah mengendarai motor sendiri. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemahaman keselamatan dalam berkendara. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk memberikan pengetahuan pada siswa sekolah menengah atas tentang keselamatan dalam berkendara. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pemaparan materi terkait keamanan berkendara, diskusi dan tanya jawab. Pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan sesuai perencanaan tim dan mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa peserta kegiatan. Hal tersebut terlihat dari ketepatan peserta kegiatan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri sebelum diberikan materi dan sesudah diberikan materi. Selanjutnya masih perlu dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan supaya siswa memiliki mindset mengutamakan keselamatan dalam segala hal.

Hasil uraian pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di SMAN 1 Gamping dapat disimpulkan bahwa kegiatan berjalan sesuai yang direncanakan oleh tim dan mitra.Meningkatnya jumlah siswa mengendarai motor sendiri perlu diimbangi kemampuan mengendarai motor dengan benar dan kemampuan mempersepsikan terhadap risiko yang dialami saat berkendara.Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan siswa peserta kegiatan.Hal tersebut terlihat dari ketepatan peserta kegiatan (siswa) dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri sebelum diberikan materi dan sesudah diberikan materi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas berbagai metode sosialisasi keselamatan berkendara, seperti penggunaan media sosial atau simulasi berkendara, untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku siswa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku berkendara siswa, seperti persepsi risiko dan pengendalian diri, guna mengembangkan program intervensi yang lebih tepat sasaran. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam membentuk budaya keselamatan berkendara di kalangan siswa, sehingga dapat dirumuskan strategi kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perilaku berkendara yang bertanggung jawab. Dengan demikian, upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas pada siswa dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

  1. Sosialisasi Budaya K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja) untuk Usia Dini di Tingkat Sekolah Dasar IKIP 2 Kota... eng.unhas.ac.id/tepat/index.php/Jurnal_Tepat/article/view/22Sosialisasi Budaya K3 Kesehatan Keselamatan Kerja untuk Usia Dini di Tingkat Sekolah Dasar IKIP 2 Kota eng unhas ac tepat index php Jurnal Tepat article view 22
Read online
File size229.76 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test