UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Distrik Ransiki merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi geologi yang kompleks dan sangat menarik untuk diteliti. Sesar Ransiki merupakan sesar aktif dan menjadi salah satu faktor utama penentu kesesuaian lahan untuk TPA sampah berdasarkan aspek geologi. Pertambahan jumlah kependudukan Distrik Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan mencapai 16.245 jiwa pada tahun 2020. Namun hingga saat ini belum adanya TPA untuk menampung buangan limbah dari masyarakat. Berdasarkan hal itu maka perlu adanya studi kesesuaian lahan untuk menentukan lokasi tempat pembuangan sampah yang sesuai. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan SNI No. 03-3241-1994. Hasil penelitian ini yaitu tahap regional yang di overlay dari beberapa parameter menghasilkan 4 calon lokasi tempat pembunagan akhir sampah dengan calon lokasi 1 berada pada Kampung Hamawi dengan luas 136,51 Ha, calon lokasi 2 berada pada Kampung Tobou dengan luas 239,69 Ha, calon lokasi 3 berada pada Kampung Sabri dengan luas 413,12 Ha. Calon lokasi 4 berada pada Kampung Sabri dengan luas 101,45 Ha. Hasil tahap penyisih dari pembobotan setiap parameter dimana lokasi 1 memiliki nilai 495, lokasi 2 memiliki nilai 534, lokasi 3 memiliki nilai 543 dan lokasi 4 memiliki nilai 483. Dari hasil tahap penyisih, lokasi yang direkomendasikan yaitu lokasi 3 yang berada pada Kampung Sabri Distrik Ransiki dengan nilai tertinggi 543.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis kondisi lahan dan kesesuaian lahan, lokasi 3 di Kampung Sabri, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, merupakan lokasi yang paling direkomendasikan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.Lokasi ini memiliki nilai tertinggi sebesar 543 dari hasil pembobotan parameter sesuai dengan standar SNI No.Penelitian ini memberikan informasi penting bagi pemerintah daerah dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai dampak sosial dan ekonomi pembangunan TPA terhadap masyarakat sekitar, termasuk potensi peningkatan pendapatan dan perubahan mata pencaharian. Kedua, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih inovatif dan ramah lingkungan, seperti teknologi pirolisis atau gasifikasi, untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Ketiga, penting untuk dilakukan pemantauan kualitas air tanah dan udara secara berkala di sekitar lokasi TPA terpilih guna memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab di Distrik Ransiki dan wilayah sekitarnya.

  1. SITE SELECTION FOR REGIONAL SOLID WASTE FINAL DISPOSAL IN BANGKA ISLAND BASED ON GEOGRAPHY INFORMATION... doi.org/10.25105/livas.v5i2.10680SITE SELECTION FOR REGIONAL SOLID WASTE FINAL DISPOSAL IN BANGKA ISLAND BASED ON GEOGRAPHY INFORMATION doi 10 25105 livas v5i2 10680
  2. ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI... ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/paduraksa/article/view/4194ANALISIS PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SIG DI ejournal warmadewa ac index php paduraksa article view 4194
  3. Login. skip main content navigation menu site footer home doi.org/10.24036/student.v2i2.93Login skip main content navigation menu site footer home doi 10 24036 student v2i2 93
  4. Studi kelayakan lokasi tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah di Kabupaten Manokwari Selatan | Cassowary.... journalpasca.unipa.ac.id/index.php/cs/article/view/80Studi kelayakan lokasi tempat pemrosesan akhir TPA sampah di Kabupaten Manokwari Selatan Cassowary journalpasca unipa ac index php cs article view 80
Read online
File size1.13 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test