UMPWRUMPWR
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik SipilSurya Beton : Jurnal Ilmu Teknik SipilPembangunan infrastruktur jalan memerlukan biaya awal yang besar, selain itu biaya tidak hanya diukur dari pembiayaan awal saja, tetapi juga biaya perawatan dan rehabilitasi jalan di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku, perbandingan total biaya siklus hidup perkerasan lentur dan perkerasan kaku, jenis perkerasan yang lebih efisien untuk ruas Jalan Bencorejo - Angrukketip, Kabupaten Purworejo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penentuan tebal perkerasan lentur dan perkerasan kaku menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data LHR dan data CBR tanah, sedangkan data sekunder meliputi harga upah, alat, dan bahan Kabupaten Purworejo, data inflasi, dan data suku bunga. Hasil dari penelitian untuk tebal perkerasan lentur adalah AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, dan lapis pondasi agregat kelas A 400 mm, sedangkan untuk perkerasan kaku adalah beton (fs) 45 MPa dengan tebal 175 mm dan lapis pondasi kelas A dengan tebal 125 mm, jenis perkerasan kaku beton bersambung tanpa tulangan (BBTT) dengan dowel. Diameter dowel yang digunakan 28 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm, dan diameter tie bar 16 mm, panjang 700 mm, jarak 750 mm. Nilai discounted life cycle cost untuk perkerasan lentur Rp 6.417.595.391,14 sedangkan nilai discounted life cycle cost perkerasan kaku Rp 4.378.123.644,16. Dapat disimpulkan bahwa perkerasan lentur membutuhkan biaya 1,47 kali lebih besar dibandingkan perkerasan kaku. Analisis biaya menunjukkan bahwa perkerasan kaku merupakan pilihan yang lebih efisien untuk ruas jalan Bencorejo – Angkrukketip Kabupaten Purworejo.
Berdasarkan hasil analisis data, tebal perkerasan lentur terdiri dari lapis AC-WC 40 mm, AC-BC 60 mm, dan pondasi agregat kelas A 400 mm, sementara perkerasan kaku direncanakan bersambung tanpa tulangan dengan beton FS 45 MPa setebal 175 mm dan pondasi agregat kelas A 125 mm.Perhitungan menunjukkan biaya siklus hidup perkerasan lentur lebih tinggi, yaitu Rp 6.391,14 dibandingkan perkerasan kaku sebesar Rp 4.Oleh karena itu, perkerasan kaku merupakan pilihan yang lebih efisien untuk ruas jalan Bencorejo – Angkrukketip Kabupaten Purworejo.
Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi metode perencanaan perkerasan jalan yang berbeda, seperti Analisa Komponen 1987 atau Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, untuk membandingkan efektivitasnya. Selain itu, studi lebih lanjut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan alternatif strategi pemeliharaan, termasuk penerapan cold milling pada tahap rekonstruksi dan penggunaan data pemeliharaan tahun sebelumnya, karena pemilihan strategi pemeliharaan secara signifikan memengaruhi biaya siklus hidup jalan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada analisis pengaruh variasi harga satuan pekerjaan terhadap biaya siklus hidup, dengan mempertimbangkan fluktuasi harga material dan upah tenaga kerja, untuk memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan relevan dalam pengambilan keputusan terkait investasi infrastruktur jalan.
| File size | 501.8 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
TRI GUNA DHARMATRI GUNA DHARMA Persediaan roti adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh Junction Cafe Medan. Persediaan roti dapat memberikan pengaruh positif dan negatif, sepertiPersediaan roti adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh Junction Cafe Medan. Persediaan roti dapat memberikan pengaruh positif dan negatif, seperti
FEB UMIFEB UMI Berdasarkan keterangan dan hasil diatas, menunjukkan bahwa penerapan SOP efektif dalam memperkuat efisiensi dan akuntabilitas keuangan perkebunan negara.Berdasarkan keterangan dan hasil diatas, menunjukkan bahwa penerapan SOP efektif dalam memperkuat efisiensi dan akuntabilitas keuangan perkebunan negara.
AKMICIREBONAKMICIREBON Data dikumpulkan melalui analisis dokumen, tinjauan literatur, dan pemetaan proses, dengan dukungan alat visual seperti bagan alir dan kerangka analisisData dikumpulkan melalui analisis dokumen, tinjauan literatur, dan pemetaan proses, dengan dukungan alat visual seperti bagan alir dan kerangka analisis
UTPUTP Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, danPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Dengan menggunakan metode analisis matriks seperti SPACE, BCG, IE, dan Grand Strategy Matrix, penelitian ini menemukan bahwa perusahaan menerapkan strategiDengan menggunakan metode analisis matriks seperti SPACE, BCG, IE, dan Grand Strategy Matrix, penelitian ini menemukan bahwa perusahaan menerapkan strategi
UPI YAIUPI YAI Oleh karena itu, sangatlah penting bagi perusahaan untuk menyusun anggaran kas sebagai alat bantu manajemen untuk menunjang fungsi pengendalian, untukOleh karena itu, sangatlah penting bagi perusahaan untuk menyusun anggaran kas sebagai alat bantu manajemen untuk menunjang fungsi pengendalian, untuk
STIE MUTTAQIENSTIE MUTTAQIEN Ultimately, the opinion of Imam Syafii is considered more compelling due to the stronger supporting evidence from the Quran, Sunnah, and the practicesUltimately, the opinion of Imam Syafii is considered more compelling due to the stronger supporting evidence from the Quran, Sunnah, and the practices
UNTAG SMDUNTAG SMD Sebaliknya hipotesis diterima, jika modal kerja yang dibutuhkan lebih kecil atau dengan modal kerja yang tersedia. Alat analisis dan pengujian hipotesisSebaliknya hipotesis diterima, jika modal kerja yang dibutuhkan lebih kecil atau dengan modal kerja yang tersedia. Alat analisis dan pengujian hipotesis
Useful /
UMPWRUMPWR Data yang digunakan yaitu data primer berupa data survei LHR, data CBR, data panjang dan lebar ruas jalan. Untuk data sekunder berupa data curah hujan,Data yang digunakan yaitu data primer berupa data survei LHR, data CBR, data panjang dan lebar ruas jalan. Untuk data sekunder berupa data curah hujan,
UMPWRUMPWR M sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein sebesar 0,8668 m3/hari. Karakteristik angkutan sedimen dasar (bed load) berdasarkan ukuran butiran diM sebesar 3,02 m3/hari dan dengan Metode Einstein sebesar 0,8668 m3/hari. Karakteristik angkutan sedimen dasar (bed load) berdasarkan ukuran butiran di
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Meskipun inovasi memiliki banyak keuntungan, pengelolaan teknologi baru dan kepatuhan terhadap standar keamanan masih menjadi masalah. Secara keseluruhan,Meskipun inovasi memiliki banyak keuntungan, pengelolaan teknologi baru dan kepatuhan terhadap standar keamanan masih menjadi masalah. Secara keseluruhan,
JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION Matriks SWOT merekomendasikan strategi SO, yang selaras dengan strategi Agresif pada diagram Cartecius. Berdasarkan Analisis Matriks SWOT, strategi SOMatriks SWOT merekomendasikan strategi SO, yang selaras dengan strategi Agresif pada diagram Cartecius. Berdasarkan Analisis Matriks SWOT, strategi SO