UMPWRUMPWR
Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik SipilSurya Beton : Jurnal Ilmu Teknik SipilProyek pembangunan jalan tol merupakan proyek dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Angka kecelakaan kerja di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, termasuk lima kejadian kecelakaan pada pekerjaan erection girder pada tahun 2017. Tingginya tingkat kecelakaan pada pekerjaan girder menunjukkan adanya potensi risiko yang belum teratasi secara optimal. Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 memiliki pekerjaan girder dengan potensi risiko tinggi karena kompleksitas aktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, serta menentukan pengendalian yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control), yang mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan pengendalian risiko. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, studi literatur dari jurnal, wawancara, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan girder pada proyek tersebut memiliki level risiko tinggi, dengan 45 potensi risiko teridentifikasi: 7 risiko berlevel ekstrim (15,55%), 13 risiko tinggi (28,88%), 21 risiko sedang (46,66%), dan 4 risiko rendah (8,88%). Pengendalian risiko yang direkomendasikan meliputi rekayasa teknik, pengendalian administratif, serta penggunaan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap seperti helm safety, rompi safety, full body harness, sarung tangan, dan sepatu safety.
Pekerjaan girder pada Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 memiliki 45 potensi risiko bahaya yang teridentifikasi dari berbagai aktivitas seperti terjatuh, tertimpa girder, dan kegagalan alat berat.Level risiko secara keseluruhan tergolong tinggi, dengan 7 risiko berlevel ekstrim, 13 berlevel tinggi, 21 berlevel sedang, dan 4 berlevel rendah.Pengendalian risiko dilakukan melalui kombinasi rekayasa teknik, tindakan administratif, dan penggunaan APD secara lengkap untuk meningkatkan keselamatan kerja.
Penelitian lanjutan sebaiknya dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode HIRADC dengan metode lain seperti JSA (Job Safety Analysis), FTA (Fault Tree Analysis), atau TDA (Task Demand Assessment) dalam konteks pekerjaan konstruksi jalan tol, sehingga dapat diketahui pendekatan mana yang paling optimal dalam mengidentifikasi dan mengelola risiko. Selain itu, perlu dikembangkan penelitian serupa pada jenis pekerjaan lain dalam proyek tol, seperti pekerjaan abutment, pier head, atau galian dan timbunan, untuk memahami pola risiko yang mungkin berbeda dan merancang strategi pengendalian yang spesifik. Terakhir, penting untuk melakukan studi komparatif antara dua metode erection girder—yaitu dengan launcher dan crane—dari aspek efisiensi waktu, biaya, serta dampaknya terhadap keselamatan kerja, agar diperoleh rekomendasi teknis yang lebih komprehensif bagi manajemen proyek dalam memilih metode yang paling aman dan efisien.
| File size | 628.02 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil perhitungan menunjukkan peningkatan volume sebesar 0. 027% dengan penggunaan BIM dibandingkan metode konvensional. Selain itu, penggunaan BIM menghasilkanHasil perhitungan menunjukkan peningkatan volume sebesar 0. 027% dengan penggunaan BIM dibandingkan metode konvensional. Selain itu, penggunaan BIM menghasilkan
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SV negatif pada mayoritas periode pengamatan, serta pemborosan biayaHasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SV negatif pada mayoritas periode pengamatan, serta pemborosan biaya
UM SURABAYAUM SURABAYA Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara menghasilkan efek tampungan normal waduk dengan volume 10,06 juta m3 yang direncanakanPembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara menghasilkan efek tampungan normal waduk dengan volume 10,06 juta m3 yang direncanakan
STIT ALKIFAYAHRIAUSTIT ALKIFAYAHRIAU Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian
ARITEKINARITEKIN Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi kolaboratif berbasis multi-stakeholder governance untuk memperkuat tata kelola kawasan secara berkelanjutan.Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi kolaboratif berbasis multi-stakeholder governance untuk memperkuat tata kelola kawasan secara berkelanjutan.
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan, pada kondisi rencana (bersinyal) didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, jam puncak sore (16.30-17.30) pada lengan pendekatSedangkan, pada kondisi rencana (bersinyal) didapatkan hasil perhitungan yang maksimum pada hari Jumat, jam puncak sore (16.30-17.30) pada lengan pendekat
UM SURABAYAUM SURABAYA Dengan mengetahui daya dukung kita dapat merencanakan beban yang diberikan agar daya dukung ultimate yang ada tidak dilampaui karena apabila beban yangDengan mengetahui daya dukung kita dapat merencanakan beban yang diberikan agar daya dukung ultimate yang ada tidak dilampaui karena apabila beban yang
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hasil studi dan pembahasan kemampuan beton bertulang dengan metode penambahan dengan GFRP pada bending momen, dapat disimpulkan bahwa perhitunganBerdasarkan hasil studi dan pembahasan kemampuan beton bertulang dengan metode penambahan dengan GFRP pada bending momen, dapat disimpulkan bahwa perhitungan
Useful /
UMPWRUMPWR Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis data penyelidikan tanah dan data struktur atas untuk digunakan dalam menganalisis daya dukungAnalisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis data penyelidikan tanah dan data struktur atas untuk digunakan dalam menganalisis daya dukung
UMPWRUMPWR Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku, perbandingan total biaya siklus hidup perkerasan lenturPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tebal lapis perkerasan lentur dan perkerasan kaku, perbandingan total biaya siklus hidup perkerasan lentur
UMPWRUMPWR Lapis Permukaan = 5 cm, Lapis Pondasi atas = 10 cm, Lapis Pondasi bawah = 10 cm, Total tebal = 25 cm. Perencanaan jalan pada ruas jalan Kenteng – bencorejoLapis Permukaan = 5 cm, Lapis Pondasi atas = 10 cm, Lapis Pondasi bawah = 10 cm, Total tebal = 25 cm. Perencanaan jalan pada ruas jalan Kenteng – bencorejo
UM SURABAYAUM SURABAYA Schedule KurvaS dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting,Schedule KurvaS dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting,