UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Salinitas merupakan salah satu parameter dalam upaya mengetahui kondisi kesehatan suatu badan air, utamanya di lingkungan perairan yang luas seperti di pesisir pantai. Salinitas dinyatakan dalam bagian per sejuta (part per million) yang merupakan satuan kadar garam yang ada di pesisir pantai. Nilai salinitas dibutuhkan untuk mengetahui seberapa besar air laut yang ada di pesisir pantai mengalami kontaminasi yang berakibat terhadap kehidupan makhluk hidup di pesisir pantai. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar salinitas di daerah pesisir pantai Sampang Madura dimana area penelitian dibagi sisi barat dan timur dari muara sungai Blega Madura. Tujuan penelitian hendak mengetahui rata-rata dan varians dari salinitas di daerah tersebut beserta dengan analisa simpangan bakunya. Metode yang digunakan adalah stattistik deskriptif yang akan digunakan untuk membandingkan sisi barat dan timur dari konsentrasi Salinitas. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kandungan dari Salinitas yang terbesar berada pada sisi timur dari pesisir Sampang, dimana pesisir Timur ini mengarah kepada wilayah kabupaten Pamekasan, dimana pada kabupaten ini banyak terdapat kadar kapur yang tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa pesisir pantai yang memiliki kadar kapur yang tinggi akan memberikan kontribusi kepada nilai salinitas di pesisir pantai.

Kadar salinitas dalam area pesisir sampang baik bagian Timur maupun bagian Barat masih dalam batas toleransi yang diijinkan oleh kementrian lingkungan hidup dimana untuk sisi Timur memiliki rata-rata 27.57 o/oo sedangkan sisi Barat memiliki konsentrasi 23.Perbandingan dari kadar salinitas untuk sisi Barat dan sisi Timur dari muara sungai Blega dapat dikatakan ada sedikit selisih dimana salinitas bagian sisi Timur yang berdekatan dengan kabupaten Pamekasan memiliki kadar garam yang tinggi dibandingkan dengan sisi Barat, sehingga cocok untuk perikanan tangkap dengan adanya kadar garam yang tinggi yang dipergunakan untuk usaha garam rakyat.

Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak salinitas yang tinggi terhadap ekosistem pesisir pantai, khususnya pada kehidupan biota laut dan ikan-ikan yang mendiami badan air tersebut. Selain itu, penelitian juga dapat berfokus pada pengaruh kadar kapur yang tinggi terhadap nilai salinitas dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kontaminasi air laut di pesisir pantai. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi metode-metode alternatif dalam pengukuran salinitas, seperti penggunaan citra satelit, dan membandingkannya dengan metode tradisional seperti salinometer. Penelitian ini juga dapat dikembangkan untuk menganalisis hubungan antara salinitas dengan parameter kualitas air lainnya, seperti pH dan oksigen terlarut, untuk memahami secara komprehensif kondisi kesehatan perairan di pesisir pantai Sampang Madura.

  1. Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia di Perairan Distrik... doi.org/10.14710/jil.16.1.35-43Kajian Kualitas Air Laut dan Indeks Pencemaran Berdasarkan Parameter Fisika Kimia di Perairan Distrik doi 10 14710 jil 16 1 35 43
  2. Analisis Suhu Permukaan Laut di Pesisir Pantai Bangkalan dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat | KERN... doi.org/10.33005/KERN.V7I1.50Analisis Suhu Permukaan Laut di Pesisir Pantai Bangkalan dengan Menggunakan Citra Satelit Landsat KERN doi 10 33005 KERN V7I1 50
  3. Pengendalian Banjir dengan Sudetan pada Sungai Marmoyo Kabupaten Jombang | KERN : Jurnal Ilmiah Teknik... kern.upnjatim.ac.id/index.php/kern/article/view/38Pengendalian Banjir dengan Sudetan pada Sungai Marmoyo Kabupaten Jombang KERN Jurnal Ilmiah Teknik kern upnjatim ac index php kern article view 38
Read online
File size632.91 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test