UM SURABAYAUM SURABAYA
AGREGATAGREGATSambungan siar muai tipe strip seal merupakan komponen struktural penting pada jembatan rangka baja modular yang berfungsi mengakomodasi pergerakan akibat ekspansi termal, deformasi struktural, serta pembebanan lalu lintas berulang. Dalam jangka panjang, komponen ini sangat dipengaruhi oleh mekanisme degradasi material yang bersifat kumulatif sehingga diperlukan evaluasi ketahanan fatigue untuk memastikan keandalannya. Penelitian ini menyajikan evaluasi komprehensif terhadap kinerja fatigue sambungan strip seal dengan mengimplementasikan pendekatan Constant Amplitude Load Factor (CALF), yaitu faktor koreksi yang mengonversi spektrum beban lalu lintas variabel menjadi pembebanan berulang dengan amplitudo konstan ekuivalen. Metodologi penelitian meliputi pemetaan beban lalu lintas ke dalam satuan Equivalent Single Axle Load (ESAL) dan spektrum gandar, perhitungan nilai CALF berdasarkan teori kumulatif Palmgren–Miner, serta penerapan kurva S–N (stress–life) pada material baja dan elastomer dengan eksponen fatigue yang berbeda. Selain itu, dilakukan analisis distribusi kontribusi kerusakan per kelas pembebanan untuk memperoleh gambaran sensitivitas komponen terhadap variasi intensitas lalu lintas berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa sambungan strip seal memiliki ketahanan fatigue yang memadai pada kondisi pembebanan lalu lintas normal, namun peningkatan fraksi gandar berat secara signifikan mempercepat akumulasi kerusakan dan mempersingkat umur layan desain. Oleh karena itu menekankan pentingnya mempertimbangkan spektrum beban aktual melalui penerapan konsep CALF pada tahap perencanaan, disertai pengendalian kualitas detail pemasangan dan konstruksi guna mencegah terjadinya kegagalan pada sambungan siar muai.
Evaluasi kinerja fatigue sambungan siar muai tipe strip seal pada Jembatan Callender-Hamilton menunjukkan bahwa komponen baja memiliki ketahanan fatigue yang memadai untuk lalu lintas normal, namun peningkatan signifikan truk berat dapat memperpendek umur layan.Elemen elastomer menunjukkan ketangguhan tinggi terhadap pembebanan siklik, namun degradasi lebih disebabkan faktor lingkungan.Dengan pendekatan desain yang komprehensif dan pemeliharaan yang konsisten, sambungan strip seal dapat menjamin kinerja jembatan yang optimal sepanjang umur rencananya.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi material elastomer terhadap ketahanan fatigue sambungan, dengan mempertimbangkan faktor lingkungan seperti paparan UV dan ozon. Kedua, studi komparatif antara sambungan strip seal dengan tipe sambungan siar muai lainnya, seperti sambungan modular atau sambungan ekspansi bertulang, dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas biaya dan kinerja jangka panjang. Ketiga, pengembangan model prediktif yang lebih akurat untuk memperkirakan umur layan sambungan strip seal berdasarkan data lalu lintas aktual dan kondisi lingkungan, dengan memanfaatkan teknik machine learning atau simulasi numerik, akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pemeliharaan preventif dan pengelolaan aset jembatan secara keseluruhan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keandalan dan keberlanjutan infrastruktur jembatan baja di Indonesia.
| File size | 647.04 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil Penelitian disimpulkan bahwa pemantauan dan pengendalian kinerja proyek secara berkala menggunakan metode EVM sangat penting untuk mencegah keterlambatanHasil Penelitian disimpulkan bahwa pemantauan dan pengendalian kinerja proyek secara berkala menggunakan metode EVM sangat penting untuk mencegah keterlambatan
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hasil analisis, selama periode 50 tahun diperoleh volume total sedimen yang masuk waduk adalah 7,69 juta m3, elevasi nol baru pada 15,78 mBerdasarkan hasil analisis, selama periode 50 tahun diperoleh volume total sedimen yang masuk waduk adalah 7,69 juta m3, elevasi nol baru pada 15,78 m
UM SURABAYAUM SURABAYA Salinitas dinyatakan dalam bagian per sejuta (part per million) yang merupakan satuan kadar garam yang ada di pesisir pantai. Nilai salinitas dibutuhkanSalinitas dinyatakan dalam bagian per sejuta (part per million) yang merupakan satuan kadar garam yang ada di pesisir pantai. Nilai salinitas dibutuhkan
UM SURABAYAUM SURABAYA Titik A dengan nilai DS=4,504 (Tidak OK), titik B dengan nilai DS=0,858 (OK), titik C dengan nilai DS=1,201 (Tidak OK), titik D dengan nilai DS=1,958 (TidakTitik A dengan nilai DS=4,504 (Tidak OK), titik B dengan nilai DS=0,858 (OK), titik C dengan nilai DS=1,201 (Tidak OK), titik D dengan nilai DS=1,958 (Tidak
UM SURABAYAUM SURABAYA Proyeksi 10 tahun mendatang memperlihatkan penurunan kinerja yang signifikan jika kapasitas jalan tidak ditingkatkan, dengan tingkat kejenuhan diperkirakanProyeksi 10 tahun mendatang memperlihatkan penurunan kinerja yang signifikan jika kapasitas jalan tidak ditingkatkan, dengan tingkat kejenuhan diperkirakan
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hasil analisis lebih lanjut, lereng yang mengalami longsoran memerlukan perkuatan berupa dinding penahan tanah (retaining wall) dengan dimensiBerdasarkan hasil analisis lebih lanjut, lereng yang mengalami longsoran memerlukan perkuatan berupa dinding penahan tanah (retaining wall) dengan dimensi
UM SURABAYAUM SURABAYA Sebaliknya, campuran dengan dominasi pasir pantai menghasilkan rongga udara tinggi, sedangkan campuran dengan dominasi pasir besi menjadi terlalu rapat,Sebaliknya, campuran dengan dominasi pasir pantai menghasilkan rongga udara tinggi, sedangkan campuran dengan dominasi pasir besi menjadi terlalu rapat,
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biochar tempurung kelapa dengan variasi 8%, 12% dan 16% terhadap nilai Indeks PlastisitasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan biochar tempurung kelapa dengan variasi 8%, 12% dan 16% terhadap nilai Indeks Plastisitas
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Ada 4 metode dipenelitian ini, pertama menganalisis perbandingan data RAB non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, kedua Schedule Kurva S zonasi non-zonasi (Ada 4 metode dipenelitian ini, pertama menganalisis perbandingan data RAB non-zonasi ( kontrak ) dan zonasi, kedua Schedule Kurva S zonasi non-zonasi (
UM SURABAYAUM SURABAYA Analisis korelasi antara nilai CBR dan PCI menghasilkan koefisien sebesar -0,23202 yang tergolong sangat lemah dan tidak signifikan karena lebih kecilAnalisis korelasi antara nilai CBR dan PCI menghasilkan koefisien sebesar -0,23202 yang tergolong sangat lemah dan tidak signifikan karena lebih kecil
UM SURABAYAUM SURABAYA This project is under construction. A quantitative experimental method was employed by comparing the QTO results of concrete and reinforcement in majorThis project is under construction. A quantitative experimental method was employed by comparing the QTO results of concrete and reinforcement in major
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil pengujian menunjukkan adanya variasi kekuatan beton yang mencolok antar elemen struktur: kolom memiliki kekuatan rata-rata 25.95 MPa, balok 22.51Hasil pengujian menunjukkan adanya variasi kekuatan beton yang mencolok antar elemen struktur: kolom memiliki kekuatan rata-rata 25.95 MPa, balok 22.51