UM SURABAYAUM SURABAYA
AGREGATAGREGATLalu lintas di Indonesia memiliki volume tinggi sehingga memungkinkan terjadi konflik-konflik lalu lintas yang sering terjadi di persimpangan bahkan dapat membahayakan bagi pengguna jalan. Keadaan lalu lintas tersebut sering terjadi di bundaran yang merupakan persimpangan dimana lalu lintas searah mengelilingi suatu jalan di daerah perkotaan maupun luar Kota. Berdasarkan hal itu, penulis melakukan analisis kinerja dan manajemen Bundaran ITS Kota Surabaya dengan cara melakukan survei penelitian dan pengolahan data berdasarkan MKJI tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan solusi guna mengatasi konflik yang terjadi pada arus bundaran lalu lintas dalam perencanaan 5 tahun ke depan, sehingga kemacetan yang lebih besar akibat dari volume kendaraan yang menumpuk di setiap jalinan diperkirakan bisa menurun.
Berdasarkan data analisa, didapatkan arus lalu lintas dalam kondisi eksisting di Bundaran ITS pada jam puncak (pukul 08.00 WIB) volume lalu lintas jenuh dengan pertumbuhan rata-rata 0,067 atau 6,7% dalam waktu 5 tahun.Pada perencanaan 5 tahun ke depan, kinerja lalu lintas di Bundaran ITS semakin tidak efisien, karena Bundaran ITS sudah tidak relevan lagi untuk menjadi jalur transportasi dengan kondisi eksisting.Titik A dengan nilai DS=4,504 (Tidak OK), titik B dengan nilai DS=0,858 (OK), titik C dengan nilai DS=1,201 (Tidak OK), titik D dengan nilai DS=1,958 (Tidak OK).Kemudian didapatkan nilai tundaan lalu lintas bundaran rata-rata DTR sebesar 40,65 det/smp, nilai tundaan bundaran rata-rata DR (DTR 4) sebesar 44,65 det/smp, dan peluang antrian bundaran QPR% sebesar 100%.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja lalu lintas di bundaran, seperti perilaku pengemudi, kondisi jalan, dan faktor-faktor lingkungan. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model prediksi pertumbuhan kendaraan yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan berbagai variabel seperti pertumbuhan ekonomi, populasi, dan perubahan pola transportasi. Dengan demikian, perencanaan transportasi yang lebih efektif dapat dilakukan untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan efisiensi lalu lintas di bundaran.
| File size | 807.75 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Schedule KurvaS dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting,Schedule KurvaS dan schedule menggunakan gambar, analisis perbandingan durasi,waktu,bobot pekerjaan non-zonasi dan zonasi. Analisis harga perkejaan bekisting,
UM SURABAYAUM SURABAYA 674,00 dibanding dengan Beton SCC normal K-600 akan tetapi jika melihat dari manfaat yang diberikan seperti. Peningkatan kuat tekan beton 1 hari 2. Serta674,00 dibanding dengan Beton SCC normal K-600 akan tetapi jika melihat dari manfaat yang diberikan seperti. Peningkatan kuat tekan beton 1 hari 2. Serta
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode penelitian menggunakan analisis simpang bundaran menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan, bundaranMetode penelitian menggunakan analisis simpang bundaran menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan, bundaran
UM SURABAYAUM SURABAYA Ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini berkembang semakin pesat, khususnya di bidang teknologi bahan bangunan. Dengan adanya teknologi bahan bangunanIlmu pengetahuan dan teknologi masa kini berkembang semakin pesat, khususnya di bidang teknologi bahan bangunan. Dengan adanya teknologi bahan bangunan
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa campuran tidak memenuhi kriteria VIM dan VFB, dua variasi 5% pasir besi 5% pasir pantai dan 7,5% pasirHasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa campuran tidak memenuhi kriteria VIM dan VFB, dua variasi 5% pasir besi 5% pasir pantai dan 7,5% pasir
UM SURABAYAUM SURABAYA Salah satu program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur adalah program Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salahSalah satu program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur adalah program Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO 289,50 skr/jam, sementara kapasitasnya adalah 2. 371,62 skr/jam. Derajat kejenuhan pada kondisi ini adalah 0,54 dan kecepatan rata-rata kendaraan adalah289,50 skr/jam, sementara kapasitasnya adalah 2. 371,62 skr/jam. Derajat kejenuhan pada kondisi ini adalah 0,54 dan kecepatan rata-rata kendaraan adalah
UMPRUMPR 766 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 11,99%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 27,89%. Pada lalu lintas766 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 11,99%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 27,89%. Pada lalu lintas
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Jl. Sinabung Raya terletak di Kelurahan Gunung Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan merupakan salah satu jalan yang rencananya akan terkena dampakJl. Sinabung Raya terletak di Kelurahan Gunung Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan merupakan salah satu jalan yang rencananya akan terkena dampak
UM SURABAYAUM SURABAYA Kondisi ini membuktikan bahwa material kertas kurang bagus digunakan sebagai bahan yang disyaratkan dalam pembuatan beton kedap air menurut peraturan danKondisi ini membuktikan bahwa material kertas kurang bagus digunakan sebagai bahan yang disyaratkan dalam pembuatan beton kedap air menurut peraturan dan
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan variasi campuran Consol SG sebesar 0,3% dengan nilai kuat tekan sebesar 32,25 MPa (naik 6,22% dari beton normal). Campuran Consol SG 0,2% nilaiSedangkan variasi campuran Consol SG sebesar 0,3% dengan nilai kuat tekan sebesar 32,25 MPa (naik 6,22% dari beton normal). Campuran Consol SG 0,2% nilai
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Waduk Pacal sendiri memiliki area layanan irigasi seluas 16.688 ha. Proses sedimentasi di Kali Pacal khususnya di Waduk Pacal diindikasikan dampak dariWaduk Pacal sendiri memiliki area layanan irigasi seluas 16.688 ha. Proses sedimentasi di Kali Pacal khususnya di Waduk Pacal diindikasikan dampak dari