UM SURABAYAUM SURABAYA
AGREGATAGREGATBundaran Adipura Nganjuk adalah jalur yang sering terjadi macet karena berdekatan dengan perlintasan kereta api. Lokasinya berada dekat Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Jombang adalah tempat distribusi perekonomian untuk wilayah barat dan selatan di Provinsi jawa Timur. Perlu dilakukan suatu manajemen dalam rekayasa lalu lintas berupa pembangunan jalan tol dari Nganjuk ke Kediri supaya bundaran tersebut tidak semakin jenuh. Tujuan penelitian ini adalah sebagai tolok ukur Peramalan kinerja lalu lintas dilakukan selama 6 tahun dari tahun 2019 hingga tahun 2025. Metode penelitian menggunakan analisis simpang bundaran menggunakan manual kapasitas jalan Indonesia. Berdasarkan hasil perhitungan peramalan, bundaran Adipura Nganjuk akan dapat menurunkan nilai derajat kejenuhan dengan membangun jalan tol Kertosono-Kediri menjadi nilai DS dibawah 1 (satu). Tahun 2019 DS adalah 0,77. Sedangkan tahun 2021 DS menurun menjadi 0,44 seiring pembangunan tol Kertosono-Kediri. Tahun 2025 DS meningkat kembali menjadi 0,59, Tahun 2030 DS = 0,84, dan Tahun 2035 kembali meningkat menjadi 1,19 seiring pertumbuhan kendaraan. Solusinya adalah membatasi jumlah kendaraan dan melakukan rekayasa lalulintas lebih lanjut.
Bundaran Adipura Nganjuk mengalami peningkatan derajat kejenuhan (DS) seiring pertumbuhan kendaraan.Pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri berhasil menurunkan DS pada 2021 menjadi 0,44.Namun, DS meningkat kembali pada 2035 menjadi 1,19.Solusi yang dianjurkan adalah pembatasan jumlah kendaraan dan pengembangan rekayasa lalu lintas lebih lanjut untuk mengurangi kemacetan.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pembangunan jalan tol Kertosono-Kediri pada simpang bundaran lain di Jawa Timur. Selanjutnya, studi tentang efektivitas rekayasa lalu lintas alternatif seperti sistem lampu lalu lintas atau pembatasan kendaraan berat di area persimpangan. Terakhir, analisis perubahan pola perjalanan masyarakat akibat perluasan jaringan jalan tol dalam jangka panjang untuk mengevaluasi keberlanjutan solusi lalu lintas yang diusulkan.
| File size | 596.76 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Pada uji Kuat Lentur hasilnya 3,83MPa mengalami kenaikan 7,63% dibandingkan benda uji Panil yang tanpa anyaman bamboo. Dengan demikian, maka dapat direkomendasikanPada uji Kuat Lentur hasilnya 3,83MPa mengalami kenaikan 7,63% dibandingkan benda uji Panil yang tanpa anyaman bamboo. Dengan demikian, maka dapat direkomendasikan
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), jadwal pelaksanaanMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB), jadwal pelaksanaan
UM SURABAYAUM SURABAYA Pada perencanaan 5 tahun ke depan, kinerja lalu lintas di Bundaran ITS semakin tidak efisien, karena Bundaran ITS sudah tidak relevan lagi untuk menjadiPada perencanaan 5 tahun ke depan, kinerja lalu lintas di Bundaran ITS semakin tidak efisien, karena Bundaran ITS sudah tidak relevan lagi untuk menjadi
UM SURABAYAUM SURABAYA Proses sedimentasi waduk yang diakibatkan erosi lahan Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk maupun longsoran tebing di sekeliling area genangan merupakan permasalahanProses sedimentasi waduk yang diakibatkan erosi lahan Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk maupun longsoran tebing di sekeliling area genangan merupakan permasalahan
UM SURABAYAUM SURABAYA Batas – batas Atterberg Limit tanah asli diperoleh batas cair (LL) sebesar 66,10%, Plastic Limit (PL) sebesar 32,46% sehingga didapatkan nilai PlasticityBatas – batas Atterberg Limit tanah asli diperoleh batas cair (LL) sebesar 66,10%, Plastic Limit (PL) sebesar 32,46% sehingga didapatkan nilai Plasticity
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO 371,62 skr/jam. Derajat kejenuhan pada kondisi ini adalah 0,54 dan kecepatan rata-rata kendaraan adalah 38,30 km/jam. Namun, pada kondisi kedua dengan371,62 skr/jam. Derajat kejenuhan pada kondisi ini adalah 0,54 dan kecepatan rata-rata kendaraan adalah 38,30 km/jam. Namun, pada kondisi kedua dengan
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode yang akan digunakan yaitu metode Pavement Condition Index (PCI). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan, mengetahui persentaseMetode yang akan digunakan yaitu metode Pavement Condition Index (PCI). Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jenis kerusakan, mengetahui persentase
UMPRUMPR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bagian jalinan (weaving area) dan volume lalu lintas saat ini. Penelitian yang dilakukan pada bagianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bagian jalinan (weaving area) dan volume lalu lintas saat ini. Penelitian yang dilakukan pada bagian
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Mendesain pintu keluar masuk sedemikian hingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di jalan sinabung raya. Memasang rambu rambu yang menjadi penandaMendesain pintu keluar masuk sedemikian hingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang ada di jalan sinabung raya. Memasang rambu rambu yang menjadi penanda
UM SURABAYAUM SURABAYA Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar salinitas di daerah pesisir pantai Sampang Madura dimana area penelitian dibagi sisi baratUntuk itu penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar salinitas di daerah pesisir pantai Sampang Madura dimana area penelitian dibagi sisi barat
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Dalam studi kasus terminal Rajakwesi Bojonegoro yang mana keadaan terminal yang fasilitasnya kurang dimanfaatkan oleh pengguna secara optimal maka perluDalam studi kasus terminal Rajakwesi Bojonegoro yang mana keadaan terminal yang fasilitasnya kurang dimanfaatkan oleh pengguna secara optimal maka perlu
EJOURNALUNIGOROEJOURNALUNIGORO Proses sedimentasi di Kali Pacal khususnya di Waduk Pacal diindikasikan dampak dari erosi yang disebabkan oleh adanya perubahan tata guna lahan yang dahulunyaProses sedimentasi di Kali Pacal khususnya di Waduk Pacal diindikasikan dampak dari erosi yang disebabkan oleh adanya perubahan tata guna lahan yang dahulunya