UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Proses sedimentasi waduk yang diakibatkan erosi lahan Daerah Tangkapan Air (DTA) waduk maupun longsoran tebing di sekeliling area genangan merupakan permasalahan utama waduk karena dapat menganggu pengoperasian waduk dan mengurangi usia rencana waduk. Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara menghasilkan efek tampungan normal waduk dengan volume 10,06 juta m3 yang direncanakan sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara serta pengendalian banjir di DAS Sepaku. Waduk Sepaku Semoi yang direncanakan memiliki usia guna 50 tahun dengan tampungan mati 1,06 juta m3 tentu tidak lepas dari permasalahan sedimentasi. Penelitian ini ditujukan untuk memprediksi besarnya volume sedimentasi menggunakan pendekatan erosi dan pola distribusi sedimen di seluruh permukaan waduk menggunakan metode empiris pengurangan luas (empirical area reduction method) dalam periode 50 tahun. Berdasarkan hasil analisis, selama periode 50 tahun diperoleh volume total sedimen yang masuk waduk adalah 7,69 juta m3, elevasi nol baru pada 15,78 m dan kapasitas tampungan normal berkurang menjadi 3,77 juta m3. Hal ini mengindikasikan pengurangan volume yang signifikan sampai akhir usia guna waduk sehingga penanganan permasalahan sedimentasi di Waduk Sepaku Semoi perlu menjadi perhatian.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis pola distribusi pengendapan sedimen waduk menggunakan metode empiris pengurangan luas menghasilkan elevasi nol baru pada 15,78 m pada akhir umur rencana waduk.Kapasitas tampungan efektif waduk akan berkurang dari 9,00 juta m3 menjadi 3,77 juta m3 dan kapasitas tampungan banjir akan berkurang dari 11,90 juta m3 menjadi 10,05 juta m3 di akhir umur rencana waduk.Pengurangan volume yang signifikan ini dapat mengganggu operasional waduk.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dinamika perubahan tata guna lahan di Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Sepaku Semoi, karena perubahan ini dapat memengaruhi laju erosi dan sedimentasi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada efektivitas berbagai teknik pengendalian erosi dan sedimentasi yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosial ekonomi wilayah sekitar waduk. Ketiga, penting untuk mengembangkan model prediksi sedimentasi yang lebih akurat dan komprehensif, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti perubahan iklim dan aktivitas manusia, sehingga pengelolaan waduk dapat dilakukan secara proaktif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan terpercaya bagi para pengelola waduk dalam merumuskan strategi pengelolaan sedimentasi yang efektif dan efisien, serta memastikan keberlanjutan fungsi waduk sebagai sumber air baku dan pengendalian banjir bagi masyarakat sekitar.

Read online
File size377.62 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test