BULETINGEOLOGIBULETINGEOLOGI

Bulletin of GeologyBulletin of Geology

Rip current merupakan fenomena hidrodinamika yang terbentuk secara bervariasi sepanjang pantai tergantung pada kondisi batimetri lokal dan faktor pemicunya. Ketika terjadi, penting untuk memahami prosesnya guna menyiapkan langkah-langkah keselamatan pada pantai rekreasi. Penelitian ini memfokuskan pada rip yang dikendalikan oleh batimetri, karena tipe ini umum ditemukan di pesisir Indonesia, khususnya pada pantai selatan Jawa Barat. Ciri hidrodinamika yang unik ini memengaruhi karakteristik sedimen, terutama pada kanal rip dimana bagian bawah (jauh dari pantai) cenderung memiliki sedimen yang lebih kasar akibat gesekan dasar yang lebih besar. Interaksi yang kompleks tersebut memerlukan investigasi mendalam; oleh karena itu, studi dilakukan di Pantai Pangandaran yang terkenal dengan rip current-nya. Pengamatan lapangan dilakukan untuk mengumpulkan sampel sedimen secara melintang pantai yang menunjukkan sedimen lebih halus pada bagian atas kanal rip dan lebih kasar pada bagian bawah dengan ukuran diameter masing-masing 0,35 mm dan 0,37 mm. Selain itu, simulasi sederhana juga dilakukan untuk menggambarkan pergerakan rip current pada kanal. Hasil menunjukkan bahwa pada area arus terkuat dengan kecepatan lebih dari 3,0 m/s, yaitu pada bagian bawah kanal rip, stres gesek dasar paling tinggi. Teramati pula bahwa pola stres gesek dasar menggambarkan pergerakan keseluruhan rip current. Selanjutnya, variasi stres gesek dasar terbukti menjadi penyebab utama distribusi sedimen sepanjang arah melintang pantai. Dengan demikian, pendekatan sederhana ini secara kualitatif menggambarkan dinamika fenomena rip current.

Rip current merupakan fitur unik pesisir yang dipengaruhi oleh kombinasi sirkulasi dan faktor morfologi.ukuran dan kecepatan arusnya menimbulkan ancaman keselamatan pada pantai wisata sekaligus menarik bagi penelitian ilmiah.Penelitian ini menggabungkan observasi lapangan langsung (pengambilan sampel sedimen, observasi udara), analisis sedimen, dan pemodelan numerik untuk memahami mekanisme rip current lokal di Pantai Pangandaran.Observasi lapangan berhasil dilaksanakan dengan mengikuti prosedur standar, menegaskan karakteristik rip yang dikendalikan oleh batimetri.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki variabilitas temporal rip current yang dikendalikan oleh batimetri di bawah kondisi gelombang dan pasang surut yang berbeda dengan melakukan pengukuran berkelanjutan beresolusi tinggi. Selain itu, diperlukan pengembangan dan validasi model terintegrasi hidrodinamika‑transportasi sedimen yang memperhitungkan fluktuasi stres gesek dasar untuk memprediksi perubahan distribusi sedimen dalam skala waktu yang lebih panjang. Selanjutnya, dampak kenaikan permukaan laut akibat perubahan iklim terhadap morfologi serta risiko keselamatan rip current di Pantai Pangandaran dan wilayah pesisir serupa perlu dievaluasi secara komprehensif.

  1. View of Vol 3 No 3 (2019). view vol doi.org/10.5614/bull.geol.2019.3.3.5View of Vol 3 No 3 2019 view vol doi 10 5614 bull geol 2019 3 3 5
  1. #sampel sedimen udara#sampel sedimen udara
  2. #rip current#rip current
Read online
File size567.66 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-2Wt
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test