UncenUncen

JURNAL BIOLOGI PAPUAJURNAL BIOLOGI PAPUA

Trichophyton concentricum merupakan fungi penyebab dermatofitosis berupa Tinea imbricate yang umum terjadi di Papua. Masyarakat adat menggunakan Lantana camara untuk pengobatan jamuran ini. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antijamur ekstrak L. camara terhadap T. concentricum. Metode acak lengkap dengan 5 perlakuan (25%, 50%, 75%, 100% ekstrak dan fluconazol sebagai kontrol positif) digunakan. Fungi diisolasi dari penderita Tinea imbricate, disc blank direndam dengan ekstrak lantana, dan zona hambat diukur setelah inkubasi. Hasil menunjukkan daya hambat ekstrak berkisar 6,7–8,6 mm, jauh lebih rendah dibanding kontrol positif (26,31 mm).

Ekstrak Lantana camara menunjukkan daya hambat rendah terhadap pertumbuhan Trichophyton concentricum.Rerata zona hambat berada antara 6,7–8,6 mm, jauh di bawah efektivitas fluconazol (26,3 mm) sebagai kontrol positif.Kandungan senyawa antijamur aktif dalam ekstrak L.camara dinilai rendah atau kurang efektif dalam menghambat fungi dermatofit.

Penelitian lanjutan dapat mencoba isolasi komponen aktif ekstrak Lantana camara secara spesifik untuk identifikasi senyawa utama penyebab efek antijamur. Studi juga disarankan menguji formulasi ekstrak dalam bentuk sediaan obat yang berbeda (krim, tablet) untuk meningkatkan efikasi secara in vivo. Selain itu, perlu dilakukan uji kompatibilitas antara ekstrak lantana dan antijamur sintetis untuk memperkuat sinergi efek antijamur terhadap Trichophyton sp.

  1. #rumput laut#rumput laut
  2. #hutan mangrove#hutan mangrove
Read online
File size279.68 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-sv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test