UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumReforma agraria secara tradisional berfokus pada redistribusi tanah di wilayah pedesaan, khususnya menargetkan petani dan lahan pertanian. Penelitian ini mengeksplorasi potensi reforma agraria di lingkungan perkotaan serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh hak atas tanah yang esensial bagi pemukiman yang layak. Dengan menggunakan pendekatan yuridis dan teoretis, studi ini menunjukkan bahwa peluang masih signifikan bagi reforma agraria perkotaan melalui pengambilalihan tanah negara dan tanah yang haknya telah berakhir. Tanah publik yang belum ditetapkan sebagai waqf atau bahkan diakui sebagai properti pemerintah, serta hak atas tanah historis dimana hak bangunan telah kedaluwarsa dan tidak ada permohonan perpanjangan, menyediakan peluang reformasi empiris. Meski demikian, hak atas tanah perkotaan tetap menjadi ruang yang diperselisihkan. Banyak masyarakat miskin tinggal di atas tanah tanpa sertifikat karena dianggap disengketakan oleh otoritas publik. Konflik muncul akibat durasi fisik okupasi penduduk yang berlawanan dengan klaim entitas yang memiliki dokumentasi properti usang atau tidak memadai. Badan resmi, khususnya Kantor Pertanahan, enggan mengeluarkan sertifikat tanah karena konflik tersebut. Keunikan penelitian ini terletak pada fokusnya pada reforma agraria perkotaan dan implikasinya bagi masyarakat miskin, sehingga menyoroti kesenjangan dalam literatur yang mayoritas meneliti konteks pedesaan. Kajian ini relevan dengan kebutuhan yang semakin muncul akan opsi perumahan yang tepat dan pasti di kota. Kepentingan studi ini bagi disiplin ilmu terletak pada upaya penerapan prinsip hukum agraria nasional, yaitu keadilan, kepastian hukum, dan kepraktisan, dalam penyelesaian sengketa tanah perkotaan, serta menyediakan kerangka kerja untuk distribusi hak atas tanah yang lebih adil.
Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa banyak individu berpenghasilan rendah di perkotaan menduduki tanah tanpa status hukum formal, biasanya berupa tanah negara atau bekas HGB.Undang‑Undang dan regulasi agraria Indonesia menyediakan jalur memperoleh hak melalui permohonan dan redistribusi, namun proses tersebut terhambat kebijakan pemerintah.Pemerintah harus memprioritaskan bantuan kepada yang membutuhkan serta menegakkan akuntabilitas bagi pemegang hak yang tidak memanfaatkan atau memperpanjang hak sesuai fungsi sosial tanah.
Salah satu langkah penelitian selanjutnya adalah melakukan studi empiris di satu atau beberapa kota Indonesia untuk menguji efektivitas proses pengajuan hak atas tanah oleh masyarakat berpenghasilan rendah, dengan mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempercepat atau menghambat pemberian sertifikat, seperti tingkat kesadaran hukum, akses informasi, dan koordinasi antar‑lembaga. Selanjutnya, peneliti dapat membandingkan dua pendekatan reforma agraria perkotaan, yaitu ekspropriasi tanah negara dan redistribusi melalui tanah yang telah terlantar atau haknya kedaluwarsa, guna menilai dampak sosial‑ekonomi masing‑masing model terhadap kesejahteraan penerima, keamanan hunian, dan kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Terakhir, penting untuk mengeksplorasi potensi penerapan teknologi informasi, khususnya sistem registrasi tanah berbasis digital, dalam mempercepat proses verifikasi dan penerbitan sertifikat bagi penduduk informal, dengan mengkaji manfaat biaya, tingkat akurasi data, serta tantangan regulasi dan infrastruktur yang harus diatasi. Penelitian‑penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran, meningkatkan keadilan distribusi tanah, dan memperkuat ketahanan hukum bagi komunitas miskin di wilayah perkotaan.
- Opportunities and challenges for the Badan Pertanahan Nasional (BPN) in handling land cases in the new... doi.org/10.22219/ljih.v29i1.14042Opportunities and challenges for the Badan Pertanahan Nasional BPN in handling land cases in the new doi 10 22219 ljih v29i1 14042
- Reconstruction of state territorial management to optimize national resilience in Indonesia | Legality... doi.org/10.22219/ljih.v31i1.23636Reconstruction of state territorial management to optimize national resilience in Indonesia Legality doi 10 22219 ljih v31i1 23636
- The government's role in legal protection of land ownership: Urutsewu case | Legality : Jurnal Ilmiah... ejournal.umm.ac.id/index.php/legality/article/view/34254The governments role in legal protection of land ownership Urutsewu case Legality Jurnal Ilmiah ejournal umm ac index php legality article view 34254
| File size | 351.88 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITGOODWOODPENERBITGOODWOOD Penelitian ini memperkaya studi tata pemerintahan lokal di Papua dengan menyoroti kesenjangan antara tanggung jawab formal Kepala Distrik dan implementasiPenelitian ini memperkaya studi tata pemerintahan lokal di Papua dengan menyoroti kesenjangan antara tanggung jawab formal Kepala Distrik dan implementasi
UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA Oleh karena itu, harmonisasi regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan penguatan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan untuk meningkatkanOleh karena itu, harmonisasi regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, dan penguatan koordinasi antar lembaga sangat diperlukan untuk meningkatkan
UPN VeteranUPN Veteran Selain itu, komunikasi dan koordinasi antara panitia PTSL, pemilik tanah, dan perangkat desa sangat kurang, yang menyebabkan ketidakakuratan dalam administrasiSelain itu, komunikasi dan koordinasi antara panitia PTSL, pemilik tanah, dan perangkat desa sangat kurang, yang menyebabkan ketidakakuratan dalam administrasi
MARASOFIPUBLISHINGMARASOFIPUBLISHING Evaluasi kuesioner mengungkapkan bahwa lebih dari 85% peserta percaya kegiatan ini sangat membantu dalam mempersiapkan mereka menghadapi PKPA dengan lebihEvaluasi kuesioner mengungkapkan bahwa lebih dari 85% peserta percaya kegiatan ini sangat membantu dalam mempersiapkan mereka menghadapi PKPA dengan lebih
UMMUMM Penelitian doktrinal dilakukan dengan pendekatan legislatif dan konseptual, dilengkapi interpretasi teleologis terhadap materi hukum. Temuan menunjukkanPenelitian doktrinal dilakukan dengan pendekatan legislatif dan konseptual, dilengkapi interpretasi teleologis terhadap materi hukum. Temuan menunjukkan
UMMUMM Menggunakan R/R-Studio, VOSviewer, Microsoft Excel, dan pencarian Boolean di Scopus, data dari tahun 2019 hingga 2024 dianalisis untuk mengidentifikasiMenggunakan R/R-Studio, VOSviewer, Microsoft Excel, dan pencarian Boolean di Scopus, data dari tahun 2019 hingga 2024 dianalisis untuk mengidentifikasi
UMMUMM Temuan penelitian menekankan bahwa forum penyelesaian sengketa perbankan di Indonesia dipilih secara tidak konsisten dengan gagasan kebebasan berkontrak.Temuan penelitian menekankan bahwa forum penyelesaian sengketa perbankan di Indonesia dipilih secara tidak konsisten dengan gagasan kebebasan berkontrak.
STAIDAPONDOKKREMPYANGSTAIDAPONDOKKREMPYANG Hal ini jika dibiarkan dapat memicu konflik antar masyarakat, sehingga diperlukan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami tentang alatHal ini jika dibiarkan dapat memicu konflik antar masyarakat, sehingga diperlukan pencerahan dan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami tentang alat
Useful /
UMMUMM Mahkamah berpendapat bahwa menteri dan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dalam membatalkan peraturan daerah bertentangan dengan ketentuan peraturanMahkamah berpendapat bahwa menteri dan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dalam membatalkan peraturan daerah bertentangan dengan ketentuan peraturan
POLANKAPOLANKA Rancangan sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut nantinya oleh peneliti selanjutnya dengan memperhatikan beberapa kekurangan yang ada dalam rancanganRancangan sistem ini dapat dikembangkan lebih lanjut nantinya oleh peneliti selanjutnya dengan memperhatikan beberapa kekurangan yang ada dalam rancangan
POLANKAPOLANKA A mengalami nyeri punggung. Kemudian penulis memberikan terapi nonfarmakologi berupa efflurage massage untuk memberikan rasa nyaman, relaksasi, serta merangsangA mengalami nyeri punggung. Kemudian penulis memberikan terapi nonfarmakologi berupa efflurage massage untuk memberikan rasa nyaman, relaksasi, serta merangsang
UNILAUNILA Penelitian dilakukan dari April hingga Desember 2013 dengan metode observasi lapangan dan wawancara langsung untuk menilai keindahan potensi wisata. AnalisisPenelitian dilakukan dari April hingga Desember 2013 dengan metode observasi lapangan dan wawancara langsung untuk menilai keindahan potensi wisata. Analisis