UM SURABAYAUM SURABAYA

AGREGATAGREGAT

Papercrete terbuat dari kertas koran bekas diolah menjadi bubur kertas dicampurkan dengan bahan portland cement (PC), pasir dan air. Penelitian ini menggunakan kajian metode eksperimental yang pernah dilakukan di laboratorium terhadap berat kertas, semen, pasir (KSP) dengan variasi perbandingan KSP 1:1:1, KSP 2:1:1, KSP 3:1:1 dengan nilai FAS 1. Benda uji silinder memiliki diameter 75 mm dengan tinggi 275 mm sejumlah 9 buah untuk uji penetrasi dan permeabilitas dengan tiga benda uji setiap variasi campurannya. Pengujian penetrasi dan permeabilitas bertujuan mengetahui nilai kedalaman dan kelolosan air masuk melalui pori-pori papercrete terhadap sampel beton berumur 28 hari. Hasil pengujian diperoleh kedalaman penetrasi air terkecil pada benda uji KSP 111 sebesar 0,0278m, sedangkan kedalaman penetrasi air terbesar pada benda uji KSP 311 senilai 0,0427m. Hasil analisis koefisien permeabilitas paling kecil pada benda uji KSP 111 sebesar 2,13505 x 10-7 m/dt dan paling besar pada benda uji KSP 311 senilai 2,29956 x 10-6 m/dt. Papercrete menjadi salah satu alternatif material ramah lingkungan dipergunakan untuk keperluan non-struktural seperti partisi untuk dinding, pengganti bahan paving block, panel untuk dinding dan sumur resapan.

Hasil pengujian dan perhitungan pada campuran adukan papercrete diperoleh benda uji KSP 111 memiliki nilai kedalaman penetrasi air dan koefisien permeabilitas paling kecil berturut-turut 0,0278 m dan 0,213505x10-6 m/dt, sedangkan benda uji KSP 311 memiliki nilai kedalaman penetrasi air dan koefisien permeabilitas beton paling besar berturut-turut sebesar 0,0427 m dan 2,29956 x 10-6 m/dt.Penambahan prosentase material bubur kertas ke dalam campuran adukan papercrete akan meningkatkan nilai kedalaman penetrasi air dan koefisien permeabilitas.Kondisi ini mungkin disebabkan oleh air yang seharusnya digunakan untuk proses kimia hidrasi semen malah lebih banyak dan cepat diserap oleh material bubur kertas koran sehingga campuran adukan papercrete menjadi kurang bisa menyatu sempurna secara homogen dengan pasta semen (campuran semen dan air) dan mengakibatkan terbentuknya rongga-rongga udara yang semakin banyak.Rongga-rongga udara yang banyak terbentuk pada papercrete dapat mengurangi kepadatan beton, beton lebih condong bersifat porous dan mudah dilalui oleh air (permeabel) serta kualitas mutu beton juga mengalami penurunan.Sifat material kertas yang ada dalam campuran adukan papercrete hanya berfungsi sebagai bahan filler atau pengisi saja tanpa memberikan daya dukung yang baik terhadap sifat penetrasi dan permeabilitas beton pada campuran adukan papercrete.Kondisi ini membuktikan bahwa material kertas kurang bagus digunakan sebagai bahan yang disyaratkan dalam pembuatan beton kedap air menurut peraturan dan ketentuan yang berlaku.Papercrete hanya dipergunakan untuk keperluan non-struktural seperti partisi untuk dinding, pengganti bahan paving block, panel untuk dinding dan juga sumur resapan yang terbuat dari material ringan dan ramah lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menguji papercrete dengan umur lebih dari 28 hari, mengingat reaksi cepat antara kertas dan bahan beton lainnya; (2) Mengadakan penelitian terhadap penambahan zat aditif yang sesuai dengan sifat dan karakteristik papercrete untuk mengurangi penyerapan air oleh bahan kertas; (3) Mengembangkan metode pengujian penetrasi dan permeabilitas yang lebih stabil, dengan memperhatikan kenaikan tekanan sesuai ketentuan setiap kali terjadi penurunan air akibat rembesan. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas papercrete sebagai material ramah lingkungan untuk keperluan non-struktural, serta mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penggunaan beton konvensional.

Read online
File size649.59 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test