UM SURABAYAUM SURABAYA
AGREGATAGREGATBeton dalam penggunaannya menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan yang disebabkan oleh material semen yang merupakan bahan pengikat beton. Produksi semen menyumbang sekitar 8% emisi CO2 Global, selain itu pengelolaan limbah di Indonesia yang kurang baik berakibat buruk bagi lingkungan dan menimbulkan polusi. Untuk mengurangi masalah tersebut, penelitian pemanfaatan eco-friendly material sebagai pengganti semen pada beton SCC (Self Compacting Concrete) untuk beton kuat tekan awal tinggi merupakan salah satu solusi yang baik. Sebagai alternatif, penggunaan CaCO3 dan limbah kalsium karbida (CAC2) yang merupakan limbah hasil pembakaran karbida yang bertujuan untuk mengurangi jumlah semen sehingga karbon dioksida yang dihasilkan lebih sedikit dan penggunaan limbah B3 PLTU yaitu Bottom Ash sebagai pengganti pasir untuk mengurangi biaya agregat halus. Penelitian beton SCGC ini menggunakan target kuat tekan lebih dari 15 MPa pada umur 1 hari yang mengacu pada perhitungan mix design dengan asumsi kuat tekan umur 28 hari sebesar 62,1 MPa dengan pembatasan penggunaan semen sebesar 350 Kg/m3. Penggunaan CaCO3 dan limbah kasium karbida (CaC2) sebegai cement subtitution serta Bottom Ash sebagai fine aggregate subtitution. Hasil penelitian juga menunjukkan peningkatan efektivitas dalam pengurangan penggunaan semen 350 Kg/m3 dengan beton SCC normal K-600 sebagai perbandingan serta terbukti dapat meningkatkan kuat tekan awal pada umur 1 hari dengan memanfaatkan kandungan CaO yang tinggi pada eco-friendly material yang berperan pada reaksi pertama campuran yang berefek pada kuat tekan awal serta peran Silicate Oxide (SiO2) yang berefek pada kuat tekan pertengahan beton SCGC ini. Ketercapaian beton SCGC dalam mengurangi emisi CO2 tanpa mengabaikan kuat tekan yang dihasilkan, yaitu dibuktikan dengan kuat tekan 15 MPa tepat dapat dicapai dalam waktu 1 hari dan efektivitas produksi emisi CO2 yang dihasilkan Beton SCGC memberikan perbedaan signifikan sebesar 26,58% jika dibandingan dengan beton SCC normal K-600.
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah.Peningkatan kuat tekan yang terbukti ditunjukan pada hasil penelitian bahwa SCGC 04 w/b 0,33 dengan komposisi bahan semen 350 kg/m3 dapat mencapai kuat tekan 15,14 mpa dalam 1 hari (24 jam), dengan perhitungan kuat tekan rencana pada umur 28 hari mencapai 62,1 MPa (99,1%).Selain peran material alternatif sebagai cement substitute hal tersebut dicapai karena penggunaan superplasticizer sebagai water reducer sehingga dengan sedikit water content dapat dicapai kuat tekan yang direncanakan namun hal tersebut akan berpengaruh pada workability beton sehingga harus dilakukan penyesuaian lanjutan.Dalam penelitian SCGC ini membuktikan bahwa penggunaan substitusi semen dengan memanfaatkan material alternatif yang memiliki kandungan CaO tinggi akan meningkatkan kuat tekan yang diperoleh karena peran CaO pada kedua material tersebut berpengaruh pada meningkatnya pengikatan semen (Calcium Silicate Hydrate) berhasil bereaksi dengan sangat baik.dapat menyentuh titik maksimalnya, dengan kemampuan workability beton SCGC itu sendiri, sehingga pengaruh pada hasil kuat tekan yang diperoleh dapat didasarkan pada tes slump flow nya, dalam penelitian ini workability beton SCGC yang optimal mendapatkan slump flow yang berkisar antara 550 mm sampai 650 mm.Kinerja beton SCGC yang optimal mendapatkan slump flow yang berkisar antara 550 mm sampai 650 mm.Dengan semen yang dibatasi sebesar 350 kg/m3, Cement substitute dari CaCO3 sangat berperan aktif meningkatkan kuat tekan awal beton dan juga sebagai filler pada beton.Pada penelitian lainnya CaCO3 juga berperan dalam pengurangan emisi karbon dioksida.Bottom Ash dengan ukuran partikel yang kecil ini, terbukti dapat difungsikan sebagai sand subtitude dan juga sebagai filler.Dalam penelitian ini penggunaannya dapat lebih optimal setelah dilakukan penghalusan pada material bottom ash sebelum digunakan sebagai campuran beton.Penggunaan limbah karbit sebagai binder content memberikan dampak kontribusi yang sangat baik pada banyak aspek.Dari sisi lingkungan, penggunaan material ini dapat mengurangi limbah karbit dan juga berpotensi mengurangi emisi karbon dari penggunaan semen portland.Selain itu, dari segi ekonomi, penggunaan limbah ini juga dapat mengurangi biaya akhir dari beton karena kita mensubtitusi penggunaan semen portland dan menggantinya dengan limbah karbit yang dapat diperoleh secara gratis dari tempat pembuangan limbah.Selain itu, dari segi sosial, penggunaan limbah ini sebagai bahan campuran beton dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah, dan dapat menunjukkan kepada dunia, bahwa limbah khususnya limbah karbit, merupakan bahan yang masih berguna dan dapat berpengaruh pada lingkungan.Pada Life Cycle Analysis (LCA), dilakukan perhitungan manual produksi carbon dioxide emissions dengan membandingkan beton LCGC dengan beton SCC normal K-600 berdasarkan data emission unit Grbes tahun 2015, diperoleh hasil peningkatan keefektifan dalam pengurangan emisi karbon dioksida sebesar 26,58% lebih baik, yang mana pengurangan emisi karbon merupakan parameter bahwa semakin rendah emisi karbon, maka semakin baik pula kualitas lingkungan hidup/ LCA nya.Pada perhitungan Life Cycle Cost (LCC), Rekapitulasi menunjukkan bahwa pada perhitungan harga beton SCGC lebih besar Rp.674,00 dibanding dengan Beton SCC normal K-600 akan tetapi jika melihat dari manfaat yang diberikan seperti.Peningkatan kuat tekan beton 1 hari 2.Serta pemanfaatan limbah B3 maka nilai tersebut layak untuk dipertimbangkan sebagai bentuk konkrit menjaga lingkungan, keberlanjutan dan mendukung infrastruktur hijau.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: 1. Mengembangkan inovasi beton SCGC dengan fokus pada peningkatan kualitas dan kemampuan kerja beton, serta mengoptimalkan penggunaan bahan ramah lingkungan. 2. Melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas reaksi kimia dalam inovasi kuat tekan awal tinggi, khususnya dalam menguji angka pengurangan emisi dan optimalisasi penggunaan bahan limbah. 3. Meneliti lebih dalam tentang ekuivalensi dan stabilitas kesesuaian reaksi kimia untuk mendapatkan hasil yang konsisten pada setiap pengujian. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan dan peningkatan kualitas beton SCGC, serta mengoptimalkan penggunaan bahan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan meningkatkan keberlanjutan infrastruktur hijau.
- Effect of Calcium Carbonate Replacement on Workability and Mechanical Strength of Portland Cement Concrete... doi.org/10.4028/scientific.net/amr.1115.137Effect of Calcium Carbonate Replacement on Workability and Mechanical Strength of Portland Cement Concrete doi 10 4028 scientific amr 1115 137
- Use of Ground Calcium Carbonate for Self-compacting Concrete Development based on Various Water Content... opencivilengineeringjournal.com/VOLUME/16/ELOCATOR/e187414952208180Use of Ground Calcium Carbonate for Self compacting Concrete Development based on Various Water Content opencivilengineeringjournal VOLUME 16 ELOCATOR e187414952208180
| File size | 472.36 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Saat ini, Beton ringan (lightweight concrete) untuk panel dinding banyak diminati oleh masyarakat untuk pekerjaan konstruksi bangunan karena ringan, pemasangannyaSaat ini, Beton ringan (lightweight concrete) untuk panel dinding banyak diminati oleh masyarakat untuk pekerjaan konstruksi bangunan karena ringan, pemasangannya
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan campuran Consol SG 0,3% nilai t hitung < t tabel (0. 13 < 2,093) dan nilai Sign (0,990 > 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga padaSedangkan campuran Consol SG 0,3% nilai t hitung < t tabel (0. 13 < 2,093) dan nilai Sign (0,990 > 0,05), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga pada
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil analisis koefisien permeabilitas paling kecil pada benda uji KSP 111 sebesar 2,13505 x 10-7 m/dt dan paling besar pada benda uji KSP 311 senilaiHasil analisis koefisien permeabilitas paling kecil pada benda uji KSP 111 sebesar 2,13505 x 10-7 m/dt dan paling besar pada benda uji KSP 311 senilai
UM SURABAYAUM SURABAYA Penyelidikan tanah dilakukan untuk mendapatkan data tentang sifat-sifat teknis tanah, yang selanjutnya digunakan untuk bahan pertimbangan dalam keperluanPenyelidikan tanah dilakukan untuk mendapatkan data tentang sifat-sifat teknis tanah, yang selanjutnya digunakan untuk bahan pertimbangan dalam keperluan
UM SURABAYAUM SURABAYA Waktu pelaksanaan rumah M-System lebih cepat 267% daripada waktu pelaksanaan rumah material bata ringan dan plat lantai ringan. Rencana anggaran pekerjaanWaktu pelaksanaan rumah M-System lebih cepat 267% daripada waktu pelaksanaan rumah material bata ringan dan plat lantai ringan. Rencana anggaran pekerjaan
UM SURABAYAUM SURABAYA Dengan bantuan GIS (Geographic Information System), informasi seperti hasil pengujian tanah di lapangan dapat dipadukan dengan informasi lainnya sepertiDengan bantuan GIS (Geographic Information System), informasi seperti hasil pengujian tanah di lapangan dapat dipadukan dengan informasi lainnya seperti
UM SURABAYAUM SURABAYA Elemen elastomer menunjukkan ketangguhan tinggi terhadap pembebanan siklik, namun degradasi lebih disebabkan faktor lingkungan. Dengan pendekatan desainElemen elastomer menunjukkan ketangguhan tinggi terhadap pembebanan siklik, namun degradasi lebih disebabkan faktor lingkungan. Dengan pendekatan desain
UM SURABAYAUM SURABAYA Temuan ini menjadi dasar penetapan prioritas rehabilitasi. (1) perbaikan segera pada sebelas panel pelat lantai dua yang mengalami overstress berat, (2)Temuan ini menjadi dasar penetapan prioritas rehabilitasi. (1) perbaikan segera pada sebelas panel pelat lantai dua yang mengalami overstress berat, (2)
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Analisis harga perkejaan bekisting, analisis koofisien pemakaian kayu dan lama sewa perancah non-zonasi dan zonasi. hasil yang didapat dari Analisis data,Analisis harga perkejaan bekisting, analisis koofisien pemakaian kayu dan lama sewa perancah non-zonasi dan zonasi. hasil yang didapat dari Analisis data,
UM SURABAYAUM SURABAYA Ini terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Hasilnya mengindikasikan bahwa keberadaanIni terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Hasilnya mengindikasikan bahwa keberadaan
UM SURABAYAUM SURABAYA Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan benda uji balok yang berjumlah 10 buah. AgregatUntuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian secara eksperimental di laboratorium dengan menggunakan benda uji balok yang berjumlah 10 buah. Agregat
UM SURABAYAUM SURABAYA Tingkat implementasi TKDN dalam proyek Lanjutan (MPP) Kabupaten Pulang Pisau telah berjalan dengan baik, terbukti dari nilai TKDN sebesar 79,95% yang jauhTingkat implementasi TKDN dalam proyek Lanjutan (MPP) Kabupaten Pulang Pisau telah berjalan dengan baik, terbukti dari nilai TKDN sebesar 79,95% yang jauh