UM SURABAYAUM SURABAYA
AGREGATAGREGATThe Quantity Take Off (QTO) process plays a vital role in preparing construction cost estimates. However, conventional methods, which are still widely used in Indonesia particularly in Self Managed projects often result in volume deviations and require longer processing time. This study investigates the application of Building Information Modeling (BIM) using Autodesk Revit for QTO in the construction of an eight-story hospital project carried out through self-management. This project is under construction. A quantitative experimental method was employed by comparing the QTO results of concrete and reinforcement in major structural elements from both approaches. The findings indicate that the average deviation for concrete volume was 1.21%, while the average deviation for steel reinforcement was 1.75%. The highest concrete deviation occurred in shear walls (3.70%) due to differences in volume calculation for openings and elevation variations, whereas the highest reinforcement deviations were found in columns (2.72%) and beams (2.63%) as the conventional approach tends to simplify reinforcement details such as lengths, splices, and bends. The study concludes that BIMbased QTO is not only technically more reliable but also addresses the limitations of human resources in Self Managed projects. Therefore, adopting BIM is strongly recommended as a digital transformation strategy for more efficient quantity management in infrastructure projects in Indonesia.
This study demonstrates that the application of Building Information Modeling (BIM) using Autodesk Revit for the Quantity Take Off (QTO) process in an eight-story Self Managed hospital construction project provides more efficient, accurate, and transparent results compared to conventional methods.The research highlights the benefits of automated material quantity calculations through 3D modeling, particularly relevant for projects with limited workforce.The findings indicate acceptable deviations of 1.75% for reinforcement weight, reinforcing BIMs role as a strategic solution for enhancing the performance of Self Managed construction projects.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan untuk memperluas pemahaman dan penerapan BIM dalam proyek konstruksi swakelola di Indonesia. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi dampak penerapan BIM terhadap aspek lain dari manajemen proyek, seperti penjadwalan, pengendalian biaya, dan manajemen risiko, untuk mendapatkan gambaran komprehensif tentang manfaat BIM secara keseluruhan. Kedua, studi komparatif perlu dilakukan dengan membandingkan kinerja BIM pada berbagai jenis proyek swakelola, termasuk proyek infrastruktur, bangunan komersial, dan perumahan, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan menyesuaikan strategi implementasi BIM sesuai dengan karakteristik proyek yang berbeda. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan BIM yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja lokal, khususnya dalam proyek swakelola yang seringkali memiliki keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, sehingga dapat mempercepat adopsi BIM dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di industri konstruksi Indonesia.
| File size | 465.47 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SV negatif pada mayoritas periode pengamatan, serta pemborosan biayaHasil penelitian menunjukkan bahwa proyek mengalami keterlambatan jadwal dengan nilai SV negatif pada mayoritas periode pengamatan, serta pemborosan biaya
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hal itu, penulis melakukan analisis kinerja dan manajemen Bundaran ITS Kota Surabaya dengan cara melakukan survei penelitian dan pengolahanBerdasarkan hal itu, penulis melakukan analisis kinerja dan manajemen Bundaran ITS Kota Surabaya dengan cara melakukan survei penelitian dan pengolahan
UM SURABAYAUM SURABAYA Selain itu, dilakukan analisis distribusi kontribusi kerusakan per kelas pembebanan untuk memperoleh gambaran sensitivitas komponen terhadap variasi intensitasSelain itu, dilakukan analisis distribusi kontribusi kerusakan per kelas pembebanan untuk memperoleh gambaran sensitivitas komponen terhadap variasi intensitas
UM SURABAYAUM SURABAYA Rekomendasi peningkatan kapasitas mencakup perubahan tipe jalan dari 4/2 T menjadi 5/2 TT, penambahan jumlah lajur hingga 3 lajur pada arah simpang 4 danRekomendasi peningkatan kapasitas mencakup perubahan tipe jalan dari 4/2 T menjadi 5/2 TT, penambahan jumlah lajur hingga 3 lajur pada arah simpang 4 dan
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batuPengujian laboratorium dilakukan menggunakan pasir besi dari Pantai Kerakat dan pasir pantai dari Pantai Malimbu, sedangkan agregat kasar dan abu batu
UM SURABAYAUM SURABAYA Data yang digunakan meliputi survei lalu lintas, pertumbuhan penduduk, kondisi tanah dasar, serta struktur perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melaluiData yang digunakan meliputi survei lalu lintas, pertumbuhan penduduk, kondisi tanah dasar, serta struktur perkerasan eksisting. Analisis dilakukan melalui
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai TKDN proyek mencapai 79,95%, yang terdiri dari kontribusi jasa tenaga kerja sebesar 100% dan kontribusiHasil penelitian menunjukkan bahwa total nilai TKDN proyek mencapai 79,95%, yang terdiri dari kontribusi jasa tenaga kerja sebesar 100% dan kontribusi
UM SURABAYAUM SURABAYA Dari penyebaran kusioner terhadap 26 responden dapat disimpulkan bahwa 3 faktor utama penyebab keterlambatan proyek gedung hotel di Sidoarjo, KeterlambatanDari penyebaran kusioner terhadap 26 responden dapat disimpulkan bahwa 3 faktor utama penyebab keterlambatan proyek gedung hotel di Sidoarjo, Keterlambatan
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Maka perlu adanya perlakuan dan tindakan yang harus ditanggung oleh pengembang dalam rangka meminimalkan akibat yang terjadi dari pembangunan apartemenMaka perlu adanya perlakuan dan tindakan yang harus ditanggung oleh pengembang dalam rangka meminimalkan akibat yang terjadi dari pembangunan apartemen
UM SURABAYAUM SURABAYA Penggunaan bahan tambah campuran Consol SG sebesar 0,2% dapat meningkatkan kuat tekan beton dari beton normal 30,36 MPa menjadi 31,13 MPa (naik 2,54%).Penggunaan bahan tambah campuran Consol SG sebesar 0,2% dapat meningkatkan kuat tekan beton dari beton normal 30,36 MPa menjadi 31,13 MPa (naik 2,54%).
UM SURABAYAUM SURABAYA Dari hasil pengujian diperoleh campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 22,57 MPa dan kuat lentur (fs) 36,33Dari hasil pengujian diperoleh campuran beton yang menggunakan Pasir Tangkiling mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 22,57 MPa dan kuat lentur (fs) 36,33
UM SURABAYAUM SURABAYA Salah satu program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur adalah program Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salahSalah satu program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur adalah program Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tersebar di seluruh Indonesia yang salah