UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN

Sulesana: Jurnal Wawasan KeislamanSulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Kajian filsafat tidak lepas dari pembahasan mengenai manusia. Sebeb, manusia adalah penentu mengenai kebaikan dan keburukan penilaian manusia lain. Dalam hal nilai dalam filsafat bisa ditemui dalam cabang filsafat yaitu aksiologi. Aksiologi adalah cabang ilmu filsafat yang membahas mengenai nilai, dengan kata lain aksiologi adalah bidang filsafat yang menjelaskan pengaplikasian suatu ilmu pengetahuan yang bernilai baik buruknya sesuatu hasil dari pengetahuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan yaitu menekankan pada berbagai literatur-literatur yang sesuai dengan objek yang dikaji. Aksiologi dalam pandangan islam menyatakan bahwa agama melahirkan ilmu pengetahuan. Sehingga ilmu bisa dikatakan bagian dari agama itu sendiri, karena nabi Muhammad Saw mewajibkan manusia untuk mencari ilmu. Dan tujuan dari agama adalah mencari ridha dan kebenaran dari Allah SWT. Ilmu adalah bagian dari islam dan fungsi ilmu adalah memberi petunjuk, solusi, sebagai pembebas dari kebodohan. Ilmu pengetahuan melahirkan nilai,etika dan estetika, sementara agama islam sebagai paying untuk kelahiran ontologi, epistimologi, dan aksiologi.

Aksiologi, sebagai cabang filsafat yang membahas nilai, sangat penting dalam perkembangan peradaban dan tidak terlepas dari etika.Dalam perspektif Islam, ilmu pengetahuan harus berlandaskan moral dan etika yang bersumber dari agama untuk menyempurnakan akhlak manusia.Filsafat Islam, dengan cakupan fisik, sistematis, dan metafisik, menawarkan khazanah ilmu yang lebih kaya dibandingkan filsafat Barat yang hanya berfokus pada fisik dan sistematis.

Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang , namun masih banyak ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Salah satu arah penelitian yang menarik adalah dengan melakukan studi empiris untuk mengidentifikasi bagaimana prinsip-prinsip aksiologi Islam, khususnya etika dan moral, secara konkret diimplementasikan dalam berbagai profesi atau lembaga pendidikan di Indonesia. Misalnya, bagaimana seorang ilmuwan Muslim mengintegrasikan nilai-nilai ilahiah dalam proses penelitian ilmiahnya atau bagaimana keputusan etis diambil dalam praktik bisnis yang berlandaskan syariah. Selain itu, penting juga untuk menganalisis secara lebih detail perbandingan antara aksiologi Islam dengan pendekatan aksiologi Barat dalam menghadapi isu-isu kontemporer seperti etika kecerdasan buatan, bioetika, atau keberlanjutan lingkungan, untuk menunjukkan kekuatan dan keunikan perspektif Islam dalam menawarkan solusi yang holistik. Terakhir, berdasarkan konsep bahwa ilmu tidak bebas nilai dan bersumber dari wahyu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model kurikulum pendidikan yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai-nilai aksiologis Islam ke dalam mata pelajaran sains dan teknologi, sehingga dapat menumbuhkan kesadaran etis dan moral pada generasi muda sejak dini, tidak hanya dalam pemahaman teori tetapi juga dalam penerapannya sehari-hari.

Read online
File size155.42 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test