UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN

Sulesana: Jurnal Wawasan KeislamanSulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Pokok masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep ? Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan filosofis. Selanjutnya metode analisis data yang dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: metode deskriptif, content analisis, dan metode interpretasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Camus menganggap manusia itu absurd, kehidupan ini tidak jelas, tidak ada tujuan dalam kehidupan. Bagi Camus, absurditas itu adanya ketidakpastian antara pikiran manusia dan realitas, manusia selalu memikirkan konsep kehidupan tetapi konsep ini tidak sesuai dengan realitas di luar. Perasaan absurd muncul karena manusia mencari pemahaman yang lengkap mengenai dunia yang tidak dapat dipahami. Manusia merindukan kebenaran universal sedangkan dunia hanya misteri, sehingga Camus menganggap kehidupan ini absurditas. Menurut Camus, kita tidak boleh lari dari kehidupan absurd tersebut, sebab lari dalam kehidupan adalah pecundang. Baginya kehidupan yang absurd harus dilawan dengan memaknai kehidupan sendiri dan melakukan pemberontakan. Penulis mengharapkan dengan penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperluas wacana mengenai makna kehidupan dan absurditas manusia.

Camus menganggap manusia dan kehidupan ini absurd, ditandai oleh ketidakjelasan, ketiadaan tujuan, dan ketidaksesuaian antara pikiran manusia dengan realitas yang tidak dapat dipahami.Absurditas muncul dari pencarian pemahaman lengkap dalam dunia yang misterius, di mana kebenaran universal sulit ditemukan.Untuk mengatasi absurditas, Camus menolak bunuh diri sebagai solusi, sebaliknya menyarankan manusia untuk melawannya dengan memaknai hidup sendiri dan melakukan pemberontakan.

Penelitian ini telah berhasil menguraikan konsep absurditas manusia dalam pandangan Albert Camus, serta tawaran solusinya melalui penerimaan makna hidup personal dan pemberontakan. Untuk memperkaya pemahaman dan aplikasi filsafat ini, studi lanjutan dapat meninjau lebih dalam relevansi pemikiran Camus dalam konteks modern. Misalnya, bagaimana konsep absurditas dapat menjelaskan krisis eksistensial yang melanda individu di tengah arus informasi digital yang tak berkesudahan atau tekanan masyarakat konsumeris saat ini? Ini dapat mencakup analisis bagaimana pemberontakan dan upaya menciptakan makna personal ala Camus diwujudkan dalam gerakan sosial kontemporer atau pencarian identitas di era disrupsi. Selain itu, sebuah studi komparatif akan sangat berharga untuk menempatkan solusi Camus dalam dialog dengan perspektif lain, seperti pendekatan psikologi positif dalam menghadapi ketidakpastian hidup, atau respons budaya non-Barat terhadap pertanyaan makna eksistensi. Pertanyaan penelitian dapat difokuskan pada perbedaan dan persamaan efektivitas pemberontakan Camus dengan konsep resiliensi atau stoicisme dalam mengelola ketidakselarasan antara harapan manusia dan realitas dunia. Terakhir, sangat penting untuk mengeksplorasi potensi keterbatasan atau implikasi etis dari konsep pemberontakan ini. Misalnya, apakah terdapat batasan moral atau praktis saat menerapkan gagasan pemberontakan dalam menghadapi berbagai bentuk ketidakadilan, atau bagaimana konsep ini dapat beradaptasi tanpa mengarah pada nihilisme atau isolasi sosial? Penelitian masa depan dapat mempertimbangkan studi kasus dari individu atau kelompok yang telah secara sadar mengadopsi prinsip-prinsip Camus untuk menilai efektivitasnya dalam memupuk kehidupan yang bermakna.

Read online
File size271.74 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test