UNPARUNPAR

Sustainability Accounting JournalSustainability Accounting Journal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, kompetensi manajemen, dan pemanfaatan Teknologi Finansial terhadap kinerja keuangan Koperasi CU Betang Asi. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang tersedia pada basis data Koperasi CU Betang Asi. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda menggunakan perangkat lunak EViews 13. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan kompetensi manajemen tidak memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan. Sementara itu, variabel pemanfaatan Teknologi Finansial menunjukkan pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan. Implikasi teoretis dari penelitian ini adalah bahwa hasilnya mendukung konsep bahwa Technology Acceptance Model (TAM) berdampak pada efisiensi dan efektivitas operasional, sehingga memengaruhi kinerja keuangan. Implikasi praktis dari penelitian ini meliputi peningkatan pemanfaatan Teknologi Finansial, reorientasi pelatihan manajemen dengan fokus pada literasi digital, serta penilaian efektivitas kinerja manajer dalam hal kemampuan beradaptasi terhadap inovasi dan teknologi.

Tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Koperasi CU Betang Asi, meskipun pendidikan tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan dan kepercayaan publik.Kompetensi manajemen juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, kemungkinan karena dominasi faktor eksternal yang membuat dampak faktor internal ini relatif kecil.Sebaliknya, pemanfaatan Financial Technology terbukti berpengaruh signifikan dan positif, menunjukkan bahwa adopsi teknologi dapat meningkatkan efisiensi, aksesibilitas layanan, dan pengelolaan keuangan koperasi.

Mengingat temuan penelitian ini yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan kompetensi manajemen belum memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan Koperasi CU Betang Asi, sedangkan pemanfaatan FinTech berperan krusial, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam aspek-aspek ini. Pertama, perlu diinvestigasi lebih lanjut faktor-faktor yang secara spesifik mendorong atau menghambat penerimaan dan pemanfaatan FinTech di kalangan anggota koperasi, melampaui persepsi kegunaan dan kemudahan. Misalnya, bagaimana tingkat kepercayaan anggota terhadap teknologi baru, literasi digital yang berbeda antar generasi, atau pengaruh sosial dari komunitas setempat membentuk adopsi FinTech dan pada gilirannya memengaruhi kinerja keuangan. Hal ini penting karena paper ini menyebutkan nilai-nilai kearifan lokal dan kedekatan sosial. Kedua, mengingat keterbatasan variabel independen dalam menjelaskan kinerja keuangan, penelitian mendatang dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi, seperti budaya organisasi yang kuat, inovasi produk layanan non-FinTech, strategi adaptasi terhadap perubahan regulasi pemerintah, atau bahkan dampak faktor makroekonomi terhadap kesehatan finansial koperasi. Ketiga, untuk menguji generalisasi temuan, studi replikasi dapat dilakukan pada koperasi atau Credit Union di berbagai wilayah geografis yang memiliki karakteristik sosial-ekonomi dan tingkat adopsi teknologi yang berbeda. Selain itu, investigasi mendalam mengenai *mengapa* tingkat pendidikan dan kompetensi manajemen tidak signifikan pada Koperasi CU Betang Asi—misalnya, apakah ada mekanisme pengganti seperti pengalaman praktis, integritas moral, atau sistem pendidikan internal koperasi yang lebih dominan—akan memberikan pemahaman kontekstual yang lebih kaya. Penelitian lanjutan ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif atau studi kasus komparatif untuk menjelaskan fenomena yang kompleks ini secara holistik, sehingga rekomendasi kebijakan dapat disusun lebih akurat demi keberlanjutan koperasi di era digital.

Read online
File size512.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test