STPI PAJAKSTPI PAJAK

Journal of Tax and BusinessJournal of Tax and Business

Manajemen Rumah Sakit Berkelanjutan (Sustainability Hospital Management) mengintegrasikan aspek (ESG) dalam pengelolaan rumah sakit untuk mencapai efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, dan pengelolaan limbah yang lebih baik. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan target Net-Zero Emission 2050, rumah sakit berperan penting dalam memperbaiki kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Konsep Green Hospital, yang merupakan implementasi nyata dari manajemen rumah sakit berkelanjutan, fokus pada penggunaan energi terbarukan, pengelolaan limbah ramah lingkungan, serta penerapan bangunan hijau. Studi menunjukkan bahwa penerapan teknologi efisiensi energi seperti sistem manajemen energi gedung (BEMS) dan pencahayaan LED dapat menurunkan konsumsi energi hingga 30%, mengurangi biaya operasional rumah sakit, dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Prinsip ESG mengarah pada tanggung jawab sosial yang lebih besar dan juga meningkatkan daya tarik investasi tata kelola yang transparan, yang berkelanjutan. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan dana dan rendahnya kesadaran manajerial, sejumlah rumah sakit di Indonesia dan dunia ini dengan hasil yang telah berhasil mengimplementasikan prinsip-prinsip signifikan. Dalam konteks Indonesia, penerapan Roadmap Green Hospital Indonesia 2030–2050 diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengurangi jejak karbon rumah sakit dan memperkuat sistem kesehatan nasional yang lebih berkelanjutan.

Penerapan Sustainability Hospital Management merupakan langkah strategis untuk mengatasi perubahan iklim dan mencapai target Net‑Zero Emission 2050, dengan rumah sakit berperan sebagai entitas sosial‑lingkungan yang krusial.Integrasi dimensi ESG serta strategi Green Hospital—yang mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan bangunan hijau—menuntut sinergi kebijakan, inovasi teknologi, dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan untuk menurunkan emisi karbon, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mengoptimalkan biaya operasional.Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi nasional, insentif fiskal, serta mekanisme sertifikasi dan pembiayaan hijau guna mempercepat transformasi rumah sakit Indonesia menjadi sistem kesehatan yang berkelanjutan.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi (1) efektivitas kebijakan insentif fiskal nasional dalam mempercepat adopsi teknologi energi terbarukan pada rumah sakit skala menengah, dengan menggunakan desain eksperimen kuasi‑eksperimental untuk mengukur penghematan energi dan dampak ekonomi; (2) pengembangan model evaluasi multi‑kriteria berbasis indikator ESG yang dapat menilai kinerja keberlanjutan rumah sakit secara holistik, termasuk dimensi sosial seperti kesejahteraan tenaga medis dan partisipasi komunitas, serta menguji validitas model melalui studi kasus lintas provinsi; serta (3) analisis longitudinal dampak implementasi sistem Building Energy Management System (BEMS) terhadap emisi karbon, kualitas udara indoor, dan kepuasan pasien, dengan pendekatan panel data selama minimal lima tahun untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan dan hambatan operasional. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah bagi pembuat kebijakan, manajer rumah sakit, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan strategi berkelanjutan yang terukur dan berkelanjutan.

Read online
File size185.12 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test