MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH
PUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahPUTIH: Jurnal Pengetahuan Tentang Ilmu dan HikmahKajian tentang relasi sains dan al-Quran melahirkan perkembangan baru dalam dunia tafsir al-Quran. Hal tersebut ditandai dengan maraknya beberapa penafsiran ulama yang berusaha menyesuaikan penemuan-penemuan ilmiah dengan keterangan-keterangan al-Quran. Namun di tengah-tengah berkembangnya kajian tersebut, terdapat beberapa ulama yang enggan mengaitkan persoalan ilmu pengetahuan dengan uraian kandungan al-Quran. Salah seorang di antaranya ialah Sayyid Qutb. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran Sayyid Qutb terhadap QS. al-Muminun [23]:12-14 yang mengandung uraian tentang proses penciptaan dan perkembangan manusia. Jenis dari penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kepustakaan dengan model penelitian deskriptif analitis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, pertama, pembahasan awal Qutb mengenai ayat ini memberikan keterangan bahwa keteraturan dari proses penciptaan dan pertumbuhan manusia menunjukkan bukti adanya suatu kesengajaan penciptaan, sehingga keterangan sebagian ilmuwan ketiadaan pencipta amat tidak berdasar. Kedua, dalam penjelasan ayat 12 terdapat kecenderungan Qutb untuk tidak mengaitkan keterangan al-Quran dengan teori-teori ilmiah. Ketiga, keterangan kalimat Kami akan menjadikannya makhluk yang berbeda pada ayat 14 mengindikasikan adanya isyarat peniupan roh yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki karakter khas yang amat jauh berbeda dengan makhluk yang lain seperti binatang. Pada akhirnya, uraian-uraian Qutb dalam tafsirnya terlihat kental dengan nuansa spiritual dan teologis. Walaupun ayat ini pada dasarnya berisi tentang isyarat-isyarat kawniyyah, tetapi Qutb terlihat menggiringnya kepada aspek-aspek spiritual untuk memberikan kesadaran akan kemahakuasaan Allah dalam aspek penciptaan manusia.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa Sayyid Qutb memiliki penekanan dalam menafsirkan QS.Pertama, pembahasan awal Qutb mengenai ayat ini memberikan keterangan bahwa keteraturan dari proses penciptaan dan pertumbuhan manusia menunjukkan bukti adanya suatu kesengajaan penciptaan, sehingga keterangan sebagian ilmuwan ketiadaan pencipta amat tidak berdasar.Kedua, dalam penjelasan ayat 12 terdapat kecenderungan Qutb untuk tidak mengaitkan keterangan al-Quran dengan teori-teori ilmiah.Hal tersebut dikarenakan teori ilmiah senantiasa mengalami perkembangan terus-menerus seiring munculnya metode yang lebih mutakhir dapat membantah atau membatalkan teori yang dianggap mapan sebelumnya.Ketiga, keterangan kalimat Kami akan menjadikannya makhluk yang berbeda pada ayat 14 mengindikasikan adanya isyarat peniupan roh yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki karakter khas yang amat jauh berbeda dengan makhluk yang lain seperti binatang.Pada akhirnya, uraian-uraian Qutb dalam tafsirnya terlihat kental dengan nuansa spiritual dan teologis.Walaupun ayat ini pada dasarnya berisi tentang penjelasan kawniyyah, tetapi Qutb terlihat menggiringnya kepada aspek-aspek spiritual untuk memberikan kesadaran akan kemahakuasaan Allah dalam aspek penciptaan manusia.
Penelitian ini telah menunjukkan bahwa ayat-ayat yang mengandung pembahasan ilmu pengetahuan, di tangan seorang mufasir tertentu, dapat menghasilkan nuansa teologis dan spiritual yang kental. Namun demikian, boleh jadi juga terdapat rahasia-rahasia lain dari ayat-ayat semacam itu jika ditinjau dengan pendekatan berbeda. Dengan demikian, ini menjadi peluang bagi para peneliti yang hendak mengkaji ayat-ayat bermuatan sains. Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan kajian komparatif antara penafsiran Sayyid Qutb dengan penafsiran ulama lainnya terhadap ayat-ayat yang mengandung pembahasan ilmu pengetahuan, untuk melihat perbedaan dan kesamaan pendekatan serta pemahaman mereka. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang aspek-aspek spiritual dan teologis yang terkandung dalam penafsiran Sayyid Qutb, serta implikasinya terhadap pemahaman dan praktik keagamaan.
| File size | 1.42 MB |
| Pages | 23 |
| DMCA | Report |
Related /
ARIPAFIARIPAFI Proses pembentukan karakter dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain keteladanan kyai dan ustaz, pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari, sertaProses pembentukan karakter dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain keteladanan kyai dan ustaz, pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari, serta
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mujahadah yang dilakukan seorang Sufi tidak bertentangan dengan garis-garis syariat. Alasannya, apabila sampaiHasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mujahadah yang dilakukan seorang Sufi tidak bertentangan dengan garis-garis syariat. Alasannya, apabila sampai
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Jenis penelitian ini adalah kepustakaan dan metode yang digunakan adalah induktif komparatif sementara pendekatan yang digunakan adalah fikih dan tasawuf.Jenis penelitian ini adalah kepustakaan dan metode yang digunakan adalah induktif komparatif sementara pendekatan yang digunakan adalah fikih dan tasawuf.
MAHADALYALFITHRAHMAHADALYALFITHRAH Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang berbeda ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bahwa dialog antara kedua tradisi iniPenelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang berbeda ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan bahwa dialog antara kedua tradisi ini
UIN SUSKAUIN SUSKA Pengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah danPengembangan PAUD berbasis pesantren dapat dilakukan melalui pemilihan guru dari alumni pesantren, penyusunan kurikulum kolaboratif antara pemerintah dan
UNPARUNPAR Arus kas bebas tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap hubungan antara pertumbuhan perusahaan dan kebijakanArus kas bebas tidak berpengaruh terhadap kebijakan utang. Profitabilitas tidak berpengaruh terhadap hubungan antara pertumbuhan perusahaan dan kebijakan
UPI YAIUPI YAI Metodologi yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penyebaran terhadap 120 wisatawan dan 59 akomodasi. HasilMetodologi yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan penyebaran terhadap 120 wisatawan dan 59 akomodasi. Hasil
UPI YAIUPI YAI Lingkugan kerja segala sesuatu yang ada disekitar kita (karyawan) bekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas sehari-hari. KesejahteraanLingkugan kerja segala sesuatu yang ada disekitar kita (karyawan) bekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kesejahteraan
Useful /
UADUAD faktor fisik, faktor mekanik, faktor ergonomi, faktor psikososial, faktor listrik, dan faktor biologi. Diketahui tindakan atau prosedur dalam upaya pengendalianfaktor fisik, faktor mekanik, faktor ergonomi, faktor psikososial, faktor listrik, dan faktor biologi. Diketahui tindakan atau prosedur dalam upaya pengendalian
ITBMITBM Pendekatan budidaya terintegrasi lebih efektif dibandingkan monokultur maupun polikultur sederhana dalam meningkatkan kelangsungan hidup ikan kakap putihPendekatan budidaya terintegrasi lebih efektif dibandingkan monokultur maupun polikultur sederhana dalam meningkatkan kelangsungan hidup ikan kakap putih
ITBMITBM Fermentasi dilakukan menggunakan Lactobacillus sp. dan Saccharomyces cerevisiae selama lima hari dalam kondisi anaerob pada suhu 35°C. Rancangan acakFermentasi dilakukan menggunakan Lactobacillus sp. dan Saccharomyces cerevisiae selama lima hari dalam kondisi anaerob pada suhu 35°C. Rancangan acak
UNTAG SMDUNTAG SMD Hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara modal psikologi dan keterikatan kerja. Sebanyak 133 karyawan yang bekerja di PerusahaanHipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara modal psikologi dan keterikatan kerja. Sebanyak 133 karyawan yang bekerja di Perusahaan