UBUB

TEMATEMA

Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan langkah perbaikan yang dilakukan oleh BPKAD Kota Kediri terkait dengan upaya peningkatan kualitas pelaporan nilai asset tetap di sisi neraca yang selama ini masih terkendala dengan adanya permasalahan selisih nilai asset tetap antara bidang asset dengan seksi akuntansi.

BPKAD sebagai leading sector pengelolaan asset daerah, termasuk untuk melakukan pengendalian internal asset daerah, sebisa mungkin mengoptimalkan langkah perbaikan sebagai upaya untuk meminimalkan resiko terjadinya penyimpangan yang bisa saja terjadi dalam pengelolaan asset tetap milik daerah.Namun dalam implementasinya masih ditemukan kelemahan yang berdampak pada penerapan tindakan yang belum optimal, kesemuanya bermuara pada masih lemahnya fungsi koordinasi yang dijalankan oleh BPKAD.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat aktivitas mendasar dalam pengendalian asset tetap yang belum berjalan sebagaimana mestinya, seperti belum lengkapnya identifikasi masing-masing asset tetap, belum jelasnya fungsi otorisasi pengelola asset, belum tersedianya SOP pengelolaan asset tetap, dan masih lemahnya pengawasan atas asset tetap oleh baik pengelola asset maupun pihak inspektorat sebagai aparat pengawas internal.Kondisi ini ditambah dengan masih belum terbentuknya jaringan komunikasi dan informasi yang baik antara SKPD dengan Inspektorat dalam tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK.Komunikasi yang baik tentu perlu diterapkan oleh pemerintah Kota Kediri sebagai input dalam proses perbaikan pengendalian internal atas asset tetap.Pada akhirnya optimalnya komitmen dari kepala daerah dalam mendukung upaya perbaikan pengendalian asset memegang peran dominan dalam pencapaian perbaikan kualitas laporan keuangan pada sisi neraca yang memang menampilkan nilai asset tetap di dalamnya.Hal tersebut merujuk pada literatur-literatur pengendalian internal yang menguraikan bahwa komitmen pimpinan merupakan pondasi utama untuk membangun sistem pengendalian internal yang memadai juga baik.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan beberapa hal terkait dengan penelitian selanjutnya, yaitu pengembangan jenis penelitian serupa pada objek yang berbeda, mengingat bahwa masalah pengelolaan asset tetap masih menjadi salah satu penyebab utama buruknya kualitas laporan keuangan instansi pemerintah daerah. Kemudian terkait dengan pemerintah Kota Kediri sebagai lokasi penelitian, disarankan untuk melakukan perbaikan dalam tata kelola asset tetap, terutama pada proses pengendalian internal mendasar, seperti: kelengkapan identitas asset, penetapan SOP pengelolaan asset tetap dan optimalisasi pengawasan internal atas pengelolaan asset tetap oleh APIP, serta keikutsertaan walikota sebagai pihak yang melakukan monitoring melalui sekretaris daerah. Serta BPKAD selaku koordinator pengeloaan asset daerah disarankan untuk melakukan pemutahiran data asset tetap yang dikuasi oleh pemerintah Kota Kediri, melakukan penilaian asset tetap secara berkelanjutan, dan memberikan pendidikan maupun pelatihan dan insentif untuk meningkatkan kinerja aparatur daerah.

Read online
File size755.13 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test