UICUIC

MuqaddimahMuqaddimah

Meningkatnya kasus perceraian dini menunjukkan adanya ketidaksiapan membangun rumah tangga, yang berdampak pada disintegrasi keluarga dan kerentanan sosial umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ijtihad sosial dalam menanggapi persoalan tersebut melalui pendekatan pembaruan instrumen hukum keluarga Islam. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan analisis kualitatif terhadap literatur fiqh dan kebijakan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ijtihad sosial dapat diwujudkan melalui penguatan edukasi pranikah, pendampingan psikospiritual, serta peningkatan peran lembaga keagamaan dalam mencegah dan menangani konflik rumah tangga. Dengan demikian, ijtihad sosial tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga mendorong langkah-langkah praksis yang berorientasi pada tashih al-usrah (perbaikan keluarga) dan hifz al-nasl (pelestarian keturunan).

Penelitian ini menyimpulkan bahwa meningkatnya perceraian dini mengindikasikan kurangnya kesiapan suami istri dalam membangun rumah tangga, yang berujung pada disintegrasi keluarga.Ijtihad sosial dapat menjadi pendekatan penting dalam mengatasi masalah ini melalui pembaruan instrumen hukum keluarga Islam.Penguatan edukasi pranikah, pendampingan psikospiritual, dan peran lembaga keagamaan terbukti relevan dalam mencegah dan menangani konflik rumah tangga.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai efektivitas berbagai model edukasi pranikah dalam meningkatkan kesiapan mental dan emosional calon pengantin, dengan mempertimbangkan perbedaan latar belakang sosial budaya dan tingkat pendidikan. Kedua, studi komparatif mengenai peran pendampingan psikospiritual dalam menyelesaikan konflik keluarga di berbagai denominasi agama dapat memberikan wawasan baru tentang pendekatan yang lebih inklusif dan efektif. Ketiga, penelitian tentang optimalisasi peran lembaga keagamaan dalam memberikan layanan konseling dan mediasi keluarga, termasuk pengembangan kurikulum pelatihan bagi penyuluh agama, perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menekan angka perceraian di Indonesia, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis bukti.

  1. MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERCERAIAN | Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum. sosial perceraian... journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_risalah/article/view/12839MEDIA SOSIAL DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERCERAIAN Al Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum sosial perceraian journal uin alauddin ac index php al risalah article view 12839
  2. Islamic Family Counseling to Enhance Family Harmony in the Modern Era | International Journal of Religious... doi.org/10.64529/bcwzfn76Islamic Family Counseling to Enhance Family Harmony in the Modern Era International Journal of Religious doi 10 64529 bcwzfn76
  3. BIMBINGAN PRANIKAH UNTUK MENGURANGI PERKARA PERCERAIAN (studi Penelitian Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan... ojs.unimal.ac.id/index.php/jimfh/article/view/6006BIMBINGAN PRANIKAH UNTUK MENGURANGI PERKARA PERCERAIAN studi Penelitian Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan ojs unimal ac index php jimfh article view 6006
  4. Strategi Bimbingan Konseling Islami dalam Membina Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda | Ainara Journal (Jurnal... journal.ainarapress.org/index.php/ainj/article/view/807Strategi Bimbingan Konseling Islami dalam Membina Rumah Tangga Bagi Pasangan Muda Ainara Journal Jurnal journal ainarapress index php ainj article view 807
  5. Pemikiran Al Syatibi Dalam Pembaharuan Hukum Islam | Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia. pemikiran... doi.org/10.31004/jpion.v4i1.332Pemikiran Al Syatibi Dalam Pembaharuan Hukum Islam Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia pemikiran doi 10 31004 jpion v4i1 332
Read online
File size264.82 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test