ANTISPUBLISHERANTISPUBLISHER
Journal of Learning on History and Social SciencesJournal of Learning on History and Social SciencesObjektif: Karya tari Menuju Piring Terakhir merupakan perenungan kembali memori kolektif Minangkabau di era kontemporer yang berupaya mengeksplorasi kontradiksi antara status tinggi yang dinikmati perempuan Minangkabau sebagai Bundo Kanduang dan otonomi mereka yang terbatas atas tubuh mereka sendiri. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana tubuh menjadi situs negosiasi budaya yang secara simbolis diwujudkan dalam kaitannya dengan objek rapuh, seperti piring yang merupakan penyampai simbolis nilai-nilai leluhur dan memori kolektif. Menggabungkan Penelitian Berbasis Praktik (PBR) dan koreografi eksperimental, investigasi ini meninjau pengetahuan yang terwujud dalam proses kreatif, suatu perubahan dari penahanan menuju pembebasan; sebuah rekonstruksi identitas. Hasil: Piring, yang tampak utuh namun rapuh secara inheren, berfungsi sebagai metafora status budaya perempuan: dijaga dan dihormati tetapi rentan terhadap tekanan. Menginjak piring, menyaksikan pecahnya, dan mengumpulkan pecahannya menjadi tindakan performatif kontemplasi alih-alih penghancuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pecahnya piring terakhir merupakan klimaks resistensi emosional, dan pengumpulan pecahannya menandakan upaya untuk merajut kembali identitas yang hancur berkeping-keping. Kebaruan: Ini membantu memperjelas posisi tari kontemporer sebagai lokus kritis tradisi, gender, dan perwujudan.
Studi ini menemukan bahwa karya tari Menuju Piring Terakhir menggambarkan paradoks perempuan Minangkabau antara kemuliaan simbolis Bundo Kanduang dan keterbatasan otonomi atas tubuh mereka, menggunakan piring sebagai metafora warisan budaya yang rapuh.Melalui penelitian berbasis praktik dan koreografi eksperimental, tindakan menginjak dan memecahkan piring menjadi resistensi fisik terhadap batasan opresif, menghasilkan pengetahuan baru.Pengumpulan pecahan piring melambangkan perjalanan menuju identitas yang lebih jujur dan mandiri, menunjukkan bahwa seni dapat menjadi sarana kuat bagi perempuan untuk merebut kembali narasi dan makna diri mereka.
Penelitian selanjutnya dapat memperluas pemahaman kita tentang bagaimana seni tari kontemporer berinteraksi dengan isu-isu sosial yang kompleks. Pertama, akan sangat berharga untuk mendalami bagaimana berbagai lapisan masyarakat, baik di dalam maupun di luar budaya Minangkabau, menginterpretasikan dan merespons pertunjukan tari seperti Menuju Piring Terakhir. Penelitian ini bisa menyelidiki apakah ada perbedaan signifikan dalam pemahaman simbolisme piring pecah dan ekspresi tubuh penari antara generasi tua, pemuda, atau kelompok audiens dengan latar belakang budaya yang berbeda, serta bagaimana interpretasi ini mungkin memengaruhi pandangan mereka tentang peran dan otonomi perempuan dalam masyarakat. Ide ini tidak hanya melihat persepsi, tetapi juga menganalisis potensi dampak sosial dan diskusi yang muncul setelah pertunjukan. Kedua, mengingat fokus pada objek simbolik piring, studi komparatif dapat mengeksplorasi bagaimana masyarakat adat lain di Indonesia atau Asia Tenggara, yang juga memiliki paradoks serupa terkait status perempuan, menggunakan simbol atau objek budaya khas mereka dalam bentuk seni pertunjukan kontemporer. Pertanyaan yang menarik adalah, apakah ada pola universal dalam cara perempuan di berbagai budaya menggunakan tubuh dan simbol untuk menegosiasikan identitas dan tantangan yang mereka hadapi? Ketiga, penting untuk meninjau lebih jauh dampak personal dari proses kreatif ini terhadap para penari itu sendiri. Bagaimana pengalaman menginkarnasi konflik antara tradisi dan otonomi melalui gerakan tubuh memengaruhi kesehatan mental, identitas diri, dan rasa keberdayaan mereka? Studi kualitatif mendalam terhadap para penari bisa memberikan wawasan tentang potensi tari sebagai alat terapi atau pemberdayaan yang melampaui sekadar pertunjukan artistik, membuka jalan bagi aplikasi metodologi serupa dalam konteks pendidikan atau pengembangan komunitas.
- The “Jock Body” and the Social Construction of Space: The Performance and Positioning of... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1206331210365288The AuJock BodyAy and the Social Construction of Space The Performance and Positioning of journals sagepub doi 10 1177 1206331210365288
- Society - Universitas Bangka Belitung - Indonesia. hybrid identity performance symbol transgender santri... doi.org/10.33019/society.v8i1.167Society Universitas Bangka Belitung Indonesia hybrid identity performance symbol transgender santri doi 10 33019 society v8i1 167
| File size | 202.11 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSOJS Hasil tes pasca menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan menulis, keterbacaan, kontrol motorik, dan pemahaman membaca, dengan sebagian besarHasil tes pasca menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan menulis, keterbacaan, kontrol motorik, dan pemahaman membaca, dengan sebagian besar
PUSTAKAGALERIMANDIRIPUSTAKAGALERIMANDIRI Permasalahan yang dihadapi mahasiswa meliputi kurangnya pemahaman mendalam terhadap teknik dasar dan terbatasnya praktik langsung dengan pengajar ahli.Permasalahan yang dihadapi mahasiswa meliputi kurangnya pemahaman mendalam terhadap teknik dasar dan terbatasnya praktik langsung dengan pengajar ahli.
OJSOJS Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bersumber dari analisis dokumen dan literatur, pemanfaatan ICT meningkatkan kesempatanDengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bersumber dari analisis dokumen dan literatur, pemanfaatan ICT meningkatkan kesempatan
OJSOJS Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran seni musik disarankan untuk diperkuat sebagai bagian integral dalam pembinaan karakter di sekolah. Pendidikan diOleh karena itu, kegiatan pembelajaran seni musik disarankan untuk diperkuat sebagai bagian integral dalam pembinaan karakter di sekolah. Pendidikan di
ISI DPSISI DPS Di SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusanDi SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusan
IDJOURNALIDJOURNAL Kegiatan ini juga menghasilkan peta masalah lingkungan dan rencana tindak lanjut yang disepakati bersama. Program ini diharapkan dapat direplikasi padaKegiatan ini juga menghasilkan peta masalah lingkungan dan rencana tindak lanjut yang disepakati bersama. Program ini diharapkan dapat direplikasi pada
MARKANDEYABALIMARKANDEYABALI Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui pelatihan seni tari. Anak-anak di Desa Yangapi sangat antusias dalam belajar menari.Pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini, salah satunya melalui pelatihan seni tari. Anak-anak di Desa Yangapi sangat antusias dalam belajar menari.
PROVISIPROVISI Hal ini mengindikasikan model LSTM memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena tingkat kesalahan prediksi yang cukup kecil. Hasil analisis menunjukkanHal ini mengindikasikan model LSTM memiliki tingkat akurasi yang tinggi karena tingkat kesalahan prediksi yang cukup kecil. Hasil analisis menunjukkan
Useful /
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Sumber daya listrik pada gardu induk berasal dari sebuah pembangkit atau dari gardu induk lain. (2) Rel (busbar) merupakan bahan atau peralatan yang beradaSumber daya listrik pada gardu induk berasal dari sebuah pembangkit atau dari gardu induk lain. (2) Rel (busbar) merupakan bahan atau peralatan yang berada
STTNISTTNI Secara teologis, migrasi merupakan kairós yang menantang Gereja untuk meneguhkan martabat manusia, keadilan, dan solidaritas sebagai bagian integral dariSecara teologis, migrasi merupakan kairós yang menantang Gereja untuk meneguhkan martabat manusia, keadilan, dan solidaritas sebagai bagian integral dari
IDJOURNALIDJOURNAL Desa Sokkolia di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan. Namun, pengembangan kapasitasDesa Sokkolia di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, merupakan wilayah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan. Namun, pengembangan kapasitas
UADUAD Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode dekstriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 5 SMA NegeriJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode dekstriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 5 SMA Negeri