PROVISIPROVISI

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASIJURNAL TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten kekerasan dalam video game terkait dengan faktor situasional dan faktor yang terdiri dari jenis kelamin, usia, motivasi agresi pribadi, dan kepribadian agresif serta apakah hal tersebut memengaruhi perilaku agresif berdasarkan Model Agresi Umum (GAM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan pengambilan sampel secara acak berstrata proporsional dengan target siswa SMA di kota Batam. Pada metode kuantitatif, diperoleh sebanyak 400 responden, sedangkan pada metode kualitatif terdapat 30 responden. Metode analisis data yang digunakan dimulai dengan uji kualitas data, yaitu uji outlier, uji validitas, dan uji reliabilitas, kemudian uji regresi terdiri dari uji normalitas, uji F, uji T, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, uji R dan R2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada metode kuantitatif faktor motivasi agresi dan kepribadian agresif memengaruhi perilaku agresif, sementara hasil yang diperoleh dari metode kualitatif hanya menunjukkan bahwa faktor motivasi agresi memengaruhi perilaku agresif.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pada metode kuantitatif, jenis kelamin, usia, dan intensitas bermain video game tidak berpengaruh terhadap perilaku agresif siswa SMA di Kota Batam yang memainkan video game dengan konten kekerasan.Hanya motivasi agresi dan kepribadian agresif yang terbukti berpengaruh.Sementara itu, metode kualitatif menunjukkan bahwa hanya motivasi agresi yang memengaruhi perilaku agresif.Dengan demikian, munculnya perilaku agresif lebih disebabkan oleh motivasi remaja terhadap konten kekerasan dan sifat mental individu.

Penelitian lanjutan sebaiknya memperluas cakupan sumber terkait video game dan perilaku agresif untuk mengidentifikasi variabel-variabel lain yang mungkin berpengaruh. Selain itu, perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai mekanisme bagaimana konten kekerasan dalam video game memicu motivasi agresi pada remaja, termasuk peran faktor-faktor psikologis dan sosial. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai intervensi, seperti program pendidikan atau pelatihan keterampilan sosial, dalam mengurangi dampak negatif video game kekerasan terhadap perilaku agresif remaja. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan kelompok remaja yang terpapar video game kekerasan dengan kelompok kontrol yang tidak terpapar, serta mengukur perubahan perilaku agresif setelah intervensi diberikan. Dengan demikian, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan efektif untuk mencegah perilaku agresif pada remaja.

  1. You Could Have Just Asked: The Perception of Motivations to Play Violent Video Games | Kneer | Studies... doi.org/10.11114/smc.v6i2.3389You Could Have Just Asked The Perception of Motivations to Play Violent Video Games Kneer Studies doi 10 11114 smc v6i2 3389
  2. JIK: JURNAL ILMU KOMUNIKASI UPN Veteran Yogyakarta. pengaruh terpaan adegan kekerasan game sikap agresifitas... doi.org/10.31315/jik.v11i3.3807JIK JURNAL ILMU KOMUNIKASI UPN Veteran Yogyakarta pengaruh terpaan adegan kekerasan game sikap agresifitas doi 10 31315 jik v11i3 3807
  3. Kecanduan Game Online pada Remaja: Dampak dan Pencegahannya | Novrialdy | Buletin Psikologi. kecanduan... journal.ugm.ac.id/buletinpsikologi/article/view/47402Kecanduan Game Online pada Remaja Dampak dan Pencegahannya Novrialdy Buletin Psikologi kecanduan journal ugm ac buletinpsikologi article view 47402
Read online
File size406.92 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test