Tel-UTel-U

KALATANDA : Jurnal Desain dan Media KreatifKALATANDA : Jurnal Desain dan Media Kreatif

Indonesia memiliki potensi pariwisata yang beragam, terutama dalam sektor pariwisata budaya. Desa wisata, sebagai bagian dari pariwisata budaya, berperan penting dalam melestarikan warisan budaya lokal dan meningkatkan perekonomian lokal. Desa Wisata Lamajang, yang terletak di Kabupaten Bandung, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata budaya, khususnya melalui Kampung Adat Cikondang. Namun, Kampung Adat Cikondang masih kurang dikenal oleh masyarakat luas, terutama oleh generasi muda. Penelitian ini berfokus pada perancangan atribut merek untuk Kampung Adat Cikondang sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan daya tarik destinasi ini, terutama bagi generasi Z di Bandung. Dengan bekerja sama dengan Traveloka sebagai mitra, penelitian ini bertujuan untuk merancang elemen visual yang kuat seperti logo, maskot, supergrafis, tagline, dan signage. Melalui strategi promosi yang efektif, diharapkan Kampung Adat Cikondang dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal luas dan diminati oleh wisatawan, terutama generasi muda.

Penelitian ini menghasilkan strategi promosi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan daya tarik Kampung Adat Cikondang, khususnya bagi generasi Z.Perancangan atribut merek, meliputi logo, maskot, supergrafis, tagline, dan signage, menjadi dasar untuk menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah diingat.Kolaborasi dengan Traveloka sebagai platform promosi diharapkan dapat memperluas jangkauan dan menarik minat wisatawan, terutama melalui fitur Traveloka Xperience.Dengan demikian, Kampung Adat Cikondang berpotensi menjadi destinasi wisata yang populer dan berkontribusi pada pelestarian budaya lokal.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas atribut merek yang dirancang dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kampung Adat Cikondang, dengan membandingkan data sebelum dan sesudah implementasi strategi promosi. Kedua, studi mendalam mengenai preferensi visual dan perilaku wisatawan generasi Z dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain atribut merek dan strategi promosi yang lebih relevan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan strategi pemasaran digital yang lebih inovatif, seperti pemanfaatan media sosial dan influencer marketing, untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan engagement. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan dan berdaya saing, serta berkontribusi pada pelestarian warisan budaya lokal.

Read online
File size2.06 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test