ISBIISBI

Pascasarjana ISBI Bandung Conference SeriesPascasarjana ISBI Bandung Conference Series

Suatu kegiatan budaya tentu memiliki tujuan dan karakteristik. Untuk mencapai tujuannya tersebut, para pelakunya memerlukan inovasi, kreativitas, dan improvisasi yang terencana dengan baik dan benar. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil objek Perang Tomat, dengan kata lain Rempug Tarung Adu Tomat. Dengan modal inovasi dalam menanggulangi masalah, kegiatan budaya ini diakui masyarakat serta memiliki ciri khas tersendiri. Dalam hal ini, peneliti mengangkat tentang Rempug Tarung Adu Tomat Masyarakat Argrikultur Desa Cikareumbi, Bandung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan masyarakat dengan kebudayaannya terhadap lingkungannya, dalam hal ini sebuah ekosistem sebagai unit analisis. Dalam kajian ini konsep adaptasi menjadi konsep sentral antara manusia dengan kebudayaannya dengan lingkungan alam fisik dimana manusia itu hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dalam hal ini teknik pengumpulan data tersebut dilakukan dengan wawancara mendalam, pengamatan dan studi dokumentasi. Teori yang cocok digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ekologi Budaya.

Penelitian ini mencari hubungan manusia dengan kebudayaannya terhadap lingkungan, dalam hal ini sebuah ekosistem sebagai unit analisis.Objek penelitian ini merupakan suatu kegiatan dari rangkaian acara Ngaruat Bumi yaitu Rempug Tarung adu Tomat.Yang mana dalam pelaksanaannya tidak terlepas dari pemanfaatan lingkungan (ekosistem) disekitar masyarakatnya tinggal.Beberapa aspek pendukungnya mulai dari tekhnologi, eksploitasi, dan pemanfaatan lingkungan kawasan sekitar menjadikan inovasi masyarakat untuk melestarikan aspek budaya sebagai sarana melestarikan kebudayaannya dan sarana mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.Hal tersebut dapat diartikan bahwa manusia dan lingkungan (ekosistem) tidak bisa dipisahkan.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak sosial-ekonomi dari Rempug Tarung Adu Tomat terhadap masyarakat Cikareumbi, termasuk bagaimana kegiatan ini berkontribusi pada pendapatan dan kesejahteraan lokal. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis mendalam mengenai peran Rempug Tarung Adu Tomat dalam melestarikan pengetahuan tradisional terkait pertanian tomat dan praktik-praktik agrikultur berkelanjutan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana Rempug Tarung Adu Tomat dapat dimanfaatkan sebagai media pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem lokal. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana tradisi budaya dapat menjadi kekuatan positif dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Read online
File size467.55 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test