STAINUSANTARASTAINUSANTARA

Jurnal Ikhtibar NusantaraJurnal Ikhtibar Nusantara

Penelitian ini menganalisis integrasi etis Kecerdasan Buatan (AI) dalam pendidikan melalui perspektif filosofis Thomas Aquinas, menjawab ketegangan antara efisiensi teknologi dan nilai-nilai humanistik. Meskipun AI meningkatkan pembelajaran personalisasi dan aksesibilitas (misalnya platform adaptif seperti Khan Academy), ia berisiko mendegradasi unsur kemanusiaan dengan mengabaikan empati dan keadilan. Melalui analisis filosofis kualitatif dan tinjauan literatur sistematis, penelitian ini mengkaji prinsip Aquinas tentang hukum alam, etika kebajikan, dan telos (tujuan) untuk merumuskan kerangka yang menyeimbangkan inovasi AI dengan pendidikan moral. Temuan menunjukkan bahwa penekanan Aquinas pada akal budi, pembentukan karakter, dan keadilan sosial selaras dengan kebutuhan modern untuk mengurangi risiko AI, seperti pelanggaran privasi data dan berkurangnya interaksi manusia. Studi menyimpulkan bahwa AI harus melengkapi, bukan menggantikan, peran pendidik, dengan kebijakan yang memprioritaskan pelatihan etika, akses inklusif, dan kurikulum berbasis kebajikan Aquinas (keadilan, empati). Sintesis ini menawarkan pendekatan holistik untuk memastikan AI menjadi alat penguatan nilai kemanusiaan dalam pendidikan.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan menawarkan potensi yang sangat besar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran.AI mampu memberikan personalisasi pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa, memberikan umpan balik yang cepat dan akurat, serta mempermudah pengelolaan data akademik.Namun, di balik berbagai manfaat tersebut, muncul tantangan yang kompleks terkait dengan privasi data, kesenjangan akses teknologi, serta risiko depersonalisasi dalam interaksi belajar yang dapat mengurangi nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.memiliki relevansi yang signifikan dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.menekankan pentingnya moralitas, etika, dan pengembangan karakter sebagai elemen utama dalam pendidikan.Dalam konteks modern yang didominasi oleh teknologi, prinsip-prinsip Aquinas, n.dapat dijadikan landasan filosofis untuk memastikan bahwa penerapan AI tidak hanya berfokus pada hasil akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebajikan siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai bagaimana prinsip-prinsip Aquinas dapat diimplementasikan secara konkret dalam desain kurikulum AI untuk pendidikan, termasuk pengembangan indikator keberhasilan yang terukur. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menguji efektivitas program pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Aquinas dalam pembelajaran berbasis AI terhadap peningkatan karakter siswa, seperti empati, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Ketiga, penelitian kualitatif dapat mengeksplorasi persepsi guru dan siswa terhadap penggunaan AI dalam pendidikan, serta tantangan dan peluang yang muncul dalam proses adaptasi terhadap teknologi baru ini. Dengan menggabungkan pendekatan filosofis, kuantitatif, dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara etis dan efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membentuk generasi yang berintegritas.

Read online
File size289.81 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test