DINASTIRESDINASTIRES
Journal of Law, Politic and HumanitiesJournal of Law, Politic and HumanitiesKetidakharmonisan dalam peraturan yang mengatur program magang di Indonesia telah menyebabkan ambiguitas mengenai status hukum peserta magang, yang berakibat pada perlindungan hukum yang lemah dan tidak adanya standar kompensasi yang adil, sehingga berpotensi menimbulkan praktik kerja terselubung. Berdasarkan analisis menggunakan teori keadilan Gustav Radbruch, John Rawls, dan perspektif Critical Legal Studies (CLS), ditemukan bahwa peraturan yang ada, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 63 Tahun 2024, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2025, masih tumpang tindih dan belum menetapkan standar kompensasi yang jelas. Situasi ini bertentangan dengan prinsip keadilan sebagai keadilan dan keadilan substansial karena mengabaikan hak ekonomi peserta magang. Oleh karena itu, diperlukan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum untuk menyatukan ketentuan antarkementerian dan menetapkan Standar Kompensasi Nasional Berdasarkan Upah Minimum (UMP), dengan skema 25% UMP untuk magang kurikuler, 40% untuk magang non-kurikuler, dan 50% untuk lulusan segar, agar terwujud sistem magang yang adil, adaptif, dan pasti secara hukum.
Berdasarkan temuan penelitian, kerangka regulasi yang mengatur program magang di Indonesia masih menghadapi kesenjangan signifikan akibat kurangnya sinkronisasi antara undang-undang dan peraturan yang ada, serta inkonsistensi dalam implementasi di tingkat praktis.Ketidakharmonisan regulasi ini menciptakan ketidakpastian hukum bagi peserta magang, khususnya terkait pemenuhan hak ekonomi dan perlindungan selama program.Oleh karena itu, diperlukan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai kerangka hukum yang lebih kuat dan komprehensif untuk memastikan implementasi program magang yang adil, pasti secara hukum, dan bermanfaat secara proporsional.Dengan semakin meningkatnya komitmen pemerintah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui kebijakan magang, pemerintah harus memprioritaskan formulasi Perpres mengenai implementasi program magang nasional.Dengan adanya Perpres ini, semua ketentuan yang saat ini tersebar dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dapat terintegrasi dalam kerangka hukum yang koheren dan harmonis.Integrasi ini akan memungkinkan implementasi program magang di Indonesia menjadi lebih efektif, adil, dan sah secara hukum.
Untuk mengatasi kesenjangan regulasi dan praktik yang berbeda antara pelatihan magang yang asli dan kerja terselubung, diperlukan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai kerangka hukum tertinggi yang mengatur implementasi program magang nasional. Perpres ini akan secara komprehensif memastikan terwujudnya prinsip keadilan sosial. Melalui Perpres, pemerintah dapat menegaskan beberapa prinsip kunci, yaitu: Harmonisasi Regulasi Antar Kementerian, Standarisasi Hak dan Kewajiban Peserta Magang, Standar Kompensasi Nasional Berdasarkan Upah Minimum (UMP), Kepastian Hukum Status Peserta Magang, dan Mekanisme Pengawasan dan Sanksi. Dengan menerapkan prinsip-prinsip keadilan sosial yang dicari oleh John Rawls, sistem hukum yang mengatur magang di Indonesia dapat diterapkan. Ini berarti bahwa kebijakan magang tidak hanya dianggap sebagai alat ekonomi atau pendidikan, tetapi juga sebagai sarana untuk mendistribusikan kesempatan secara merata dan melindungi hak sosial generasi muda. Selain itu, penerapan tiga nilai hukum Gustav Radbruch, yaitu keadilan (Gerechtigkeit), kepraktisan (Zweckmäßigkeit), dan kepastian hukum (Rechtssicherheit), secara seimbang dalam regulasi magang nasional akan membuat program magang menjadi lebih adil dan adil.
- Analisis Internship Bagi Peningkatan Kompetensi Mahasiswa | Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan. analisis... doi.org/10.37641/jimkes.v8i3.340Analisis Internship Bagi Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan analisis doi 10 37641 jimkes v8i3 340
- Urgensi Hak Buruh dalam Kebijakan Pengupahan | Politika Progresif : Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora.... doi.org/10.62383/progres.v2i1.1339Urgensi Hak Buruh dalam Kebijakan Pengupahan Politika Progresif Jurnal Hukum Politik dan Humaniora doi 10 62383 progres v2i1 1339
| File size | 411.67 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
ASIANPUBLISHERASIANPUBLISHER Ushul Fiqh memberikan pedoman aplikatif dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer, seperti pengentasan kemiskinan dan distribusi kekayaan. PendekatanUshul Fiqh memberikan pedoman aplikatif dalam menghadapi tantangan ekonomi kontemporer, seperti pengentasan kemiskinan dan distribusi kekayaan. Pendekatan
ARSHMEDIAARSHMEDIA Strategi integrasi efektif dilakukan melalui pendekatan kontekstual, tematik, dan reflektif. Artikel ini berkontribusi pada penguatan kerangka pedagogisStrategi integrasi efektif dilakukan melalui pendekatan kontekstual, tematik, dan reflektif. Artikel ini berkontribusi pada penguatan kerangka pedagogis
ADPEBIADPEBI Sentralisasi politik yang berlebihan telah mengikis otonomi regional dan fiskal negara bagian, sehingga menghambat kemampuan mereka dalam merancang danSentralisasi politik yang berlebihan telah mengikis otonomi regional dan fiskal negara bagian, sehingga menghambat kemampuan mereka dalam merancang dan
DINASTIRESDINASTIRES Untuk mengatasi kompleksitas ini dan menyeimbangkan kepentingan nasional dengan persaingan bisnis yang sehat, diperlukan empat langkah reformasi strategis.Untuk mengatasi kompleksitas ini dan menyeimbangkan kepentingan nasional dengan persaingan bisnis yang sehat, diperlukan empat langkah reformasi strategis.
IBRAHIMYIBRAHIMY Selain itu, transparansi dan pemberian ganti rugi yang proporsional harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakatSelain itu, transparansi dan pemberian ganti rugi yang proporsional harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengacu pada maqashid syariah ImamData dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengacu pada maqashid syariah Imam
UMPOUMPO Penelitian ini bertujuan untuk memahami internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Metode penelitian menggunakan deskriptifPenelitian ini bertujuan untuk memahami internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sanggar Belajar Sentul Malaysia. Metode penelitian menggunakan deskriptif
LITERASISAINSLITERASISAINS Dari teori pemikiran ekonominya pun Umer Chapra sangat mengedepankan intensitas moral menjadi hal terpenting untuk diperhitungkan. Sebab moralitas merupakanDari teori pemikiran ekonominya pun Umer Chapra sangat mengedepankan intensitas moral menjadi hal terpenting untuk diperhitungkan. Sebab moralitas merupakan
Useful /
DINASTIRESDINASTIRES Penelitian ini menganalisis perbedaan mendasar antara sistem hukum common law dan civil law dalam menanggapi tanggung jawab pidana untuk kejahatan siberPenelitian ini menganalisis perbedaan mendasar antara sistem hukum common law dan civil law dalam menanggapi tanggung jawab pidana untuk kejahatan siber
DINASTIRESDINASTIRES Menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan legislasi, konseptual, komparatif, dan filosofis, penelitian ini memanfaatkan sumber-sumberMenggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan legislasi, konseptual, komparatif, dan filosofis, penelitian ini memanfaatkan sumber-sumber
DINASTIRESDINASTIRES Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan, melalui analisis putusan pengadilan yangPenelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan, melalui analisis putusan pengadilan yang
IBRAHIMYIBRAHIMY Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis studi kasus insiden insider trading pada platform berbasis blockchain dan mengevaluasi kerangkaDengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis studi kasus insiden insider trading pada platform berbasis blockchain dan mengevaluasi kerangka