UTPUTP

Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and CounselingCounsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling

Lansia merupakn salah satu fase dimanan akan dialami setiap manusia. Keadaan tersebut akan terlihat ketika telah mencapai usia di atas 60 tahun keatas. Dengan melihat kondisi tersebut dapat di pastika bahwa terdapatnya permaslahan yang di alami oleh lansia, Khususnya berhubungan dengan berkurangya efetifitas fisik untuk pengoptimalan dalam beraktifitas. selain itu juga, dengan keadaan tersebut menimbulkan kurangnya penerimaan dimasyarakat, sehingga lansia akan merasakan kuranya di hargai seperti selayaknya manusia pada fase sebelumnya. keadaan tersebut akan sangatlah dibutukan dengan adanya suatu keadilan sosial (social justicte). Dengan adanya sosial justice, lansia akan mendapatkan distribusi dan keadilan yang akan menjadikan lebih baik untuk mendapatkan hak pengakuan. oleh karenanya konselor sebagai seorang yang dapat memberikan sosial justice terhadap lansia dalam suatu lingkup populasi khusus, memiliki tugas untuk memberikan pendidikan keadilan dan peranan penting dalam menciptakan suatu pribadi yang memiliki kapasitas dan dapat terpenuhinya hak-haknya dalam pengakuan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Lansia mengalami penurunan fisik dan psikologis yang berimplikasi pada berkurangnya hak dan pengakuan sosial.Konselor multikultur dapat memberikan pendidikan social justice untuk memperkuat kapasitas lansia dalam menuntut hak-haknya.Dengan intervensi tersebut, distribusi keadilan dan pengakuan hak lansia di lingkungan keluarga dan masyarakat dapat ditingkatkan.

Penelitian kuantitatif untuk mengukur dampak program konseling multikultur berbasis pendidikan social justice terhadap peningkatan rasa diterima dan partisipasi sosial lansia di komunitas lokal. Studi kualitatif yang mengeksplorasi persepsi dan pengalaman lansia terhadap keadilan sosial ketika menggunakan media digital seperti aplikasi seluler atau platform daring dalam proses konseling. Analisis komparatif antar daerah di Indonesia untuk mengidentifikasi variasi budaya yang memengaruhi efektivitas pendekatan konselor multikultur dalam memenuhi hak-hak lansia. Pengembangan model intervensi berbasis pelatihan bagi konselor multikultur yang mengintegrasikan strategi refleksi pribadi dan analisis kritis, diikuti evaluasi longitudinal terhadap perubahan pengetahuan dan sikap konselor serta dampaknya pada kesejahteraan lansia. Penelitian tindakan kelas yang melibatkan lembaga layanan sosial lansia untuk menguji implementasi kurikulum social justice yang adaptif terhadap kebutuhan fisik dan psikologis lansia, dengan tujuan menghasilkan pedoman praktis bagi praktisi.

Read online
File size422.02 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test