STAINUSANTARASTAINUSANTARA
Jurnal Ikhtibar NusantaraJurnal Ikhtibar NusantaraThis study investigates the transformation process of Islamic knowledge and values within Kitab Kuning learning at Dayah Darussalam Lampoh Tuah Grong Grong, focusing on how traditional Islamic educational institutions in Aceh navigate the digital age while maintaining their academic rigour and spiritual core. Across most dayah in Aceh, students are prohibited from using mobile phones, while digital technology access remains limited to educators (asatidz), religious scholars (teungku), and advanced students for educational, administrative, or instructional purposes. Employing a descriptive-qualitative approach supported by fieldwork observations and interviews, this study reveals that digital transformation in dayah education unfolds selectively and value-driven. Technology serves as a supplementary pedagogical resource for teachers rather than a central learning platform for students. Conventional instructional methods including halaqa (study circles), boh bareh (diacritical marking), syarah (interpretive exposition), and muthalaah (self-directed reading) remain the cornerstone of knowledge transmission. Concurrently, digital instruments are utilised to enhance reference materials, boost efficiency, and support educators in content delivery. The restriction on mobile phone usage among students contributes to maintaining discipline, focus, and reverence for knowledge, fostering deep intellectual and spiritual development. Thus, the evolution of Kitab Kuning education within the digital landscape represents an ethical modernisation approach—rooted in Islamic moral principles, humility, and the pursuit of blessed knowledge (barakah al-ilm). This framework demonstrates the endurance and ongoing significance of Acehs dayah institutions as custodians of classical Islamic learning amid rapid global technological advancement.
The transformation of the values and knowledge of the yellow book at the Darussalam Lampoh Tuah Grong Grong Islamic boarding school reflects the adaptive capacity of traditional Islamic educational institutions in Aceh in facing the challenges of the digital era without losing their scientific identity.Amidst the rapid flow of modernisation, dayahs remain steadfast in preserving the values of turats and scientific sanad as their main heritage, while opening limited space for the use of technology to support teaching effectiveness.This approach has given rise to a unique form of learning, namely the integration of classical values and digital innovation within the limits of adab and scientific authority.The limited use of technology among santri (students) is not an obstacle, but rather a pedagogical strategy to maintain the purity of the atmosphere of thalabul ilm (seeking knowledge).The prohibition on bringing and using mobile phones for santri actually strengthens their concentration on learning, fosters discipline, and maintains the spirit of mujahadah and tadhim towards teachers.Meanwhile, teungku, the teachers council, and senior santri are given limited authority to use digital technology to support academic activities, such as searching for book references, preparing teaching materials, and compiling mubahatsah notes.Thus, technology is not present to dominate the dayah education system, but to strengthen the effectiveness of the teachers role in guiding santri.The learning outcomes show that traditional methods such as boh bareh, halaqah, syarah, and muthalaah remain at the core of teaching the yellow book.However, these methods are now enriched by the use of digital resources managed by teachers, such as online books and tafsir applications.This combination makes the learning process more in-depth, focused, and relevant to the current context.Students continue to interact directly with physical books, symbols of the blessings of knowledge, while teachers use digital devices to broaden their scientific horizons and ensure the accuracy of references.It can therefore be concluded that Islamic boarding schools in Aceh, including Dayah Darussalam Lampoh Tuah Grong Grong, have successfully positioned themselves as educational institutions that are deeply rooted in classical values yet remain adaptive to changing times, by placing technology as a servant of knowledge rather than a master of the learning process.This is a tangible form of transformation that not only preserves tradition but also prepares students to become a generation of scholars relevant to the demands of the digital age, without losing spiritual depth and scholarly etiquette.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan teknologi digital terhadap perkembangan spiritual santri di dayah. Apakah penggunaan teknologi secara terbatas dapat meningkatkan atau justru mengurangi kedekatan spiritual santri dengan Allah SWT? Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana teungku dan asatidz di dayah mengintegrasikan nilai-nilai Islam tradisional dengan metode pembelajaran digital. Bagaimana mereka memastikan bahwa teknologi tidak menggerus nilai-nilai keagamaan dan moral yang dijunjung tinggi di dayah? Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan model pembelajaran di dayah-dayah yang berbeda di Aceh, dengan fokus pada bagaimana mereka beradaptasi dengan era digital. Apakah terdapat model-model pembelajaran yang lebih efektif dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas? Dengan menggali lebih dalam pertanyaan-pertanyaan ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana lembaga pendidikan Islam tradisional dapat terus relevan dan berkontribusi positif bagi masyarakat di era digital.
- Digital Da'wah and Religious Authority: A Narrative Review of Islamic Preaching in the Social Media... doi.org/10.61194/ijis.v1i3.591Digital Dawah and Religious Authority A Narrative Review of Islamic Preaching in the Social Media doi 10 61194 ijis v1i3 591
- Deconstructing the Kiai and Santri Relationship: A Critical Review of Power and Cultural Dynamics | Achmadin... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/29573Deconstructing the Kiai and Santri Relationship A Critical Review of Power and Cultural Dynamics Achmadin ejournal uin malang ac index php infopub article view 29573
- PENGEMBANGAN KEILMUAN SANTRI MELALUI SELEKSI AKTIVIS BAHTSUL MASAIL DI MADRASAH HIDAYATUL MUBTADIIN LIRBOYO... doi.org/10.33474/ja.v5i1.20488PENGEMBANGAN KEILMUAN SANTRI MELALUI SELEKSI AKTIVIS BAHTSUL MASAIL DI MADRASAH HIDAYATUL MUBTADIIN LIRBOYO doi 10 33474 ja v5i1 20488
| File size | 344.68 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSBUMSB Based on the discussion above, it can be concluded as follows. The Kitab Kuning Learning Planning at Pesantren Ashabul Kahfi Surantih Pesisir Selatan WestBased on the discussion above, it can be concluded as follows. The Kitab Kuning Learning Planning at Pesantren Ashabul Kahfi Surantih Pesisir Selatan West
UINMADURAUINMADURA Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur kurikulum Pesantren di Madura telah menunjukkan adanya nilai-nilai moderasi beragama, meskipun masih perlu terusPenelitian ini menyimpulkan bahwa struktur kurikulum Pesantren di Madura telah menunjukkan adanya nilai-nilai moderasi beragama, meskipun masih perlu terus
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif korelasional dengan dua variabel bebas (media pembelajaranPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif korelasional dengan dua variabel bebas (media pembelajaran
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP
UNDHARIUNDHARI Selain itu, peran guru sebagai fasilitator diidentifikasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini sejalan dengan prinsip-prinsipSelain itu, peran guru sebagai fasilitator diidentifikasi sebagai faktor penting dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini sejalan dengan prinsip-prinsip
UNDHARIUNDHARI Studi ini merekomendasikan agar materi kosakata dan metode pengajaran di WCA Training School terus dikembangkan dengan menekankan strategi visual dan interaktif,Studi ini merekomendasikan agar materi kosakata dan metode pengajaran di WCA Training School terus dikembangkan dengan menekankan strategi visual dan interaktif,
STITNAFISTABALONGSTITNAFISTABALONG Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumenter. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasiTeknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumenter. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, display data dan verifikasi
UNIDAUNIDA Maka dapat dinyatakan bahwa data hasil posttest berdistribusi normal dan hasil posttest bisa disimpulkan dengan memakai teknik flashcard pada pembelajaranMaka dapat dinyatakan bahwa data hasil posttest berdistribusi normal dan hasil posttest bisa disimpulkan dengan memakai teknik flashcard pada pembelajaran
Useful /
STIKKENDALSTIKKENDAL Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ. Pemberdayaan masyarakatPenelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan akhirussanah TPQ. Pemberdayaan masyarakat
PERADABANPERADABAN Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal, dimana tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih.Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang melebihi ambang batas normal, dimana tekanan darah berada pada angka 130/80 mmHg atau lebih.
UNIDAUNIDA Adapun kemampuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lebih spesifik pada al-Maharah dengan objek atau populasi yang diteliti bertempat di MadrasahAdapun kemampuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah lebih spesifik pada al-Maharah dengan objek atau populasi yang diteliti bertempat di Madrasah
UNIDAUNIDA Guru masih menggunakan kata kerja operasional yang tidak relevan dengan kompetensi dasar yang ada. Diharapkan kedepannya lagi sosialisasi kepada guru dalamGuru masih menggunakan kata kerja operasional yang tidak relevan dengan kompetensi dasar yang ada. Diharapkan kedepannya lagi sosialisasi kepada guru dalam