LAKASPIALAKASPIA

Jurnal Ilmiah Guru MadrasahJurnal Ilmiah Guru Madrasah

Budaya pacaran di kalangan remaja merupakan tantangan serius dalam pembinaan karakter siswa, terutama di sekolah berbasis tahfiz yang mengintegrasikan pendidikan agama dan kurikulum nasional. Fenomena ini menjadi perhatian khusus bagi lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi berakhlak mulia di tengah arus digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi guru dalam mencegah budaya pacaran di lingkungan sekolah tahfiz. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap seluruh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pencegahan dilaksanakan melalui tiga tahap: perencanaan berbasis nilai iffah dan haya, implementasi melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, dan pengawasan sosial, serta penanganan kendala yang mencakup pengaruh media digital dan keterbatasan pengawasan di luar jam sekolah. Studi ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan karakter Islami dan pendekatan pedagogis yang kontekstual dalam membentuk perilaku remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pembinaan karakter yang responsif terhadap tantangan era digital.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi guru dalam mencegah budaya pacaran di SMA Athiyah Banda Aceh dilaksanakan secara terencana, terstruktur, dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam.Proses perencanaan melibatkan integrasi nilai iffah dan haya ke dalam pembelajaran dan pembinaan karakter, baik melalui materi ajar formal maupun kegiatan keagamaan nonformal.Implementasi strategi dilakukan melalui pembiasaan ibadah, keteladanan perilaku guru, dan pengawasan sosial yang konsisten di lingkungan sekolah dan asrama.Namun demikian, guru tetap menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pengawasan terhadap siswa di luar jam sekolah, pengaruh media sosial, dan belum optimalnya integrasi nilai karakter dalam RPP.Selain itu, tantangan juga muncul dari rasio jumlah guru yang tidak sebanding dengan siswa serta resistensi siswa terhadap pendekatan yang terlalu normatif.Secara teoritik, penelitian ini memperkuat relevansi pendekatan karakter Islami berbasis pembiasaan dan keteladanan sebagaimana dikemukakan oleh Lickona dan Bandura.Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembinaan karakter yang responsif terhadap tantangan era digital, khususnya dalam konteks sekolah berbasis tahfiz.Diperlukan inovasi kurikulum dan penguatan kapasitas guru agar strategi pencegahan budaya pacaran dapat dijalankan secara lebih efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efektivitas strategi pencegahan budaya pacaran, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model pembinaan karakter yang responsif terhadap tantangan era digital. Hal ini dapat mencakup inovasi kurikulum yang lebih sistematis dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter Islami, serta penguatan kapasitas guru dalam menerapkan pendekatan komunikatif dan persuasif yang mampu menjangkau dimensi psikologis siswa. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi strategi pengawasan yang lebih efektif terhadap perilaku siswa di luar jam sekolah, khususnya dalam penggunaan teknologi digital. Dengan demikian, strategi pencegahan budaya pacaran dapat dijalankan secara lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Read online
File size280 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test