ISBIISBI

Pascasarjana ISBI Bandung Conference SeriesPascasarjana ISBI Bandung Conference Series

Kotagede merupakan bekas Kerajaan Mataram Kuno yang memiliki potensi wisata dan sejarah. Namun, dari perspektif pariwisata, Kotagede dikenal sebagai kawasan kerajinan perak atau Kota Perak. Citra Kotagede sebagai Kota Perak mengalami penurunan, sehingga jumlah wisatawan yang membeli perak sebagai oleh-oleh berkurang, dan berdampak pada penurunan jumlah pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi segmen pasar aktual kerajinan perak Kotagede dan memetakan segmen pasar potensial. Data dikumpulkan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara dengan pengrajin perak, dan survei kepada konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen pasar perak di Kotagede terdiri dari perempuan, usia 20-30 tahun, wisatawan dari Yogyakarta dan sekitarnya, berprofesi wiraswasta, dan mengunjungi secara individu/kelompok kecil. Segmen pasar potensial meliputi pasangan dan mahasiswa (milenial).

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa segmen pasar kerajinan perak Kotagede saat ini belum bervariasi, didominasi oleh perempuan, usia 20-30 tahun, berasal dari wilayah DIY, Jawa Tengah, dan sekitarnya.Terdapat segmen pasar potensial yang dapat digali lebih lanjut, seperti laki-laki, pelajar, lansia, wisatawan dari seluruh Indonesia dan luar negeri, serta kunjungan dalam rombongan besar.Identifikasi target pasar utama terdiri dari pengunjung perempuan, usia 20-30 tahun, dan pelajar/mahasiswa, yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan strategi pemasaran yang efektif.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti penurunan minat terhadap kerajinan perak di Kotagede, serta keterbatasan dalam pemasaran digital yang diidentifikasi, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model pemasaran digital yang disesuaikan dengan karakteristik konsumen milenial dan generasi Z. Selain itu, perlu dilakukan studi mendalam mengenai preferensi desain kerajinan perak di kalangan wisatawan mancanegara untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Terakhir, penelitian dapat mengkaji potensi kolaborasi antara pengrajin perak dengan desainer lokal untuk menciptakan produk inovatif yang menarik bagi pasar yang lebih luas, sehingga dapat menghidupkan kembali industri kerajinan perak Kotagede dan mempertahankan warisan budaya yang berharga.

Read online
File size569.38 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test