AKPERAKPER

Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana Kesehatan

Anemia pada kehamilan merupakan indikator kesehatan yang buruk. Penyebab utama dari kejadian anemia merupakan asupan makanan yang tidak memadai yang dilatar belakangi dari pendapatan keluara. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan statsu ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil Trimester III di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran.Penelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Puskesma Bernunng. Sampel pada penelitian ini adalah ibu hamil Trimester III yang datang ke Puskesmas Bernung yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah 87 orang. Hasil diperoleh bahwa ada sebanyak 25 orang (61,0 %) ibu yang berpenghasilan < UMP mengalami anemia. Hasil uji statistik chi square menunjukkan bahwa nilai p = 0,005 (p ≤0,05), RP 3,460 (95% CI = 1,421 – 8,425), maka dapat disimpulkan ibu dengan berpenghasilan < UMP meningkatkan kejadian anemia sebesar 3,4 kali dibandingakn dengan ibu dengan berpenghasilan >UMP. Disarankan pada ibu hamil dengan status ekonomi yang berisiko untuk rutin melakukan kunjungan antenatal, mendapatkan pendidikan kesehatan agar dapat mengkomsumsi tablet Fe dan makanan bergizi dengan harga murah.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Bernung Pesawaran.Hasil analisis mengungkapkan bahwa ibu dengan pendapatan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) memiliki risiko terkena anemia 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang berpenghasilan di atas UMP.Hal ini mengindikasikan bahwa faktor ekonomi merupakan determinan kunci dalam prevalensi anemia, sehingga intervensi kesehatan perlu mempertimbangkan aspek kemampuan ekonomi keluarga.

Penelitian selanjutnya bisa memfokuskan pada faktor-faktor yang lebih detail, seperti bagaimana peran pengetahuan gizi seorang ibu dalam mengatasi dampak ekonomi rendah terhadap risiko anemia. Apakah ibu yang berpendidikan lebih baik tetap bisa terhindar dari anemia meskipun penghasilannya minim? Selain itu, penting juga untuk meneliti intervensi yang konkret, seperti pengujian efektivitas program pendampingan yang mengajarkan cara memasak makanan bergizi dengan biaya terjangkau serta kelompok dukungan antar ibu hamil dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Terakhir, untuk gambaran yang lebih lengkap, penelitian bisa menggali faktor sosial lainnya yang tidak hanya pendapatan, misalnya bagaimana pengaruh tingkat pendidikan suami, jarak ke fasilitas kesehatan, dan ketersediaan sayur segar di pasar lokal terhadap kejadian anemia. Dengan meneliti hal ini, diharapkan bisa ditemukan solusi yang lebih holistik dan tepat sasaran untuk mencegah anemia secara proaktif, bukan hanya sekadar menanganinya setelah terjadi.

  1. #bayi lahir rendah#bayi lahir rendah
  2. #lahir rendah bblr#lahir rendah bblr
Read online
File size459.73 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1A9
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test