AKPERAKPER

Jurnal Wacana KesehatanJurnal Wacana Kesehatan

Indonesia merupakan negara dengan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tergolong tinggi meski mengalami penurunan tiap tahunnya. Jumlah AKB yang tinggi salah satunya disebabkan karena Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR). Bayi dengan BBLR adalah keadaan bayi yang baru dilahirkan memiliki berat badan kurang dari 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah ibu perokok pasif. Asap rokok yang dihirup oleh wanita hamil merupakan salah satu yang menyebabkan BBLR pada bayi yang akan dilahirkannya. Pencegahan bayi dengan BBLR dapat diatasi dengan kerjasama dari berbagai pihak yang berada dekat dengan ibu hamil untuk tidak merokok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perokok pasif dengan kejadian BBLR pada bayi baru lahir. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir yang ada di BPM Margiati tahun 2011-2014 dengan jumlah 310 bayi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 44 bayi. Alat pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel dan bivariabel. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Chi Square (×2) dengan Confidence Interval 95% diperoleh nilai ρ-value <0.05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara ibu hamil perokok pasif dengan kejadian bayi BBLR.

Berdasarkan hasil penelitian, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ibu hamil yang terpapar asap rokok pasif dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR).Analisis statistik menunjukkan nilai p < 0,05, namun odds ratio menunjukkan peningkatan risiko dua kali lipat yang tidak mencapai signifikansi.Oleh karena itu, faktor perokok pasif tidak dapat dianggap sebagai determinan utama BBLR pada populasi yang diteliti.

Penelitian selanjutnya sebaiknya menyelidiki hubungan dosis-respons antara intensitas paparan asap rokok pasif dan berat lahir bayi dengan mengukur kadar nikotin atau karbon monoksida secara kuantitatif. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi efek gabungan antara status gizi ibu hamil dan paparan asap rokok pasif terhadap kejadian BBLR, sehingga dapat mengidentifikasi faktor risiko yang saling berinteraksi. Selanjutnya, disarankan dilakukan studi kohort longitudinal yang mengikuti bayi yang terpapar asap rokok in utero hingga usia balita untuk menilai dampak jangka panjang pada perkembangan neurokognitif dan kesehatan umum, yang dapat memberikan gambaran komprehensif tentang konsekuensi eksposur perokok pasif selama kehamilan.

  1. #berat badan lahir#berat badan lahir
  2. #lahir apgar score#lahir apgar score
Read online
File size428.19 KB
Pages7
Short Linkhttps://juris.id/p-1Aa
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test