UNISAPUNISAP

Magnetic: Research Journal of Physics and It’s ApplicationMagnetic: Research Journal of Physics and It’s Application

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada materi Suhu dan Kalor tingkat sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R & D) dengan model prosedural. Kelayakan modul dianalisis melalui validasi materi, bahasa, kegrafisan, pembelajaran dan penyajian oleh para ahli, guru, dan teman sejawat. Pelaksanaan validasi dilakukan melalui penilaian modul menggunakan lembar penilaian validasi. Data hasil validasi dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui presentase dan kategori kelayakan modul. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase rata-rata kelayakan modul pada aspek materi mencapai 78,82%, bahasa 81,25%, kegrafisan 95,54%, serta pembelajaran dan penyajian 87,07%. Skor rata-rata ideal 84,01% dan presentasenya lebih besar dari presentase natural cut of point. Melalui analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition, layak diujicobakan dalam skala kecil di sekolah.

Modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition dinyatakan layak untuk diujicobakan dalam skala kecil.Keputusan ini didasarkan pada skor rata-rata ideal sebesar 84,91% yang lebih tinggi dari natural cut off point yaitu 83,63%.Sebelum diujicobakan, modul perlu direvisi terlebih dahulu sesuai saran dari para validator.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji efektivitas modul ini terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa secara langsung melalui uji coba di kelas, dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan modul dan yang tidak. Kedua, perlu dievaluasi pengaruh modul terhadap motivasi belajar siswa dengan berbagai gaya belajar, khususnya dalam konteks sekolah yang berbeda secara latar belakang sosial dan budaya. Ketiga, perlu dilakukan studi lanjutan untuk mengadaptasi modul ini ke materi fisika lainnya seperti Gerak Lurus atau Listrik Dinamis, serta menguji apakah pendekatan kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition dapat meningkatkan pemahaman konsep secara lebih luas. Penelitian juga bisa mengeksplorasi integrasi elemen digital ke dalam modul untuk mendukung repetition dan auditory, misalnya dengan menyediakan rekaman suara atau simulasi interaktif. Selain itu, penting untuk meneliti bagaimana guru mengimplementasikan modul ini dalam praktik mengajar sehari-hari dan hambatan yang mereka hadapi. Penelitian berikutnya dapat juga mengkaji panjang pendek kegiatan repetition dalam mempertahankan pemahaman jangka panjang. Studi banding antara berbagai jenis modul berbasis gaya belajar juga bisa memberikan wawasan lebih mendalam. Dengan demikian, pengembangan modul tidak hanya terbatas pada validasi, tetapi juga pada dampak nyata terhadap proses dan hasil belajar. Akhirnya, perlu diteliti apakah penyesuaian modul untuk siswa berkebutuhan khusus masih mempertahankan kelayakannya. Semua saran ini bertujuan untuk memperkuat landasan empiris dan relevansi praktis modul pembelajaran ini.

Read online
File size302.48 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-1A5
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test