UNARUNAR

Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

Dismenore merupakan nyeri pada bagian bawah abdomen, terkadang dapat merambat ke pinggang, punggung bawah, dan paha. Biasanya, dismenore muncul dua atau tiga tahun setelah atau saat pertama kali menstruasi. Tingkat keparahan disminorhea bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Tujuan penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VIIIA dan VIIIB di SMP Negeri 1 Galang berjumlah 36 siswi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling, dengan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 36 responden. Dengan menggunakan analisa data yang menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian pendidikan kesehatan mayoritas responden berada pada kategori tingkat pengetahuan kurang (77,8%), sedangkan setelah pemberian pendidikan kesehatan responden terbanyak pada kategori tingkat pengetahuan baik ( 91,7%). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri mesntruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat digunakan oleh sekolah untuk memberikan pendidikan kesehatan mengenai menstruasi dan nyeri menstruasi pada siswi sebelum dan sesudah mengalami menstruasi.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan.1) Tingkat pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi sebagian besar responden berada di kategori kurang.2) Tingkat pengetahuan remaja perempuan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi sebagian besar berada di kategori baik.3) Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang nyeri menstruasi terhadap tingkat pengetahuan remaja perempuan di SMP Negeri 1 Galang.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi faktor-faktor lain yang memengaruhi tingkat pengetahuan dan penanganan nyeri menstruasi pada remaja, seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya, serta akses terhadap informasi kesehatan yang akurat. Kedua, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas berbagai metode pendidikan kesehatan, seperti penyuluhan tatap muka, penggunaan media sosial, atau kombinasi keduanya. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari pendidikan kesehatan terhadap perilaku dan kualitas hidup remaja yang mengalami dismenore, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberlanjutan perubahan positif.

  1. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Tingkat I Program Studi S1 Keperawatan... doi.org/10.33084/jsm.v8i2.3863Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Mahasiswi Tingkat I Program Studi S1 Keperawatan doi 10 33084 jsm v8i2 3863
  2. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi terhadap Pengetahuan dan Sikap pada Remaja Putri dalam... doi.org/10.30595/pshms.v4i.563Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Menstruasi terhadap Pengetahuan dan Sikap pada Remaja Putri dalam doi 10 30595 pshms v4i 563
  3. Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang pernikahan dini | Informasi dan Promosi Kesehatan. hubungan... e-journal.saku.co.id/index.php/IPK/article/view/23Hubungan pengetahuan dengan sikap remaja tentang pernikahan dini Informasi dan Promosi Kesehatan hubungan e journal saku index php IPK article view 23
Read online
File size286.72 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test