UNARUNAR
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, sebagai bagian dari kebijakan nasional untuk meningkatkan efisiensi dan mutu layanan. Namun, keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh teknologi, melainkan juga oleh kesiapan tenaga kesehatan sebagai pengguna utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi RME di Puskesmas Posumaen Kabupaten Minahasa Tenggara dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif analitik. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner tertutup disusun berdasarkan empat konstruk utama dalam model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT): performance expectancy, effort expectancy, social influence, dan facilitating conditions. Seluruh populasi sebanyak 23 tenaga kesehatan dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum persepsi tenaga kesehatan terhadap RME berada pada kategori tinggi, dengan 65,2% responden memiliki persepsi positif. Dimensi performance expectancy menunjukkan skor tertinggi (69,6%), diikuti oleh social influence dan facilitating conditions (masing-masing 78,3%), serta effort expectancy (65,2%). Temuan ini mengindikasikan bahwa penerimaan terhadap RME cukup baik, namun masih terdapat sebagian responden yang menunjukkan persepsi “cukup, sehingga dibutuhkan penguatan dalam hal pelatihan, pendampingan teknis, dan infrastruktur pendukung. Penelitian ini menegaskan pentingnya faktor persepsi pengguna dalam keberhasilan implementasi sistem digital di layanan kesehatan primer, khususnya di wilayah terpencil.
Secara umum, persepsi tenaga kesehatan terhadap implementasi RME berada pada kategori tinggi atau positif.Mayoritas responden menunjukkan penerimaan yang baik terhadap sistem RME, yang mencerminkan kesiapan psikologis dan teknis dalam mengadopsi teknologi tersebut dalam praktik pelayanan kesehatan.Dimensi performance expectancy menunjukkan bahwa tenaga kesehatan memiliki persepsi positif bahwa RME dapat meningkatkan efisiensi kerja dan mutu layanan.Sementara itu, dimensi effort expectancy menunjukkan bahwa 65,2% responden merasa bahwa RME mudah dipelajari dan digunakan.Dimensi social influence dan facilitating conditions menunjukkan tingkat persepsi positif yang sama, yakni sebesar 78,3%, yang mencerminkan adanya dukungan sosial serta ketersediaan fasilitas dan pelatihan yang memadai.Secara keseluruhan, persepsi umum terhadap implementasi RME juga tergolong tinggi, dengan 65,2% responden menyatakan penerimaan positif terhadap sistem ini.Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RME tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi atau kesiapan sistem, tetapi juga sangat bergantung pada penerimaan dan partisipasi aktif pengguna, dalam hal ini tenaga kesehatan.Oleh karena itu, penting bagi institusi layanan kesehatan untuk terus memperkuat penyediaan sarana yang memadai, dan dukungan manajerial, agar adopsi sistem RME dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
Berdasarkan temuan penelitian, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi dampak keterampilan literasi digital tenaga kesehatan terhadap keberhasilan implementasi RME, terutama di wilayah terpencil. Kedua, penelitian dapat mengkaji peran kepemimpinan dan dukungan manajerial dalam meningkatkan partisipasi aktif tenaga kesehatan dalam penggunaan RME. Ketiga, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas model pelatihan hybrid (kombinasi online dan offline) untuk meningkatkan kemampuan teknis tenaga kesehatan dalam mengoperasikan sistem RME. Ketiga saran ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi adopsi teknologi digital di layanan kesehatan primer, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia.
| File size | 149.8 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi makna guntur dari representasi kemarahan ilahi menjadi kejadian dengan penjelasan ilmiah mencerminkan kemajuanPenelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi makna guntur dari representasi kemarahan ilahi menjadi kejadian dengan penjelasan ilmiah mencerminkan kemajuan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden berusia 13 hingga 15 tahun yang dipilihMetode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden berusia 13 hingga 15 tahun yang dipilih
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Bagi pihak puskesmas dapat meningkatkan akses air bersih dan edukasi sanitasi kepada Masyarakat, terutama bagi keluarga dengan balita, memberikan edukasiBagi pihak puskesmas dapat meningkatkan akses air bersih dan edukasi sanitasi kepada Masyarakat, terutama bagi keluarga dengan balita, memberikan edukasi
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Dari hasil akhir analisis multivariat variabel pengetahuan dengan nilai p Value = 0,01 OR 4,250. Kesimpulan ada hubugan yang bermakna antara usia balita,Dari hasil akhir analisis multivariat variabel pengetahuan dengan nilai p Value = 0,01 OR 4,250. Kesimpulan ada hubugan yang bermakna antara usia balita,
UPERTISUPERTIS Kecemasan yang tidak ditangani saat persalinan, dapat menyebabkan kontraksi tidak efektif dan memperlama proses persalinan. Hal ini meningkatkan risikoKecemasan yang tidak ditangani saat persalinan, dapat menyebabkan kontraksi tidak efektif dan memperlama proses persalinan. Hal ini meningkatkan risiko
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA Seri kasus ini mendetailkan efek profilaksis tertier dengan dosis menengah dari konsentrat faktor VIII terhadap hasil perdarahan dan fungsi muskuloskeletalSeri kasus ini mendetailkan efek profilaksis tertier dengan dosis menengah dari konsentrat faktor VIII terhadap hasil perdarahan dan fungsi muskuloskeletal
MARANATHAMARANATHA Hasil analisis statistik menemukan adanya hubungan antara variabel pendidikan ibu, usia gestasi, Index Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok ibu, jumlahHasil analisis statistik menemukan adanya hubungan antara variabel pendidikan ibu, usia gestasi, Index Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok ibu, jumlah
UTUUTU Tikus normal dalam perlakuan ekstrak tidak menunjukkan perubahan berat badan. Ekstrak air Ulva Lactuca mengandung senyawa steroids, saponins, dan phenols/tannins.Tikus normal dalam perlakuan ekstrak tidak menunjukkan perubahan berat badan. Ekstrak air Ulva Lactuca mengandung senyawa steroids, saponins, dan phenols/tannins.
Useful /
BIARJOURNALBIARJOURNAL Studi ini mengadopsi desain penelitian survei. Sampling acak berstrata diterapkan dan populasi studi adalah 475 sementara ukuran sampel 217 ditentukanStudi ini mengadopsi desain penelitian survei. Sampling acak berstrata diterapkan dan populasi studi adalah 475 sementara ukuran sampel 217 ditentukan
STOK BINAGUNASTOK BINAGUNA Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang manfaat senam aerobik, seperti peningkatan kebugaran, penguranganHasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang manfaat senam aerobik, seperti peningkatan kebugaran, pengurangan
UMMUMM Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual.Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual.
MARANATHAMARANATHA Distribusi tertinggi keluhan utama pada pasien adalah nyeri perut, dengan temperatur tubuh pasien ≤38ºC. Pasien pada studi ini memiliki jumlah leukositDistribusi tertinggi keluhan utama pada pasien adalah nyeri perut, dengan temperatur tubuh pasien ≤38ºC. Pasien pada studi ini memiliki jumlah leukosit