UNIGRESUNIGRES

Journals of Ners CommunityJournals of Ners Community

Hemodialisis adalah suatu prosedur yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh ketika ginjal tidak mampu melaksanakan proses tersebut. Dampak yang dialami pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis adalah penurunan perfusi serebral dan penurunan kecepatan aliran darah sehingga terjadi penurunan metabolisme oksigen ke otak, edema serebral, dan penurunan tekanan darah intraserebral yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Gangguan kognitif dan demensia telah banyak dilaporkan pada berbagai penelitian pada pasien penyakit ginjal kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan . Penelitian ini adalah penelitian analitik korelatif dengan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Januari 2019 dengan sampel sebanyak 26 orang yang diambil dengan teknik total sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian ini melakukan wawancara dan kuesioner Mini Mental State Examination(MMSE). Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan uji statistik Spearmans rho. Hasil penelitian ini diketahui bahwa hubungan antara didapatkan p = 0,311 yang berarti tidak ada korelasi antara kedua variabel yang diuji.

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan untuk menjawab tujuan dari penelitian sebagai berikut.Lama terapi hemodialisis pada pasien penyakit ginjal kronis yaitu <12 bulan (58%).Fungsi kognitif pada pasien penyakit ginjal kronis sebagian besar yaitu fungsi kognitif normal (73%).

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif pada pasien hemodialisis, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kontrol tekanan darah. Selain itu, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengetahui perkembangan fungsi kognitif pasien hemodialisis dalam jangka waktu yang lebih panjang. Pengembangan intervensi non-farmakologis, seperti pelatihan kognitif dan rehabilitasi kognitif, juga perlu diinvestigasi untuk meningkatkan fungsi kognitif dan kualitas hidup pasien hemodialisis. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memengaruhi fungsi kognitif dan pengembangan intervensi yang efektif, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.

Read online
File size513.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test