IJRETINAIJRETINA

International Journal of RetinaInternational Journal of Retina

Pendahuluan: Degenerasi makula terkait usia neovaskular (nAMD) merupakan penyebab utama gangguan penglihatan secara global. Meskipun terapi anti-VEGF intravitreal menjadi standar pengobatan, data real-world mengenai bevacizumab (IVB), agen yang paling tersedia di rumah sakit publik Indonesia meskipun digunakan secara off-label, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas IVB pada pasien nAMD di pusat rujukan tersier di Indonesia. Metode: Penelitian retrospektif ini melibatkan pasien dengan diagnosis nAMD yang menerima injeksi IVB di Rumah Sakit Rujukan Nasional Cipto Mangunkusumo antara Januari hingga Desember 2017. Kriteria inklusi mencakup pasien dengan nAMD terkonfirmasi dan data klinis tersedia sebelum dan setelah injeksi. Data demografi, ketajaman penglihatan terkoreksi terbaik (BCVA), ketebalan makula sentral (CMT) berdasarkan OCT, serta skema injeksi IVB diekstraksi dari rekam medis elektronik. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dan Mann–Whitney U, dengan p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil: Sebanyak 138 mata dari 131 pasien (rata-rata usia: 66,7 tahun; 51% laki-laki) dianalisis. Median jumlah injeksi adalah tiga (rentang: 1–6). Rata-rata BCVA menunjukkan perbaikan yang tidak signifikan dari 1,19 menjadi 1,14 logMAR (perubahan rata-rata: 0,05 logMAR; p = 0,770). Analisis subkelompok menunjukkan perbaikan signifikan pada mata dengan penglihatan awal lebih buruk dari 1,32 logMAR (perbaikan rata-rata: 0,54 logMAR; p < 0,01) dan penurunan signifikan pada mata dengan penglihatan awal antara 0,48 dan 1,00 logMAR (penurunan rata-rata: 0,21 logMAR; p = 0,02). CMT menurun secara signifikan rata-rata sebesar 108,33 µm (p < 0,01).

Pengobatan IVB untuk nAMD menghasilkan perbaikan anatomi yang signifikan dan terbukti paling efektif pada pasien dengan ketajaman penglihatan awal yang buruk.Temuan ini menegaskan peran IVB dalam praktik klinis dunia nyata di tengah keterbatasan sumber daya.Dosis lengkap pada fase loading sangat memengaruhi hasil penglihatan, sehingga pelaksanaan dosis awal secara penuh perlu diupayakan untuk mencapai hasil maksimal.

Pertama, perlu diteliti apakah penerapan skema treat-and-extend dibandingkan dengan pro re nata dapat meningkatkan kepatuhan dan hasil penglihatan jangka panjang pada pasien nAMD di rumah sakit rujukan nasional dengan keterbatasan akses dan biaya. Kedua, penting untuk mengevaluasi faktor anatomi dasar seperti ketebalan makula dan kebocoran retina yang dapat memprediksi respons terhadap bevacizumab, agar dapat dikembangkan model penentuan rejimen injeksi yang lebih personal. Ketiga, diperlukan penelitian untuk menilai dampak intervensi non-medikamentosa, seperti sistem pengingat digital dan pendampingan pasien, dalam mengurangi kehilangan pasien dari tindak lanjut dan memperbaiki kepatuhan terapi jangka panjang di tengah tantangan mobilitas dan beban ekonomi. Temuan dari penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang strategi perawatan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan bagi pasien nAMD di pengaturan layanan kesehatan terbatas sumber daya seperti di Indonesia.

  1. Real-World Evaluation of the Effectiveness of Intravitreal Bevacizumab Injection for Neovascular Age-Related... ijretina.com/index.php/ijretina/article/view/319Real World Evaluation of the Effectiveness of Intravitreal Bevacizumab Injection for Neovascular Age Related ijretina index php ijretina article view 319
Read online
File size1.44 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test