UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Latar Belakang: Asupan makanan diperlukan tubuh untuk meningkatkan imunitas salah satunya kandungan antioksidan. Buah kesemek dan jahe memiliki efek antioksidan dan penangkap radikal bebas. Oleh karena itu, buah kesemek dan jahe dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan imunitas. Salah satu pemanfaatannya dengan dibuat menjadi permen jeli. Tujuan: Mengetahui aktivitas antioksidan, mutu sensoris dan tingkat kesukaan permen jeli buah kesemek dan ekstrak jahe. Metode: Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) meliputi tiga taraf sari buah kesemek yaitu K1 40 gram (28,5%), K2 60 gram (37,5%), dan K3 80 gram (44,4%). Ekstrak jahe yang juga terdiri dari tiga taraf yaitu J1 (10,7%), J2 (11,7%), dan J3 (12,9%), sehingga didapatkan 9 formula percobaan. Uji organoleptik digunakan untuk mengetahui formula terpilih dari panelis semi terlatih. Analisis statistik menggunakan Kruskal Wallis dengan uji lanjut Mann Whitney. Adapun analisis aktivitas antioksidan menggunakan metode AEAC. Hasil: Formula yang dipilih berdasarkan uji organoleptik adalah K1J2 dengan persentase kesukaan rata-rata 88,8%. Hasil uji aktivitas antioksidan formula K1J2 yaitu 2,81 mg/100 g yang berarti memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat. Uji kadar air dan kadar abu untuk permen jeli adalah 13,63% dan 1,82%, keduanya sesuai dengan SNI 3547,2-2008 tentang permen jeli. Simpulan: Permen jeli kesemek dengan penambahan ekstrak jahe memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dan memenuhi standar SNI 3547,2-2008 tentang permen jeli.
Berdasarkan penelitian, tidak ada perbedaan mutu sensori yang signifikan pada parameter warna, tekstur, dan rasa pada karakteristik permen jeli, namun ada perbedaan pada parameter aroma.Begitu pula dengan tingkat kesukaan, tidak ada perbedaan yang signifikan pada seluruh parameter (warna, aroma, tekstur, dan rasa).Formula terbaik yang terpilih adalah K1J2 (formula dari 40 gr buah kesemek dan 10 gr jahe utuh) yang menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat serta kadar air dan abu yang memenuhi standar SNI 3547.
Penelitian ini telah berhasil menunjukkan potensi permen jeli buah kesemek dengan penambahan sari jahe sebagai pangan fungsional dengan aktivitas antioksidan yang kuat. Untuk memperkaya temuan ini dan mendukung keberlanjutan inovasi, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, bagaimana kita bisa mengoptimalkan komposisi permen jeli ini lebih lanjut untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kandungan antioksidan tanpa mengorbankan mutu sensoris dan kesukaan panelis? Ini bisa melibatkan eksplorasi berbagai rasio buah kesemek dan jahe yang lebih luas, atau bahkan penambahan bahan alami lain yang sinergis, menggunakan metode desain eksperimen lanjutan seperti Response Surface Methodology, serta melakukan analisis senyawa bioaktif spesifik untuk mengidentifikasi komponen antioksidan utama dan potensinya. Kedua, mengingat produk ini ditujukan sebagai pangan fungsional, seberapa stabilkah aktivitas antioksidan dan mutu sensoris permen jeli ini selama penyimpanan jangka panjang di berbagai kondisi lingkungan yang realistis, dan berapa estimasi umur simpannya? Studi stabilitas yang komprehensif, termasuk pengujian mikrobiologi, diperlukan untuk memastikan bahwa manfaat kesehatan dan kualitas produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen. Ketiga, mengingat bahwa buah kesemek disebutkan terancam punah dan memerlukan inovasi untuk mempertahankan budidayanya, penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam diversifikasi produk olahan berbahan dasar kesemek dan jahe, tidak terbatas pada permen jeli. Ini bisa berupa pengembangan minuman kesehatan, selai, atau bahkan produk kering. Bagaimana penerimaan pasar terhadap produk-produk inovatif ini, dan apa model bisnis terbaik untuk mendorong petani mempertahankan budidaya kesemek melalui peningkatan nilai ekonomi dan daya saing produk olahan lokal?.
| File size | 285.85 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UMRAHUMRAH Fenilpropana merupakan senyawa aromatik yang bersifat antifungal dan toksik terhadap ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi larutanFenilpropana merupakan senyawa aromatik yang bersifat antifungal dan toksik terhadap ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsentrasi larutan
UAIUAI Prosentase kedisiplinan mahasiswa hadir mengikuti perkuliahan ada 86%. Prosentase ini menandakan bahwa desain pembelajaran curi point memberikan dampakProsentase kedisiplinan mahasiswa hadir mengikuti perkuliahan ada 86%. Prosentase ini menandakan bahwa desain pembelajaran curi point memberikan dampak
STIFARSTIFAR Penyebaran infeksi berbasis mikroba umumnya terjadi melalui tangan, karena tangan berisi mikrobiota normal dan mikroorganisme patogenik. Hand sanitizerPenyebaran infeksi berbasis mikroba umumnya terjadi melalui tangan, karena tangan berisi mikrobiota normal dan mikroorganisme patogenik. Hand sanitizer
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Kelompok intervensi menerima 150 mL jus buah naga merah dengan 2 g ekstrak jahe per hari, sedangkan kontrol menerima jus tanpa jahe. Kadar hemoglobin diukurKelompok intervensi menerima 150 mL jus buah naga merah dengan 2 g ekstrak jahe per hari, sedangkan kontrol menerima jus tanpa jahe. Kadar hemoglobin diukur
UNUSAUNUSA Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh ekstrak temulawak terhadap kadar serum APO‑B pada tikus hiperkolesterolemik. Penelitian ini merupakan studiPenelitian ini bertujuan menentukan pengaruh ekstrak temulawak terhadap kadar serum APO‑B pada tikus hiperkolesterolemik. Penelitian ini merupakan studi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Metode yang digunakan adalah quasi experimental dengan 26 subjek penelitian pada periode Desember 2014 hingga Juni 2015. Analisis data meliputi pairedMetode yang digunakan adalah quasi experimental dengan 26 subjek penelitian pada periode Desember 2014 hingga Juni 2015. Analisis data meliputi paired
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Uji lanjut Tukey HSD memperlihatkan bahwa semua dosis perlakuan berbeda nyata dibanding kontrol (p < 0,05), sedangkan antar-dosis perlakuan tidak berbedaUji lanjut Tukey HSD memperlihatkan bahwa semua dosis perlakuan berbeda nyata dibanding kontrol (p < 0,05), sedangkan antar-dosis perlakuan tidak berbeda
UNIBAUNIBA Hasil: Hasil uji efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona bening di sekitar kertas cakram yang menandakanHasil: Hasil uji efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona bening di sekitar kertas cakram yang menandakan
Useful /
UMRAHUMRAH 44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 44 g). Perlakuan A merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan. Kesimpulan44 g), dan pertumbuhan mutlak rumput laut K. alvarezii sebesar (183.24 ± 0. 44 g). Perlakuan A merupakan perlakuan terbaik untuk pertumbuhan. Kesimpulan
UMRAHUMRAH Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan K tanpa penambahan kunyit,Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan K tanpa penambahan kunyit,
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Pelatihan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penulisan book chapter. Materi yang diberikan memberikan landasan teoriPelatihan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam penulisan book chapter. Materi yang diberikan memberikan landasan teori
INSANPRIMAMUINSANPRIMAMU Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan dalam proses pemberdayaan perempuan melalui Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) OKU Timur dalam pemanfaatan lahanBerdasarkan hasil temuan dan pembahasan dalam proses pemberdayaan perempuan melalui Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) OKU Timur dalam pemanfaatan lahan