UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen oportunistik yang dapat ditemukan di permukaan kulit dan permukaan mukosa di beberapa organ manusia. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) mengandung senyawa Flavonoid, Fenol, Terponoid, dan Minyak astiri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 60%, 80%, dan 100% terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.. . Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan rancangan secara acak dengan tes dan kelompok kontrol (The Randomized Posttest Only Control Group Design). Ekstrak jahe merah diperoleh melalui metode maserasi yang direndam pelarut etanol 95%. Untuk mengetahui efektivitas ekstrak jahe merah terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dilakukan uji in vitro dengan metode difusi cakram.. . Hasil: Hasil uji efektivitas ekstrak jahe merah terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan adanya zona bening di sekitar kertas cakram yang menandakan terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan konsentrasi yang paling efektif adalah 80%.. . Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa Ekstrak jahe merah efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Berdasarkan hasil penelitian uji efektivitas ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro, dapat disimpulkan bahwa ekstrak jahe merah (Zingiber Officinale Var.Rubrum) efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.Ekstrak jahe merah mengandung senyawa flavonoid, fenol, minyak astiri, dan tannin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri resisten dengan mekanisme tertentu.Konsentrasi 60%, 80%, dan 100% ekstrak jahe merah menunjukkan efektivitas dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa spesifik dalam ekstrak jahe merah yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakterinya, sehingga dapat dikembangkan menjadi agen antibakteri yang lebih efektif. Selain itu, studi in vivo perlu dilakukan untuk menguji efektivitas dan keamanan ekstrak jahe merah dalam mengobati infeksi Staphylococcus aureus pada model hewan atau manusia. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi sediaan farmasi yang optimal dari ekstrak jahe merah, seperti salep atau gel, untuk meningkatkan stabilitas dan penyerapan senyawa aktifnya, serta memperluas potensi aplikasinya dalam pengobatan infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus.

Read online
File size570.12 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test