MAHADEWAMAHADEWA

Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan SainsEmasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara model pembelajaran Problem Based Learning dengan model pembelajaran konvensional terhadap kecemasan matematis dan hasil belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penilitian ini tergolong Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non Equivalent Posttest-Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII SMP Negeri 3 Abiansemal sebanyak 11 kelas dengan jumlah 342 peserta didik. Dengan teknik simple random sampling diperoleh dua kelas sebagai sampel, yaitu kelas VII I dengan 32 peserta didik sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII J dengan 31 peserta didik sebagai kelompok kontrol. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa skor kecemasan matematis (menggunakan angket) dan hasil belajar matematika (menggunakan tes essay). Analisis menggunakan MANOVA dengan bantuan SPSS 22.0 for Windows. Dari hasil uji analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kecemasan matematis dan hasil belajar matematika peserta didik, baik secara parsial maupun secara simultan.

Dari analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kecemasan matematis dan hasil belajar matematika baik secara parsial maupun simultan antata kelompok yang diberikan model pembelajaran PBL dengan yang diberikan model pembelajaran konvensional.Secara umum, hasil ini menunjukkan adanya pengaruh model pembelajaran PBL terhadap kecemasan matematis dan hasil belajar matematika peserta didik.

Penelitian ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) bisa mengurangi kecemasan dan meningkatkan hasil belajar matematika siswa, terutama saat belajar online. Untuk penelitian selanjutnya, ada baiknya melihat apakah PBL ini juga berhasil di tingkat sekolah yang berbeda, misalnya di SD atau SMA, dan juga untuk pelajaran selain matematika. Ini akan membantu kita tahu apakah PBL bisa dipakai secara luas. Karena penelitian kemarin dilakukan secara online, akan menarik jika PBL dicoba diterapkan langsung di kelas tatap muka atau dengan cara gabungan (online dan offline) untuk membandingkan hasilnya. Apakah dampaknya terhadap kecemasan dan nilai siswa akan sama atau berbeda? Selain itu, agar PBL bisa lebih efektif, peneliti selanjutnya bisa mencari tahu bagian mana dari PBL yang paling ampuh. Misalnya, apakah saat siswa bekerja kelompok, memecahkan masalah, atau saat presentasi yang paling membuat mereka tidak cemas dan lebih paham? Mengetahui ini bisa jadi panduan bagi guru. Terakhir, penting juga untuk melihat bagaimana ciri-ciri pribadi siswa, seperti seberapa mandiri mereka belajar, cara mereka berpikir, atau kondisi keluarga mereka, mempengaruhi keberhasilan PBL ini. Dengan memahami hal-hal ini, kita bisa membuat strategi PBL yang lebih cocok untuk setiap siswa, sehingga semua bisa merasakan manfaatnya.

Read online
File size377.72 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test