JMI UPIYPTKJMI UPIYPTK

Majalah Ilmiah UPI YPTKMajalah Ilmiah UPI YPTK

Prevalensi pernikahan dini di Indonesia masih tinggi, dengan angka 5,90% secara nasional dan 8,45% di Sumatera Selatan, yang menimbulkan risiko signifikan terhadap kesehatan reproduksi dan mental remaja, termasuk angka kematian ibu dan bayi yang tinggi. Usia menikah minimum saat ini adalah 19 tahun untuk kedua jenis kelamin sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kurangnya pengetahuan di kalangan remaja tentang isu krusial ini. Kegiatan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 23 Palembang memanfaatkan pendekatan Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), berfokus pada konseling hukum dan diskusi interaktif untuk siswa kelas sembilan. Materi inti mencakup ketentuan hukum, dampak sosial, mental, dan kesehatan reproduksi, serta peran orang tua dan sekolah. Temuan kunci adalah peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, seperti yang dibuktikan oleh evaluasi: skor rata-rata meningkat dari 56,25 pada pre-test menjadi 90,82 pada post-test, peningkatan sebesar 34,58 poin. Hasil ini mengonfirmasi efektivitas konseling hukum dalam meningkatkan pengetahuan hukum siswa dan menumbuhkan sikap positif untuk menolak pernikahan dini dan bertindak sebagai agen perubahan.

Studi ini menyoroti peran penting konseling hukum dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang risiko dan implikasi yang terkait dengan pernikahan dini, khususnya dalam konteks perlindungan kesehatan reproduksi.Melalui pendekatan Penelitian Aksi Partisipatif (PAR), siswa SMP 23 Palembang secara aktif terlibat dalam mengidentifikasi, membahas, dan merefleksikan konsekuensi sosial, hukum, psikologis, dan kesehatan reproduksi dari pernikahan dini.Kegiatan konseling, dikombinasikan dengan diskusi interaktif dan evaluasi pre- dan post-test, secara efektif menunjukkan peningkatan kesadaran hukum yang signifikan—yang tercermin dalam peningkatan skor dari rata-rata 56,25 pada pre-test menjadi 90,82 pada post-test.Inisiatif ini juga menunjukkan bahwa pendidikan hukum berbasis sekolah dapat memicu perubahan perilaku positif, membina pengambilan keputusan yang tepat, dan memberdayakan siswa untuk menjadi advokat pemuda yang menyebarkan pesan anti-pernikahan dini dalam komunitas mereka.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif mendalam untuk memahami lebih jauh faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mendorong terjadinya pernikahan dini di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini dapat dilakukan melalui wawancara mendalam dengan remaja, orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mencegah pernikahan dini, yang tidak hanya melibatkan sekolah dan keluarga, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran media sosial dan teknologi digital dalam mempengaruhi perilaku remaja terkait pernikahan dini, serta mengembangkan strategi komunikasi yang efektif untuk memberikan informasi yang akurat dan positif tentang kesehatan reproduksi dan hak-hak remaja.

  1. Vol. 7 No. 3 (2023): IKRAITH-HUMANIORA VOL 7 NO 3 November 2023 | IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial... doi.org/10.37817/ikraith-humaniora.v7i3Vol 7 No 3 2023 IKRAITH HUMANIORA VOL 7 NO 3 November 2023 IKRA ITH HUMANIORA Jurnal Sosial doi 10 37817 ikraith humaniora v7i3
  2. Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Multimedia dengan Metode Community Based Participatory... abdidas.org/index.php/abdidas/article/view/728Pelatihan Pembuatan Video Pembelajaran Berbasis Multimedia dengan Metode Community Based Participatory abdidas index php abdidas article view 728
  3. Dampak Pernikahan Dini yang Berhubungan dengan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri | Antigen : Jurnal... doi.org/10.57213/antigen.v3i3.697Dampak Pernikahan Dini yang Berhubungan dengan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Putri Antigen Jurnal doi 10 57213 antigen v3i3 697
Read online
File size794.85 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test