JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Pre menstrual syndrome yang tak kunjung diatasi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari bahkan menurunkan kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi merupakan salah satu sebab remaja putri tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi dengan baik. Metode penelitian ini adalah literatur review yang bersumber dari database google scholar, PubMed serta Purpusnas RI yang diterbitkan dari tahun 2017 hingga 2021, dan secara manual memilih artikel yang relevan dengan pertanyaan penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa pada umumnya remaja putri tidak memiliki pengetahuan yang baik serta tidak melakukan penanganan sindrom premenstruasi. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi mempengaruhi persepsi remaja dengan menganggap premenstruasi sindrom sebagai gejala fisiologis yang tidak perlu dilakukan penatalaksanaan khusus selain meningkatkan frekuensi dan durasi istirahat, sehingga berdampak pada tergaggunya aktivitas sehari-hari bahkan prestasi belajar. Diharapkan adanya penggalakan program sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan penyebarluasan informasi kesehatan utamanya kesehatan reproduksi pada remaja serta pencegahan dan penatalaksanaan premenstruasi sindrom agar mengurangi hari sakit yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan tujuh artikel penelitian yang direview menunjukan bahwa secara garis besar terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku menghadapi sindrom premenstruasi.Semakin baik pengetahuan yang dimiliki, maka semakin baik pula perilaku remaja dalam menghadapi gejala premenstruasi baik dalam hal pencegahan maupun penanganannya.Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi mempengaruhi persepsi remaja dengan menganggap premenstruasi sindrom sebagai gejala fisiologis yang tidak perlu dilakukan penatalaksanaan khusus selain meningkatkan frekuensi dan durasi istirahat, sehingga berdampak pada tergaggunya aktivitas sehari-hari bahkan prestasi belajar.

Berdasarkan tinjauan literatur, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperdalam pemahaman mengenai premenstrual syndrome (PMS) pada remaja. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko jangka panjang yang berkontribusi terhadap perkembangan PMS, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif remaja dalam menghadapi PMS, termasuk dampak emosional, sosial, dan akademik yang mereka rasakan. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, dan mengurangi gejala PMS. Dengan menggabungkan hasil dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai PMS pada remaja, sehingga dapat dirumuskan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih efektif dan terarah.

  1. Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perilaku menghadapi Premenstruasi... jqwh.org/index.php/JQWH/article/view/127Analisis Tingkat Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi terhadap perilaku menghadapi Premenstruasi jqwh index php JQWH article view 127
Read online
File size263.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test