UMBERAUUMBERAU

ECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development JournalECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal

Studi kasus kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis peran mahasiswa UM Berau sebagai fasilitator dalam memberdayakan perekonomian masyarakat melalui bank sampah di Berau, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan tantangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan fasilitator mahasiswa dan anggota masyarakat. Analisis tematik mengungkapkan empat tema utama: peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan (inisiasi, bantuan teknis, fasilitasi jaringan), dampak ekonomi bagi masyarakat (peningkatan pendapatan, potensi usaha kreatif), proses pemberdayaan dan pembelajaran bersama (pembentukan kelompok mandiri, transfer pengetahuan), serta tantangan dan harapan untuk keberlanjutan (partisipasi, infrastruktur, dukungan). Hasil penelitian menunjukkan peran sentral mahasiswa dalam memotivasi, membantu, dan menghubungkan masyarakat, yang berdampak positif pada peningkatan pendapatan dan potensi kewirausahaan. Proses pemberdayaan berlangsung melalui pembentukan kelompok independen dan transfer pengetahuan. Namun, tantangan terkait partisipasi dan infrastruktur perlu ditangani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mahasiswa UM Berau berperan penting dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui bank sampah, dengan harapan program ini dapat dipertahankan dan direplikasi.

Penelitian ini menegaskan peran krusial mahasiswa UM Berau sebagai fasilitator multifaset dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bank sampah, berhasil meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta partisipasi dalam pengelolaan limbah.Program ini telah menunjukkan dampak positif berupa peningkatan pendapatan dan potensi usaha kreatif, didukung oleh pembentukan kelompok mandiri dan transfer pengetahuan.Meskipun demikian, keberlanjutan program masih menghadapi tantangan seperti konsistensi partisipasi, kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya dukungan kebijakan, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan lebih lanjut untuk dapat direplikasi sebagai model pemberdayaan yang efektif.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam menggerakkan bank sampah dan memberdayakan masyarakat. Namun, masih ada beberapa area yang bisa dieksplorasi lebih lanjut agar program ini semakin mandiri dan berdampak besar. Pertama, penelitian selanjutnya bisa fokus pada bagaimana caranya agar usaha-usaha kreatif dari sampah daur ulang tidak hanya dilakukan oleh sebagian kecil orang, tapi bisa menyebar luas ke lebih banyak warga, sehingga pendapatan tambahan dari bank sampah bisa dirasakan lebih banyak keluarga dan menjadi lebih signifikan. Kedua, perlu juga diteliti lebih dalam mengenai faktor-faktor apa saja yang paling efektif untuk menjaga semangat dan konsistensi partisipasi masyarakat dalam memilah sampah, terutama setelah periode pendampingan awal mahasiswa berakhir. Selain itu, bagaimana peran pemerintah daerah dapat secara proaktif menyediakan fasilitas infrastruktur yang lebih memadai, seperti tempat penampungan dan alat timbang yang akurat, serta kebijakan pendukung yang berkesinambungan, juga merupakan area krusial untuk dikaji. Terakhir, mengingat adanya variasi dalam tingkat kemandirian antar kelompok bank sampah, studi berikutnya dapat membandingkan berbagai model pendampingan dan pelatihan yang paling efisien untuk membangun kemandirian operasional dan manajemen finansial setiap kelompok secara merata. Dengan memahami dan menerapkan temuan dari penelitian lanjutan ini, program bank sampah berpotensi besar untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang, memperluas jangkauan manfaat ekonomi dan lingkungan, serta menjadi model pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan mandiri bagi wilayah lain.

Read online
File size450.45 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test