MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

AMMA : Jurnal Pengabdian MasyarakatAMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Sampah seolah menjadi barang yang tidak berguna dan tidak bermanfaat. Namun kalau faham cara mengelolanya maka sampah bisa memiliki nilai yang tinggi dari sisi ekonomi. Adalah Asosiasi Bank Sampah (Asbak) Kabupaten Gresik suatu lembaga yang menginisiasi pergerakan adanya pengelolaan sampah dari yang asalnya tidak berguna menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai ekonomis. Dalam pergerakannya peduli dengan lingkungan hidup Asbak Gresik menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik dalam rangka mensosialisasikan adanya Bank Sampah sebagai suatu wadah Masyarakat khusus untuk pengelolaan sampah dari dan kembali lagi ke masyarakat pemanfaatannya. Metode pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim PkM STEI Kanjeng Sepuh ini yang bekerjasama dengan beberapa ormas, baik itu dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Kec.Dukun dan BKMM (Badan Kordinasi Majelis Taklim Masjid)-DMI Kec. Dukun dilakukan secara terbuka dan demokratis yang akhirnya terpilih kader lingkungan hidup yang mumpuni di bidangnya sebagai Direktur Bank Sampah untuk memimpin beberapa kader lingkungan hidup dalam rangka peduli sampah. Setelah kegiatan presentasi oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Aktivis dari Asbak dalam kegiatan ini dilakukan demonstrasi pembuatan pupuk tanaman eco enzyme. Eco enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio‑kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran.

Berdasarkan kegiatan ini, pembentukan Asosiasi Bank Sampah Kecamatan Dukun terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai organisasi dan potensi nilai ekonomi sampah.Metode ceramah dan demonstrasi, terutama pembuatan eco‑enzyme, efektif meningkatkan keterampilan peserta dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai.Demonstrasi tersebut menarik minat peserta sehingga mereka menginginkan sesi lanjutan untuk memperdalam praktik pengolahan sampah.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi platform digital dapat meningkatkan partisipasi dan efisiensi operasional bank sampah di daerah pedesaan, serta mengidentifikasi tantangan teknis dan sosial yang muncul. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki dampak penerapan modul pendidikan sampah berbasis sekolah terhadap perubahan perilaku jangka panjang masyarakat dalam mengelola sampah, dengan mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik rumah tangga. Selain itu, kajian ekonomi tentang optimasi produksi eco‑enzyme pada skala kecil hingga menengah dapat memberikan insight tentang strategi peningkatan nilai jual, analisis pasar, dan potensi kontribusi terhadap pendapatan petani lokal, sehingga memperkuat keberlanjutan usaha bank sampah. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan dan praktik yang lebih terukur untuk memperluas dampak positif program bank sampah di wilayah Dukun dan sekitarnya.

Read online
File size546.99 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test