UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Pemotongan distribusi sampah organik menuju TPA melalui konversi menjadi produk bernilai menjadi solusi berkelanjutan bagi SMAN 3 Kota Serang. Eco enzim sebagai produk ramah lingkungan dihasilkan dari fermentasi limbah organik (kulit buah, sisa sayuran) dengan gula merah dan air (rasio 3:1:10). Observasi menunjukkan 65% sampah sekolah berupa limbah organik yang belum dimanfaatkan dan langsung dibuang. Kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan program P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) melalui lima tahapan: (1) perencanaan pengelolaan sampah berbasis partisipasi siswa, (2) koordinasi dengan pihak sekolah, (3) sosialisasi dan pelatihan pembuatan eco enzim, (4) pendampingan praktik selama 1 minggu, dan (5) evaluasi dampak. Hasilnya menunjukkan 88% siswa dari 30 kelas sangat tertarik mempraktikkan eco enzim, 92% berkomitmen membuatnya di rumah, 76% berminat mengembangkan produk turunan, dan 94% akan memanfaatkannya untuk pembersih alami ruang kelas serta penghilang bau toilet. Tingkat kepuasan mencapai 90% dengan estimasi pengurangan 40 kg/bulan sampah organik. Kegiatan ini membuktikan integrasi P5 dan pengelolaan sampah organik efektif membangun kesadaran ekologis pelajar.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil membuktikan efektivitas integrasi projek P5 dengan pelatihan pembuatan eco enzim dalam mengurangi sampah organik sekaligus meningkatkan literasi ekologi siswa SMAN 3 Kota Serang.Melalui lima tahap terstruktur, kegiatan ini mengonversi 40 kg sampah organik per bulan menjadi produk bernilai seperti pembersih alami dan penghilang bau toilet.88% sangat tertarik mempraktikkan eco enzim, 92% berkomitmen membuatnya di rumah, dan 94% akan memanfaatkannya untuk kebersihan lingkungan sekolah.

Untuk memperluas dampak program ini, penelitian lanjutan bisa fokus pada tiga arah: pertama, mengembangkan aplikasi digital untuk memantau produksi eco enzim dan pengurangan sampah secara real-time, sehingga memudahkan pelacakan data dan evaluasi keberlanjutan. Kedua, melakukan studi komparatif implementasi program di sekolah-sekolah dengan konteks sosial dan lingkungan yang berbeda, seperti daerah pedesaan atau perkotaan, untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan. Ketiga, mengeksplorasi potensi penggunaan eco enzim sebagai bahan baku industri ramah lingkungan, seperti pembuatan pupuk organik skala besar atau produk pembersih alami yang dapat dipasarkan secara komersial. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat solusi pengelolaan sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan kesadaran lingkungan yang lebih luas.

Read online
File size508.19 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test