UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Kesadaran akan pentingnya makan sehat dan menjaga lingkungan kini mulai tumbuh di dunia pendidikan. Salah satu contohnya terlihat di Sekolah TAUD SAQU Insan Cerdas yang menerapkan aturan untuk tidak membawa makanan ultra proses. Aturan ini secara tidak langsung mengubah jenis sampah yang dihasilkan di sekolah—dari yang sebelumnya banyak sampah plastik, kini lebih didominasi oleh sampah organik. Meski begitu, muncul persoalan baru karena belum ada cara khusus untuk mengelola sampah organik tersebut. Dari situlah muncul ide membuat lubang biopori sebagai solusi sederhana yang bisa diterapkan langsung di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan tentang manfaat dan cara kerja biopori, lalu dilanjutkan dengan praktik pembuatan bersama warga sekolah. Antusiasme warga sekplah cukup tinggi, terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap prosesnya. Biopori tidak hanya berguna untuk mengurai sampah organik, tapi juga menjadi sarana belajar yang menyenangkan dan membangun rasa peduli terhadap lingkungan. Dari hal kecil seperti ini, sekolah bisa ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dalam kegiatan ini, berhasil dibuat lima lubang biopori berdiameter 10 cm di halaman sekolah sebagai upaya nyata mengelola sampah organik secara sederhana dan efektif.

Kegiatan ini berhasil memberikan solusi sederhana namun berdampak signifikan dalam penanganan sampah organik di Sekolah TAUD SAQU Insan Cerdas.Melalui pendekatan edukatif yang melibatkan seluruh warga sekolah, konsep lubang biopori dipahami dan diaplikasikan, sehingga lima lubang biopori kini berfungsi untuk mengelola sampah organik secara rutin.Akibatnya, bau tidak sedap berkurang, lingkungan menjadi lebih bersih, dan siswa mulai menerapkan cara pembuangan sisa makanan yang benar.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas jangka panjang penerapan biopori dalam mengurangi sampah organik dan bau di berbagai sekolah dengan sampel yang lebih luas, sehingga dapat menilai keberlanjutan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasinya. Selain itu, dibandingkan dengan metode pengelolaan organik lain seperti kompos, studi komparatif tentang biaya, tenaga kerja, dan dampak lingkungan dapat memberikan rekomendasi pilihan terbaik bagi institusi pendidikan. Selanjutnya, integrasi biopori ke dalam kurikulum pembelajaran dapat dievaluasi untuk mengetahui sejauh mana aktivitas tersebut meningkatkan kesadaran dan pengetahuan lingkungan siswa, serta dampaknya terhadap perilaku ramah lingkungan di luar lingkungan sekolah.

Read online
File size373.91 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test