UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Ecological Economics memiliki banyak manfaat berkaitan dengan hak hidup organisme, faktor cost and benefit, serta faktor estetika bagi manusia. Nilai ecological economics adalah sebagai pelindung keseimbangan siklus hidrologi dan tata air, penjaga kesuburan tanah melalui pasokan unsur hara dari serasah hutan, pencegah erosi, abrasi dan pengendali iklim mikro. Tujuan kegiatan peningkatan kemandirian masyarakat melalui optimasi lahan pertanian berbasis ecological economics adalah ingin mewujudkan peran aktif masyarakat dalam peningkatan produksi pangan, memelihara kelestarian lingkungan berbasis ecological economics sehingga menambah nilai guna (use value), ada keselarasan antara aspek penggunaan dan pemeliharaan, peningkatan aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta membentuk jiwa wirausaha. Need Assessment melalui pendekatan metode survei, sosialisasi, pendampingan (workshop, penyuluhan dan pelatihan), partisipasi aktif, monitoring dan diakhiri dengan evaluasi program diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat terhadap pentingnya optimasi lahan berbasis ecological economics. Program-program utama yang dilaksanakan meliputi pemberdayaan masyarakat, peningkatan produksi, manajemen organisasi, manajemen pemasaran, sarana dan prasarana serta sosial budaya. Hasil yang diperoleh adalah bahwa masyarakat secara berkala melakukan monitoring lahan pertanian berbasis aplikasi teknologi, penerapan pola tanam berbasis polikultur untuk menjaga keseimbangan kesuburan tanah serta aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Program pemberdayaan masyarakat melalui Optimasi Lahan Pertanian berbasis Ecological Economics di Desa Walikukun menunjukkan penguatan mitra usaha, peningkatan produksi, serta partisipasi sosial budaya yang signifikan.Pelatihan tentang Ecological Economics, analisis biaya-manfaat, dan teknologi monitoring pertanian meningkatkan pengetahuan petani serta penerapan pola tanam polikultur untuk menjaga kesuburan tanah.Selain itu, kegiatan gotong‑royong seperti pembuatan biopori dan kerajinan tangan memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab lingkungan di antara warga.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi Internet of Things pada sistem monitoring pertanian (FMS) memengaruhi indikator ekonomi ekologi serta produktivitas lahan di desa‑desa serupa. Selanjutnya, penting untuk meneliti dampak jangka panjang pelatihan Ecological Economics terhadap pendapatan rumah tangga, keberlanjutan lingkungan, dan tingkat kemandirian ekonomi masyarakat. Selain itu, studi komparatif mengenai efektivitas model partisipasi masyarakat dalam penerapan sistem pertanian polikultur dapat mengidentifikasi faktor‑faktor kunci yang memperkuat kesuburan tanah dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Penelitian juga dapat memetakan hubungan antara kegiatan gotong‑royong lingkungan, seperti pembuatan biopori, dengan peningkatan kualitas air tanah dan mitigasi erosi. Selanjutnya, analisis biaya‑manfaat yang lebih mendetail pada skala mikro dapat memberikan panduan kebijakan bagi pemerintah daerah dalam mendukung program serupa. Akhirnya, pendekatan kualitatif yang menggabungkan perspektif budaya lokal dapat memperkaya pemahaman tentang motivasi warga dalam mengadopsi praktik ekonomi ekologi. Semua penelitian ini diharapkan dapat memperluas basis pengetahuan dan memberikan rekomendasi praktis untuk memperkuat kemandirian dan keberlanjutan desa.

  1. DOI Name 10.30653 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 06z crossref email support... doi.org/10.30653DOI Name 10 30653 Values doi name values index type timestamp data hs serv 06z crossref email support doi 10 30653
Read online
File size683.28 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test